Parkir Lapangan Pemda Sleman Ditata, Tarif Mulai Rp2.000
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Ilustrasi tanaman singkong di area persawahan Ngemplak, Sleman./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, SLEMAN—Musim kemarau di Sleman diperkirakan berlangsung lebih panjang dari prakiraan awal. Hujan yang sebelumnya diprediksi mulai turun pada November berpotensi baru datang pada Desember, sehingga sektor pertanian diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap keterbatasan air.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Liem Astuti, mengatakan informasi mengenai perpanjangan musim kemarau tersebut diperoleh dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Kondisi itu membuat petani perlu siaga dan waspada terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
Menurut Liem, kondisi kekeringan dalam sektor pertanian tidak hanya dilihat dari tanah yang mulai kering. Kondisi tanaman juga menjadi indikator untuk mengetahui tingkat kekeringan yang terjadi.
“Misal daun tanaman menggulung itu berarti mulai kekeringan 30 persen atau ada tanda-tanda lain yang menjadi indikator kekeringan 50 persen,” kata Liem ditemui di kantornya, Rabu (30/9/2026).
Antisipasi Kekeringan Dimulai Sejak Awal Tahun
DP3 Sleman telah melakukan langkah antisipasi sejak awal tahun. Salah satunya melalui surat edaran tentang antisipasi dampak kekeringan yang diterbitkan pada 31 Maret 2026.
Surat edaran tersebut disebarkan hingga tingkat kelurahan dan dusun. Tujuannya agar petani dapat melakukan perencanaan usaha tani dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang diperkirakan terjadi.
“Sehingga ketika mereka tahu bahwa situasinya akan kekeringan atau kondisi curah hujan terbatas, mereka mengatur pola tanam dan jenis tanaman yang ditanam,” katanya.
Menurut Liem, penyesuaian juga dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan air. Petani diarahkan memilih komoditas yang sesuai dengan kondisi tersebut.
Pada sektor perikanan, misalnya, petani diarahkan memilih jenis ikan yang tidak membutuhkan banyak air, seperti lele. Sementara itu, peternak menyesuaikan pengelolaan pakan untuk menghadapi kondisi kekeringan.
Hingga saat ini, tidak adanya laporan kekeringan menjadi salah satu indikator keberhasilan upaya antisipasi yang telah dilakukan sejak awal tahun.
Infrastruktur Air Pertanian Diperkuat
Selain mengatur pola tanam dan jenis komoditas, DP3 Sleman juga mengakses dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan serta perbaikan infrastruktur pertanian. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menghadapi potensi keterbatasan air selama kemarau yang lebih panjang.
Dari pemerintah pusat terdapat sekitar 37 unit perbaikan irigasi tersier. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 unit telah selesai, 14 unit hampir selesai, dan lima unit masih berproses.
Dukungan lainnya mencakup sekitar 14 unit irigasi perpompaan dan tiga unit jalan usaha tani. Sementara dari APBD Sleman, dukungan diberikan melalui pembangunan sumur dangkal, penyediaan pompa air, serta Embung Kluwek di Prambanan.
Seluruh Wilayah DIY Berstatus Awas
Kondisi kemarau juga menjadi perhatian karena BMKG memperingatkan adanya wilayah yang berpotensi mengalami atau melanjutkan kekeringan akibat curah hujan rendah pada periode 1–10 Oktober 2026. Seluruh wilayah DIY berada dalam kategori awas.
Kategori Awas merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam sistem peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG. Status tersebut menunjukkan kondisi kekeringan yang serius.
Kondisi itu antara lain ditandai dengan hari tanpa hujan sedikitnya 61 hari dan/atau indikasi curah hujan yang sangat rendah berdasarkan prakiraan atau indeks kekeringan BMKG.
Ketua DPRD Sleman, Gustan Ganda, meminta petani menyesuaikan pola tanam dengan data resmi BMKG. Penyesuaian juga perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah di Sleman, terutama kawasan yang mengandalkan air irigasi.
“Tentu penyesuaian itu juga perlu sesuaikan lagi dengan kondisi Kabupaten Sleman di beberapa wilayah yang mengandalkan air irigasi untuk bisa mengatur pola tanam dan penggunaan air,” kata Ganda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.