Gebyar Batik Sleman 2026 Dorong Produk IKM dan Kesadaran Halal
Gebyar Batik Sleman 2026 digelar dengan bazar, diskon hingga 50 persen, serta edukasi sertifikasi halal bagi pelaku IKM.
Foto ilustrasi vaksinasi rabies pada anjing. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN— Kedekatan manusia dengan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengingatkan adanya risiko penularan penyakit zoonosis dan mendorong vaksinasi rabies sebagai salah satu langkah pencegahan.
Pesan tersebut disampaikan dalam Pekan Vaksinasi Rabies yang digelar Pemkab Sleman di halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Rabu (30/9/2026).
Kepala DP3 Sleman Liem Astuti mengatakan interaksi antara hewan peliharaan dan pemiliknya kini semakin dekat. Kondisi tersebut membuat kesehatan hewan menjadi hal yang perlu diperhatikan agar penyakit yang menyerang hewan tidak berdampak kepada manusia.
"Hewan ini dirawat kesehatannya agar penyakit-penyakit hewan tidak berefek kepada pemiliknya. Salah satu menjaga kesehatan itu adalah vaksinasi rabies," kata Liem ditemui di sela-sela kegiatan, Rabu.
Dalam kegiatan vaksinasi tersebut, sebanyak 340 pemilik hewan mendaftarkan peliharaannya secara daring. Dari jumlah itu, sekitar 40 hewan merupakan anjing, sedangkan sebagian besar lainnya adalah kucing.
Vaksinasi Rabies Perlu Dilakukan Berkala
Liem mengatakan kesadaran masyarakat untuk memberikan vaksinasi rabies secara berkala masih perlu ditingkatkan. Meskipun kondisi kesehatan hewan di Sleman relatif aman dan DIY berstatus bebas rabies, kewaspadaan tetap dibutuhkan untuk mencegah munculnya kasus.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa juga mengingatkan status bebas rabies bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan potensi penularan penyakit. Mobilitas hewan dari luar daerah menjadi salah satu faktor yang tetap perlu diwaspadai.
"Daerah bebas rabies bukan berarti daerah yang bebas dari kewaspadaan terhadap rabies," kata Danang.
Pemkab Sleman berupaya membangun kekebalan kelompok atau herd immunity pada hewan yang rentan melalui vaksinasi secara berkala. Upaya tersebut juga dibarengi dengan penguatan surveilans untuk mengantisipasi potensi penularan.
Selain vaksinasi, pemilik hewan diminta rutin memeriksakan kesehatan peliharaan. Kebersihan kandang dan lingkungan juga perlu dijaga, sementara pengendalian reproduksi hewan dilakukan secara bertanggung jawab.
Pencegahan Melibatkan Manusia, Hewan dan Lingkungan
Danang mengatakan pencegahan penyakit yang berasal dari hewan membutuhkan pendekatan One Health. Konsep tersebut mengintegrasikan aspek kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga medis dan dokter hewan, akademisi, komunitas, dunia usaha, hingga pemilik hewan.
Masyarakat juga diimbau memahami penanganan pertama apabila mengalami gigitan atau cakaran hewan yang berpotensi menularkan rabies. Penyakit tersebut dapat menular melalui air liur hewan yang terinfeksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gebyar Batik Sleman 2026 digelar dengan bazar, diskon hingga 50 persen, serta edukasi sertifikasi halal bagi pelaku IKM.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.
Daftar 10 negara penghasil emas terbesar dunia 2026 berdasarkan data USGS. Simak posisi Indonesia dan jumlah cadangan emasnya.
Benang Jarum meluncurkan Denim Tales pada 30 September 2026 dengan ragam siluet, monogram, paisley, serta pilihan material dan warna.
Empat shio dipandang punya prospek keberuntungan menarik pada 2027, Tahun Kambing Api. Simak daftar shio dan peruntungannya.
Colliers Indonesia menilai Gen Z sulit menembus KPR bukan sekadar karena gaya hidup, tetapi terkendala affordability dan bankability.