Hujan Diprediksi Mundur ke Desember, Pertanian Sleman Diminta Waspada
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Peternakan sapi perah yang ada di Kabupaten Sleman. // Istimewa/Dokumen DP3 Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Koperasi Susu Merapi Sejahtera atau Koperasi Semesta belum dapat memasok susu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski telah berkomunikasi dengan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), keterbatasan produksi menjadi kendala utama.
Ketua Koperasi Susu Merapi Sejahtera "SAMESTA", Ruslan, mengatakan produksi susu koperasi saat ini mencapai sekitar lima ton per hari. Seluruh produksi tersebut sudah terserap oleh industri maupun pelaku UMKM dan retailer di Sleman.
Salah satu industri yang menyerap produksi susu Koperasi Semesta adalah PT Sarihusada Generasi Mahardhika. Kondisi tersebut membuat koperasi belum dapat membuka pasokan baru untuk kebutuhan SPPG.
“Sudah komunikasi dengan beberapa SPPG, tetapi kami belum dapat membuka karena terkait bahan baku belum ada di tempat kami yang masih kurang,” kata Ruslan ditemui di Kantor DP3 Sleman, Rabu (30/9/2026).
Produksi Susu Sudah Terikat Kontrak
Ruslan menjelaskan Koperasi Semesta tidak bisa begitu saja mengalihkan produksi susu yang selama ini dipasok kepada industri untuk memenuhi kebutuhan MBG.
Pasalnya, koperasi telah memiliki kontrak dan nota kesepahaman atau MoU dengan industri yang menjadi pembeli susu. Salah satunya adalah PT Sarihusada Generasi Mahardhika atau PT SGM.
“Kalau kami paksakan nanti kami harus mengurangi ke industri, dalam hal ini sudah ada kontrak, ada MoU dengan PT SGM juga,” ujarnya.
Saat ini, sekitar 60% produksi susu Koperasi Semesta disalurkan kepada industri. Sementara 40% lainnya diserap UMKM dan retailer.
Salah satu produk UMKM yang menggunakan pasokan susu dari koperasi adalah keju yang diproduksi pelaku UMKM di Sleman.
Dengan kondisi tersebut, Koperasi Semesta perlu menambah kapasitas produksi terlebih dahulu agar dapat memiliki pasokan tambahan yang bisa digunakan untuk mendukung program pemerintah, termasuk kebutuhan susu bagi SPPG dalam pelaksanaan MBG.
Tambah 200 Sapi Perah
Untuk meningkatkan produksi, Koperasi Semesta berencana menambah populasi sapi perah sebanyak 200 ekor pada tahun ini.
Penambahan populasi tersebut ditargetkan mampu meningkatkan produksi susu sekitar tiga ton per hari. Tambahan produksi itu diharapkan dapat menjadi sumber pasokan baru untuk mendukung kebutuhan program pemerintah.
Selain menambah jumlah sapi, koperasi juga berupaya meningkatkan produktivitas sapi perah milik anggota melalui perbaikan mutu genetik.
Mulai Oktober, Koperasi Semesta berencana menggunakan semen beku impor jenis American Holstein dari Amerika Serikat. Program tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan PT Dairy Lac Internasional.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sapi perah anggota dan menambah produksi susu Koperasi Semesta dalam beberapa tahun mendatang.
“Harapannya di dua atau tiga tahun yang akan datang rata-rata produksi dari ternak sapi itu akan meningkat,” katanya.
Dengan penambahan populasi sapi dan upaya peningkatan mutu genetik, Koperasi Semesta berharap kapasitas produksi susu ke depan dapat bertambah. Tambahan produksi tersebut nantinya dapat membuka peluang koperasi untuk memenuhi kebutuhan pasokan susu bagi SPPG dalam program MBG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Per 1 Oktober 2026, belum ada gerai KDMP di Kulonprogo yang beroperasi. Verifikasi dan validasi bangunan masih berlangsung.
Bahlil Lahadalia mengatakan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi dibentuk untuk mempercepat eksekusi target hilirisasi dan transisi energi.
PT Virgo Karya Shipping memberikan pendampingan hukum kepada nakhoda Kapal Virgo Transport 8 yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sarmuji resmi menjadi Menperin menggantikan Agus Gumiwang. Kadin meminta empat persoalan industri segera menjadi perhatian.
Koperasi Semesta belum bisa memasok susu untuk MBG karena produksi terserap industri dan UMKM. Populasi sapi akan ditambah 200 ekor.