Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman Dilanjutkan, 11 Lahan Dibebaskan
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Sleman, Seruni Angreni Susila, sedang menyampaikan situasi kesehatan mental di kalangan pemuda Sleman di Kantor Bappeda Sleman, Selasa (18/8/2026).Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menemukan gejala depresi dan kecemasan pada anak-anak dan remaja melalui skrining kesehatan mental tahun ini. Dari 18.845 anak yang menjalani pemeriksaan, sebagian di antaranya menunjukkan gejala dengan tingkat keparahan ringan hingga berat.
Kepala Dinas Kesehatan Masyarakat Sleman, dr. Seruni Anggreni Susila, mengatakan 5,6% anak yang menjalani skrining mengalami gejala depresi ringan. Sementara itu, 2,38% lainnya mengalami gejala depresi berat.
Skrining juga menemukan gejala kecemasan pada anak dan remaja. Sebanyak 5,25% anak mengalami gejala kecemasan ringan, sedangkan 2,06% mengalami gejala kecemasan berat.
Temuan Bukan Otomatis Kenaikan Kasus
Seruni menilai temuan tersebut perlu menjadi perhatian karena kesehatan mental perlu dipersiapkan sejak anak berada pada usia sekolah. Menurutnya, menjaga kesehatan generasi muda tidak cukup hanya dengan melindungi kondisi fisik, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan mental.
Meski demikian, Seruni menegaskan hasil skrining tersebut tidak secara otomatis menunjukkan adanya peningkatan kasus kesehatan mental. Menurutnya, masalah kesehatan mental kini lebih banyak terlihat karena pemeriksaan dilakukan secara lebih aktif.
Kondisi yang sebelumnya tidak dicari dan tidak tercatat dalam data kini dapat ditemukan melalui deteksi dini.
"Jika sekarang kita mencari dan menemukan lebih awal, maka kita akan mengetahui berapa banyak yang depresi, berapa banyak yang cemas," kata Seruni saat ditemui di Kantor Bappeda Sleman, Selasa (18/8/2026).
Skrining Mental Anak Dilakukan Selama Lima Tahun
Dinkes Sleman telah melakukan pemeriksaan kesehatan mental anak-anak dan remaja selama lima tahun terakhir. Skrining menggunakan instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) yang merupakan standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Pemeriksaan awal terdiri dari 15 pertanyaan yang diberikan kepada anak-anak usia sekolah. Apabila ditemukan indikasi masalah kesehatan mental, pemeriksaan dilanjutkan oleh pusat kesehatan melalui tim kesehatan mental.
Tim tersebut melibatkan psikolog, dokter terlatih, dan perawat kesehatan mental. Seruni menilai deteksi dini diperlukan agar anak yang mengalami masalah psikologis dapat memperoleh perawatan sesuai dengan kebutuhannya.
Bukan Hanya Mental, Kesehatan Fisik Anak Juga Disorot
Selain kesehatan mental, Dinkes Sleman juga menemukan sejumlah persoalan pada pemeriksaan kesehatan fisik anak usia sekolah dan remaja.
Dari 56.140 anak usia sekolah dan remaja yang menjalani pemeriksaan kesehatan, sebanyak 18,42% ditemukan memiliki tekanan darah tinggi. Kemudian 0,73% mengalami gula darah tinggi atau hiperglikemia.
Sementara itu, sebanyak 3,62% atau 674 anak ditemukan berada dalam kondisi pradiabetes.
Temuan kesehatan mental maupun fisik tersebut memperkuat pentingnya promosi dan pencegahan kesehatan sejak usia sekolah. Upaya tersebut antara lain melalui penerapan gaya hidup sehat dan peningkatan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan anak-anak.
DPRD Sleman Dorong OPD Aktif Promosikan Hidup Sehat
Ketua Komisi D DPRD Sleman, M. Arif Priyosusanto, mengatakan persoalan kesehatan tidak hanya menjadi urusan Dinkes Sleman. Menurutnya, organisasi perangkat daerah (OPD) lain juga memiliki peran dalam mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
Arif secara khusus menyoroti peran Departemen Pemuda dan Olahraga (Dispora) dalam mempromosikan aktivitas fisik dan olahraga di tengah masyarakat.
"Saran saya lebih tertuju pada beberapa OPD (Dinas Kesehatan Masyarakat) untuk mempromosikan gaya hidup sehat, termasuk Diaspora untuk lebih aktif dalam meningkatkan kegiatan olahraga masyarakat. Termasuk olahraga tradisional sebagai sarana rekreasi berbiaya rendah bagi masyarakat," kata Arif.
Dorongan tersebut melengkapi upaya deteksi dini yang dilakukan Dinkes Sleman. Selain menemukan masalah kesehatan mental sejak awal, promosi gaya hidup sehat dan aktivitas fisik dinilai penting untuk mendukung kesehatan anak dan remaja secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
ChatGPT kini punya fitur virtual try-on untuk melihat pakaian pada foto pengguna. Simak cara pakai dan batasannya sebelum membeli.
Harga tiket final Indonesia vs Thailand mulai Rp250 ribu hingga Rp1 juta. Cek kategori, syarat Garuda ID, dan cara belinya.
DIY dinilai memiliki SDM dan teknologi yang memadai untuk mengembangkan Smart Province, dengan tantangan utama pada integrasi, regulasi, dan kolaborasi.
Bintang/Sofyan menghadapi Qatar di final voli pantai Asian Games 2026, Sabtu (3/10). Laga berlangsung pukul 11.00 WIB.
anda HP terkena spyware bisa terlihat dari perubahan perilaku perangkat. Kenali gejala dan cara mengamankan data pribadi.