Pengguna QRIS di DIY Tembus 1,2 Juta, Transaksi Capai Rp6,85 Triliun

Anisatul Umah
Anisatul Umah Rabu, 30 September 2026 12:27 WIB
Pengguna QRIS di DIY Tembus 1,2 Juta, Transaksi Capai Rp6,85 Triliun

Ilustrasi penggunaan QRIS./Antara

Harianjogja.com, JOGJA— Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus meningkat. Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY mencatat jumlah pengguna QRIS hingga Agustus 2026 mencapai 1,20 juta pengguna.

Jumlah tersebut tumbuh 23,59% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan juga terlihat pada jumlah merchant yang menerima pembayaran QRIS, yakni mencapai 1,17 juta merchant atau meningkat 19,99% yoy.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI DIY Sri Darmadi Sudibyo mengatakan pertumbuhan tersebut turut mendorong peningkatan aktivitas transaksi digital di DIY.

Hingga Agustus 2026, volume transaksi QRIS di DIY tercatat 667,73 juta transaksi atau tumbuh 60,17% yoy. Sementara nominal transaksinya mencapai Rp6,85 triliun, meningkat 33,40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Sri Darmadi, perluasan penggunaan QRIS di DIY juga semakin menjangkau pelaku usaha mikro dan kecil. Sekitar 92% merchant QRIS di DIY berasal dari kelompok usaha mikro dan kecil.

Sebaran merchant QRIS juga telah menjangkau seluruh kabupaten/kota di DIY. Kondisi tersebut menunjukkan pembayaran digital semakin digunakan dalam aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk perdagangan dan UMKM.

QRIS Menjangkau Perdagangan hingga Layanan Publik

BI KPw DIY terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), BPD DIY, Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas pemanfaatan pembayaran digital.

Sri Darmadi mengatakan penguatan sinergi tersebut diarahkan pada sejumlah sektor yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat.

"Sinergi diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan pembayaran digital pada sektor perdagangan dan UMKM, pariwisata, transportasi, pasar, serta pembayaran pajak, retribusi daerah, dan layanan publik," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (30/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pelaksanaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) yang berlangsung pada 24–26 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS, pembayaran digital tidak hanya berkembang pada transaksi ritel, tetapi juga diarahkan untuk mendukung digitalisasi transaksi pemerintah daerah dan layanan publik.

Transaksi Digital Nasional Tumbuh 40,36%

Pertumbuhan transaksi digital juga terjadi secara nasional. Hingga Agustus 2026, transaksi ekonomi dan keuangan digital tercatat tumbuh 40,36% yoy atau mencapai 6,11 miliar transaksi.

Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang oleh peningkatan akseptasi QRIS. Secara nasional, jumlah pengguna QRIS telah mencapai 69,32 juta pengguna dengan jumlah merchant sebanyak 47,11 juta.

Ke depan, optimalisasi manfaat QRIS akan terus diperkuat seiring dengan pertumbuhan penggunaan Kartu Kredit Indonesia.

Dari sisi infrastruktur pembayaran ritel, volume transaksi melalui BI-FAST hingga Agustus 2026 mencapai 549 juta transaksi dengan nilai Rp1.346 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menekankan pentingnya percepatan transformasi digital melalui sinergi antarpemangku kepentingan, penguatan keamanan sistem pembayaran, dan pelindungan konsumen.

"Transformasi digital harus mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional," kata Destry.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi ekonomi digital Indonesia mendekati US$100 miliar pada 2025.

Potensi tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai US$180 miliar–US$340 miliar pada 2030. Menurut Airlangga, peluang tersebut perlu dioptimalkan melalui inovasi dan pengembangan talenta digital.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online