Minta Hujan, 1.240 Santri Sleman Gelar Salat Istisqa
Sebanyak 1.240 santri di Sleman menggelar salat istisqa saat Hari Santri 2026. BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan kepada 33 pesantren.
ILustrasi Kabupaten Layak Anak/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—DPRD Kabupaten Sleman mendorong penyediaan rumah ibadah ramah anak untuk memperkuat kedekatan generasi muda dengan lingkungan keagamaan. Program ini dinilai menjadi salah satu upaya menyiapkan generasi penerus yang memiliki fondasi spiritual dan sosial sejak dini.
Ketua Komisi A DPRD Sleman, Guntur Yoga Purnawan, mengatakan program Rumah Ibadah Ramah Anak bertujuan membiasakan anak beraktivitas di tempat ibadah. Menurut dia, kemakmuran rumah ibadah juga mencerminkan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya.
“Semakin banyak anak yang terbiasa datang ke tempat ibadah, maka gambaran masa depan akan lebih baik. Oleh karena itu, perlu disiapkan lingkungan masjid yang ramah anak, nyaman, serta didukung oleh pengurus takmir yang memahami karakter anak,” ujarnya, Senin (27/10/2026).
Rumah Ibadah Perlu Nyaman bagi Anak
Guntur menilai rumah ibadah perlu menjadi lingkungan yang nyaman bagi anak untuk mengikuti kegiatan keagamaan. Suasana yang mendukung diharapkan membuat anak semakin tertarik beraktivitas di tempat ibadah sekaligus mengenal nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
Peran pengurus takmir dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter anak. Pengelola masjid diharapkan mampu menghadirkan suasana yang membuat anak merasa nyaman ketika mengikuti kegiatan bersama jamaah.
Dengan pendekatan tersebut, rumah ibadah diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk menjalankan kegiatan keagamaan. Tempat ibadah juga dapat berfungsi sebagai ruang pembinaan yang mendukung perkembangan karakter dan kehidupan sosial anak.
Program Rumah Ibadah Ramah Anak Dukung Pembangunan Sleman
Guntur menambahkan, program Rumah Ibadah Ramah Anak menjadi bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan Bupati Sleman yang mencakup aspek fisik dan nonfisik. Pembangunan fisik diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur yang baik, sedangkan pembangunan nonfisik dilakukan dengan memperkuat nilai keagamaan dan sosial masyarakat.
“Pembangunan masyarakat akan seimbang apabila pembangunan fisik dan spiritual berjalan beriringan. Harapannya, program ini memberikan manfaat bagi jamaah Masjid Agung Rohmat, khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya,” imbuhnya.
Menurut Guntur, keseimbangan pembangunan fisik dan spiritual diperlukan untuk mendukung kehidupan masyarakat yang lebih baik. Karena itu, program tersebut diharapkan memberikan manfaat tidak hanya bagi jamaah Masjid Agung Rohmat, tetapi juga masyarakat luas.
Dorong Pembentukan Karakter Generasi Muda
Guntur berharap program Rumah Ibadah Ramah Anak dapat memperkuat fungsi tempat ibadah sebagai ruang pembinaan generasi muda. Selain menjadi tempat menjalankan kegiatan keagamaan, rumah ibadah diharapkan turut mendukung pembentukan karakter anak melalui pengenalan nilai moral, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dukungan pengurus takmir dan masyarakat menjadi bagian penting untuk mewujudkan tujuan tersebut. Lingkungan yang ramah dan nyaman diharapkan membuat rumah ibadah semakin dekat dengan kehidupan anak serta berkontribusi dalam menyiapkan generasi penerus di Kabupaten Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.240 santri di Sleman menggelar salat istisqa saat Hari Santri 2026. BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan kepada 33 pesantren.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.