Minta Hujan, 1.240 Santri Sleman Gelar Salat Istisqa

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Kamis, 22 Oktober 2026 15:27 WIB
Minta Hujan, 1.240 Santri Sleman Gelar Salat Istisqa

Ribuan santri di Kabupaten Sleman menggelar Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (22/10/2026)./Istimewa-Dokumen Pemkab Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 1.240 santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Sleman menggelar Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Santri 2026.

Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, KH. Mas'ud Masduki, bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat berjamaah yang berlangsung di Lapangan Pemda Sleman.

Dalam kutbahnya, KH. Mas'ud Masduki mengajak para santri dan jemaah untuk bertobat serta memperbanyak istigfar sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT.

“Kesadaran mengakui kekhilafan dan memohon ampun dengan tulus menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan dan keberkahan bagi masyarakat,” katanya di Lapangan Pemda Sleman pada Kamis.

Amanat Bupati Sleman pada Hari Santri 2026

Salat istisqa dilaksanakan sebelum upacara bendera peringatan Hari Santri 2026. Sebanyak 1.240 santriwan dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di Sleman mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Sekretaris Daerah Sleman, Abu Bakar, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Dalam amanatnya, Harda menyampaikan tema Hari Santri tahun ini, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut diharapkan menjadi momentum bagi para santri di Sleman untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas.

“Saya berpesan agar santri masa kini mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjaga akhlak, serta adaptif terhadap perubahan zaman dengan memegang prinsip man jadda wa jadda,” katanya.

Santri Diminta Jaga Kerukunan dan Kembangkan Kewirausahaan

Selain mendorong penguasaan ilmu agama, pengetahuan, dan teknologi, Bupati Sleman juga mengingatkan para santri agar tetap memegang teguh falsafah Jawa Sangkan Paraning Dumadi.

Para santri juga diminta menghormati kiai dan guru serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman bangsa. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dalam amanat yang sama, Harda berharap para santri dapat mengembangkan keterampilan kewirausahaan. Pesantren juga diharapkan semakin memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat.

Baznas Sleman Salurkan Bantuan untuk 33 Pesantren

Rangkaian peringatan Hari Santri 2026 di Sleman kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan Program Santripreneur dari Baznas Kabupaten Sleman kepada 33 pondok pesantren.

Bantuan berupa modal usaha tersebut ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Program Santripreneur itu telah dilaksanakan Baznas Sleman selama tiga tahun berturut-turut.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan usaha di lingkungan pesantren sekaligus memperkuat peran santri dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online