Kapanewon Cangkringan Hadapi Kekeringan dan Kebakaran selama Musim Kemarau

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Rabu, 30 September 2026 17:37 WIB
Kapanewon Cangkringan Hadapi Kekeringan dan Kebakaran selama Musim Kemarau

Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, SLEMAN—Kemarau panjang mulai berdampak pada pelayanan masyarakat di Kapanewon Cangkringan, Sleman. Dua sekolah dilaporkan mengalami kekurangan air bersih, sementara tiga kebakaran terjadi di sejumlah lokasi sejak Juni 2026.

Panewu Cangkringan Tamzis Sarwana mengatakan kekurangan air bersih terjadi di SD Negeri 2 Cangkringan dan SD Pusmalang. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena air merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia untuk mendukung aktivitas di fasilitas pendidikan.

Menurut Tamzis, Pemerintah Kapanewon Cangkringan telah berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan untuk menindaklanjuti kebutuhan air bersih di dua sekolah tersebut.

Warga Diminta Hemat Air

Di tengah kondisi kemarau, masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada warga di Kalurahan Umbulharjo, Kepuharjo, dan Glagaharjo yang masuk wilayah dengan potensi tinggi mengalami kekeringan.

Kemarau panjang tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih. Kondisi lahan dan lingkungan yang semakin kering juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di wilayah Cangkringan.

Tamzis mencatat setidaknya ada tiga kejadian kebakaran sejak Juni 2026. Peristiwa tersebut meliputi kebakaran rumah di Randusari, Kalurahan Argomulyo, kebakaran lahan bambu di Gondang, Umbulharjo, serta kebakaran lahan di Gungan, Wukirsari.

Tamzis meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kering masih berlangsung.

“Pengawasan diperlukan terutama terhadap aktivitas yang berpotensi memicu api di permukiman maupun lahan,” kata Tamzis ditemui di Rumah Makan Timbul Roso, Wukirsari, Rabu (30/9/2026).

Ancaman Kemarau dan Aktivitas Gunung Merapi

Selain persoalan kekeringan dan kebakaran, Cangkringan juga menghadapi potensi bahaya dari aktivitas Gunung Merapi yang masih berstatus Siaga.

Tamzis mengingatkan potensi luncuran awan panas dan guguran Gunung Merapi diperkirakan masih mengarah ke Kali Kuning. Kondisi tersebut membuat mitigasi bencana di Cangkringan perlu memperhatikan lebih dari satu ancaman.

Upaya kesiapsiagaan karena itu tidak hanya berkaitan dengan dampak kemarau, tetapi juga dengan potensi bencana akibat aktivitas Gunung Merapi.

Cangkringan sendiri merupakan salah satu kawasan utama pariwisata Sleman Utara. Pemerintah kapanewon mendorong pengelola jeep, restoran, lokasi wisata, masyarakat, pemerintah kalurahan, Polsek, dan Koramil untuk memperhatikan aspek keamanan dalam setiap aktivitas wisata.

Kombinasi kekeringan, kebakaran, dan ancaman erupsi menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Cangkringan. Kewaspadaan dinilai penting untuk menjaga aktivitas warga sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan di tengah kondisi tersebut.

Sleman Catat 56 Kebakaran hingga Pertengahan Mei

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sleman Gunardi mengatakan kasus kebakaran di Sleman juga masih menjadi perhatian.

Dihubungi secara terpisah, Gunardi menyebut sepanjang awal tahun hingga pertengahan Mei 2026 telah tercatat 56 kasus kebakaran.

Jumlah tersebut diperkirakan masih berpotensi bertambah. Hal itu seiring prediksi munculnya fenomena El Nino pada semester kedua tahun ini yang dapat memicu musim kemarau lebih panjang dan ekstrem.

Menurut Gunardi, kelalaian manusia masih menjadi penyebab utama kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat menjalankan aktivitas sehari-hari yang berpotensi memicu munculnya api.

Kondisi kemarau panjang menjadi pengingat agar upaya pencegahan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Penghematan air, kewaspadaan terhadap sumber api, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi di Cangkringan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online