Lanjutan Proyek Taman Budaya Sleman Diusulkan Rp18 Miliar

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Minggu, 23 Agustus 2026 16:07 WIB
Lanjutan Proyek Taman Budaya Sleman Diusulkan Rp18 Miliar

Ilustrasi Taman Budaya. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/ChatGPT

Harianjogja.com, SLEMAN— Pembangunan lanjutan Taman Budaya Sleman telah melewati tahap serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO). Pekerjaan yang berjalan pada 2026 tersebut telah diserahterimakan pada 20 Juli 2026, tetapi pembangunan Taman Budaya Sleman masih direncanakan berlanjut pada 2027.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Fauzan Ma'aruf, mengatakan pekerjaan pembangunan Taman Budaya Sleman untuk tahap 2026 telah selesai.

"PHO Taman Budaya tanggal 20 Juli 2026," kata Fauzan dihubungi pada Minggu (23/8/2026).

Usulkan Danais Rp18 Miliar

Meski pekerjaan tahap 2026 telah diserahterimakan, pembangunan Taman Budaya Sleman belum berhenti. Pemkab Sleman kini mengusulkan anggaran Dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp18 miliar untuk mendukung kelanjutan pembangunan pada 2027.

"Untuk 2027 masih tahap usulan Rp18 miliar," katanya.

Sebelumnya, pembangunan Taman Budaya Sleman dilaporkan telah mencapai sekitar 70% dan ditargetkan rampung pada Juli 2026. Dengan adanya usulan Danais tersebut, pembangunan diproyeksikan kembali berlanjut setelah pekerjaan yang telah selesai dan menjalani PHO pada Juli lalu.

Dikembangkan untuk Pemajuan Kebudayaan

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman, Edy Winarya, menjelaskan Taman Budaya Sleman akan menjadi bagian dari pengembangan berbagai objek pemajuan kebudayaan.

Menurutnya, ada sepuluh objek pemajuan kebudayaan yang termuat dalam Undang-undang (UU) No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Objek tersebut terdiri dari tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

Sepuluh objek tersebut yang akan dikembangkan melalui keberadaan Taman Budaya Sleman. Fasilitas itu nantinya diharapkan mendukung berbagai kegiatan kebudayaan di Sleman.

"Ke depan, Taman Budaya Sleman akan menghadirkan ruang pamer, pentas, eksplorasi, panggung terbuka, dan lain sebagainya. Keberadaan taman budaya penting untuk menumbuhkembangkan ekosistem kebudayaan melalui ekspresi kreativitas, pameran, hingga pengembangan festival budaya," kata Edy, beberapa waktu lalu.

Dibangun di Lahan 2,5 Hektare

Pembangunan Taman Budaya Sleman dimulai pada 2022 dengan kebutuhan total anggaran Rp146 miliar. Pembangunan tersebut dimulai setelah Pemkab Sleman membebaskan lahan seluas 2,5 hektare (ha) di Kalurahan Pandowoharjo, Sleman.

Keberadaan Taman Budaya Sleman juga berkaitan dengan program strategis Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam pengembangan kebudayaan di tingkat kabupaten/kota.

“Gubernur DIY memiliki program strategis untuk mendirikan taman budaya di kabupaten/ kota di DIY. Kebijakan strategis ini merupakan upaya pengembangan kebudayaan. Dengan begitu predikat keistimewaan menjadi lebih kokoh,” kata Edy, beberapa waktu lalu.

Dengan demikian, tahap pembangunan yang dikerjakan pada 2026 telah memasuki PHO, sementara kelanjutan pembangunan pada 2027 masih menunggu proses usulan Danais sebesar Rp18 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online