Parkir Lapangan Pemda Sleman Kini Berbayar, Akses Publik Disorot
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
Foto ilustrasi vaksinasi rabies pada anjing. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN— Kedekatan manusia dengan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengingatkan adanya risiko penularan penyakit zoonosis dan mendorong vaksinasi rabies sebagai salah satu langkah pencegahan.
Pesan tersebut disampaikan dalam Pekan Vaksinasi Rabies yang digelar Pemkab Sleman di halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Rabu (30/9/2026).
Kepala DP3 Sleman Liem Astuti mengatakan interaksi antara hewan peliharaan dan pemiliknya kini semakin dekat. Kondisi tersebut membuat kesehatan hewan menjadi hal yang perlu diperhatikan agar penyakit yang menyerang hewan tidak berdampak kepada manusia.
"Hewan ini dirawat kesehatannya agar penyakit-penyakit hewan tidak berefek kepada pemiliknya. Salah satu menjaga kesehatan itu adalah vaksinasi rabies," kata Liem ditemui di sela-sela kegiatan, Rabu.
Dalam kegiatan vaksinasi tersebut, sebanyak 340 pemilik hewan mendaftarkan peliharaannya secara daring. Dari jumlah itu, sekitar 40 hewan merupakan anjing, sedangkan sebagian besar lainnya adalah kucing.
Vaksinasi Rabies Perlu Dilakukan Berkala
Liem mengatakan kesadaran masyarakat untuk memberikan vaksinasi rabies secara berkala masih perlu ditingkatkan. Meskipun kondisi kesehatan hewan di Sleman relatif aman dan DIY berstatus bebas rabies, kewaspadaan tetap dibutuhkan untuk mencegah munculnya kasus.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa juga mengingatkan status bebas rabies bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan potensi penularan penyakit. Mobilitas hewan dari luar daerah menjadi salah satu faktor yang tetap perlu diwaspadai.
"Daerah bebas rabies bukan berarti daerah yang bebas dari kewaspadaan terhadap rabies," kata Danang.
Pemkab Sleman berupaya membangun kekebalan kelompok atau herd immunity pada hewan yang rentan melalui vaksinasi secara berkala. Upaya tersebut juga dibarengi dengan penguatan surveilans untuk mengantisipasi potensi penularan.
Selain vaksinasi, pemilik hewan diminta rutin memeriksakan kesehatan peliharaan. Kebersihan kandang dan lingkungan juga perlu dijaga, sementara pengendalian reproduksi hewan dilakukan secara bertanggung jawab.
Pencegahan Melibatkan Manusia, Hewan dan Lingkungan
Danang mengatakan pencegahan penyakit yang berasal dari hewan membutuhkan pendekatan One Health. Konsep tersebut mengintegrasikan aspek kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga medis dan dokter hewan, akademisi, komunitas, dunia usaha, hingga pemilik hewan.
Masyarakat juga diimbau memahami penanganan pertama apabila mengalami gigitan atau cakaran hewan yang berpotensi menularkan rabies. Penyakit tersebut dapat menular melalui air liur hewan yang terinfeksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137