Digelar di Sleman, FKY 2026 Angkat Aksara sebagai Identitas Budaya

Jumali
Jumali Senin, 10 Agustus 2026 13:42 WIB
Digelar di Sleman, FKY 2026 Angkat Aksara sebagai Identitas Budaya

Panitia FKY 2026 saat berkunjung ke Griya Harian Jogja, Senin (10/8/2026)/ Harian Jogja-Jumali

Harianjogja.com, SLEMAN—Kabupaten Sleman resmi menjadi tuan rumah Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 yang akan berlangsung pada 13–19 September 2026 di Kompleks Pemda Sleman.

Mengusung tema besar bahasa dengan tagline “Aksara”, festival budaya tahunan tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menyulap kawasan acara menjadi galeri terbuka sekaligus ruang inkubator kreativitas bagi ratusan seniman dari seluruh DIY.

Penunjukan Sleman sebagai lokasi penyelenggaraan merupakan bagian dari sistem rotasi yang diterapkan di lima kabupaten/kota di DIY. Sebelumnya, Festival Kebudayaan Yogyakarta digelar di Kabupaten Gunungkidul.

FKY 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan antara seni, budaya, literasi, ekonomi kreatif, dan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan yang merepresentasikan kehidupan berkebudayaan secara utuh.

Tema Aksara Jadi Simbol Peradaban dan Identitas Budaya

Organizing Committee FKY 2026, Paksi Raras Alit, menjelaskan tema “Aksara” dipilih karena memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar simbol tulisan.

Menurutnya, aksara merepresentasikan jejak peradaban manusia, perkembangan literasi, serta identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Perubahan nama dilakukan agar festival mampu merepresentasikan proses hidup berkebudayaan, bukan sekadar menampilkan karya seni,” kata Paksi di Griya Harian Jogja, Senin (10/8/2026).

Ia menambahkan, aksara juga menjadi simbol nilai-nilai budaya yang terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. Pemaknaan tersebut sejalan dengan transformasi FKY sejak 2019, ketika nama Festival Kesenian Yogyakarta diubah menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta untuk memperluas cakupan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada seni pertunjukan.

Kini, festival juga mengangkat tradisi, pengetahuan lokal, hingga praktik kehidupan masyarakat yang menjadi bagian penting dari kebudayaan Jogja.

Bahasa Dimaknai Lebih Luas dari Sekadar Tulisan

Pada FKY 2026, konsep bahasa menjadi salah satu fokus utama yang dieksplorasi penyelenggara.

Paksi menjelaskan bahasa tidak hanya dimaknai sebagai bahasa Jawa, bahasa Indonesia, atau bahasa asing, tetapi juga segala bentuk ekspresi budaya yang hidup dalam masyarakat.

“Bahasa itu kami terjemahkan coba kami maknai secara lebih luas tidak hanya bahasa Jawa, bahasa Indonesia, bahasa Inggris tetapi segala hal itu bisa dibahasakan termasuk puncak-puncak kebudayaan misalnya tentang kesenian tradisi atau komoditas di pasar seni itu semuanya ternyata bisa mengandung unsur-unsur bahasa,” terangnya.

Sebagai contoh, ia menyebut pohon kelapa atau kambil dalam budaya Jawa memiliki puluhan istilah berbeda yang menggambarkan berbagai bagian dan fase pertumbuhannya.

“Aksara itu adalah tools untuk mengartikulasikan bahasa yang paling mudah menurut kami,” tambahnya.

Empat Program Utama Meriahkan FKY 2026

Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026 akan dipusatkan di Kompleks Pemda Sleman dengan empat program utama yang menjadi tulang punggung penyelenggaraan.

1. Pawai Seni

Pawai Seni akan menjadi pembuka festival dengan konsep yang diklaim berbeda dari karnaval pada umumnya. Panitia menyiapkan sejumlah atraksi kejutan yang akan melibatkan ratusan seniman dari berbagai daerah di DIY.

2. Pentas Seni

Pentas Seni tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga difungsikan sebagai inkubator seni untuk melahirkan karya-karya baru.

“Pentas seni FKY balik lagi ingin menggelorakan semangat ini adalah inkubator seni jadi di situ tuh bukan hanya pentaske sesuatu sing wis ono tapi menciptakan karya baru,” ujar Paksi.

Program ini melibatkan lima seniman kurator yang berkolaborasi dengan seniman warga dari Kota Jogja, Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul.

3. Pasar Seni

Pada sektor Pasar Seni, panitia menyediakan sekitar 200 stan UMKM terkurasi. Setiap produk yang ditampilkan diwajibkan membawa narasi budaya sebagai bagian dari penguatan identitas lokal.

Pasar Seni juga dirancang untuk berkolaborasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, termasuk mengintegrasikan pasar tiban dan Sunday Morning yang telah dikenal luas di kawasan Sleman.

4. Pameran Seni Terapan

Pameran Seni Terapan menjadi salah satu daya tarik utama FKY 2026. Seluruh area Kompleks Pemda Sleman akan diubah menjadi galeri terbuka dengan konsep aksara.

Berbagai elemen pendukung, mulai dari gerbang utama, papan petunjuk arah, hingga fasilitas umum seperti toilet, akan dirancang sebagai karya seni yang menjadi bagian dari pengalaman pengunjung selama festival berlangsung.

Libatkan Hingga 850 Seniman dari Seluruh DIY

FKY 2026 diproyeksikan menjadi salah satu festival budaya terbesar di DIY tahun ini.

Pawai Seni diperkirakan melibatkan sekitar 600 seniman. Secara keseluruhan, jumlah pelaku seni yang terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan mencapai sekitar 850 orang dari berbagai kabupaten dan kota di DIY.

Pelaksanaan festival ini mendapat dukungan penuh pemerintah daerah di DIY, baik dari sisi penganggaran, pengembangan konsep, maupun keterlibatan komunitas seni dan budaya.

Perkuat Literasi Budaya dan Bahasa

Selain pertunjukan dan pameran, FKY 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan literasi budaya.

Panitia menyiapkan lokakarya, diskusi bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, layanan perpustakaan keliling, hingga babak final kompetisi bahasa tingkat kabupaten/kota se-DIY.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya bahasa sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus sarana pewarisan nilai-nilai lokal.

Harian Jogja Dukung Kesuksesan FKY 2026

Dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026 juga datang dari berbagai pihak, termasuk media.

Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono, menegaskan komitmen untuk mendukung penyelenggaraan festival budaya terbesar di DIY tersebut.

“Kita punya komitmen bersama dan siap membantu terkait penyelenggaraan FKY. Beberapa kanal dan platform bisa dimanfaatkan untuk kesuksesan FKY,” ujar Anton.

Melalui tema “Aksara”, keterlibatan ratusan seniman, ratusan UMKM budaya, serta beragam program literasi dan seni, Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026 di Sleman diharapkan menjadi ruang bersama untuk merawat identitas budaya Jogja sekaligus memperkenalkannya kepada generasi masa depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online