Cegah Kekerasan, Kemenag DIY Minta Seluruh Pesantren Bentuk TPPK Sebelum Akhir 2026
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Seorang warga Rejosari di Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Trisnanto, membuat sumur di aliran Kali Oya yang mengering, Rabu (26/8/2026)./Harian Jogja-David Kurniawan\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memperpanjang status siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026. Perpanjangan ini dilakukan saat kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah masih ditangani melalui dropping air.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan penanganan kekeringan di Kabupaten Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo, dan Sleman masih aman hingga akhir September. Memasuki Oktober, kebutuhan air bersih di wilayah terdampak dipastikan masih dapat dipenuhi.
Menurut Ruruh, Gunungkidul juga telah memiliki anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan kekeringan. Sementara itu, Pemda DIY menyiapkan dukungan melalui anggaran perubahan jika bantuan sewaktu-waktu dibutuhkan.
"Ya, [siaga darurat kekeringan] masih diperpanjang nanti sampai akhir November," ujarnya, Rabu (30/9/2026).
Sejumlah Wilayah Masih Rawan Kekeringan
Ruruh menyebut sejumlah wilayah masih masuk kategori rawan kekeringan. Di Gunungkidul, kawasan yang menjadi perhatian antara lain Tepus, Rongkop, dan yang terbaru Gedang Sari.
Selain itu, kekeringan juga terjadi di Geger Pundong, Kabupaten Bantul, serta Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo.
Meski demikian, sejauh ini belum ada kabupaten yang mengajukan bantuan kekeringan kepada Pemda DIY. Dukungan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih telah disalurkan melalui ASN dan Korpri serta didukung Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan.
Hujan Diperkirakan Mulai Datang November
Ketersediaan air bersih masih menjadi perhatian karena hujan belum dipastikan turun merata dalam waktu dekat. Ruruh menyebut prakiraan hujan mulai muncul pada pertengahan November, meski intensitasnya masih sedikit.
"[prakiraan hujan] ada yang di pertengahan November, tapi itu masih sedikit-sedikit. Ada yang di akhir akhir November, ada yang di awal Desember. Jadi itu kira-kira di akhir November sama Desember awal itu mungkin," jelasnya.
Karena itu, BPBD DIY tetap meminta masyarakat mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan selama kondisi kering berlangsung. Kebakaran dapat dipicu aktivitas sederhana seperti membuang puntung rokok, membakar sampah, membakar lahan, maupun membakar daun kering tanpa pengawasan.
BPBD DIY Usulkan Sumur Bor ke BNPB
Selain mengandalkan dropping air, BPBD DIY mengusulkan pembangunan sumur bor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Usulan tersebut ditujukan untuk tiga wilayah, yakni Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo.
Ruruh mengatakan sampai saat ini belum ada kepastian apakah usulan pembangunan sumur bor tersebut akan disetujui. Namun, menurutnya, keberadaan sumur bor dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan.
"Kalau itu di ACC akan menjadi tambahan kekuatan supaya dropping airnya menjadi semakin berkurang," tuturnya.
Menurut Ruruh, dropping air yang selama ini dilakukan merupakan solusi konvensional untuk penanganan jangka pendek. Usulan pembangunan sumur bor kepada BNPB tersebut telah disampaikan sekitar sebulan lalu.
"Sumur bor, kemudian pemipaan dari mata air, dan sebagainya itu kan solusi jangka panjang yang bisa menyelesaikan itu secara berkelanjutan," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137