Sleman Siapkan Rp46,6 Juta untuk Atlet dan Pelatih Peparpeda

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Minggu, 18 Oktober 2026 14:47 WIB
Sleman Siapkan Rp46,6 Juta untuk Atlet dan Pelatih Peparpeda

Catur - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengalokasikan anggaran untuk penghargaan senilai Rp46,6 juta bagi atlet pelajar dan pelatih yang berprestasi dalam Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) DIY 2026. Penghargaan tersebut diberikan setelah kontingen asal Sleman meraih 23 medali dalam ajang olahraga pelajar penyandang disabilitas tersebut.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman, Cholis Noor Mutaslimah, mengatakan kontingen Sleman mengirimkan 35 atlet untuk bertanding dalam lima cabang olahraga (cabor). Kelima cabor tersebut meliputi atletik, bulu tangkis, boccia, tenis meja, dan renang.

Dari total atlet yang dikirimkan, sebanyak 21 atlet berhasil meraih medali. Capaian kontingen Sleman terdiri dari empat medali emas, delapan medali perak, dan 11 medali perunggu.

“Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Sleman juga memberikan penghargaan kepada 10 pelatih dengan total nilai Rp18,5 juta,” katanya, dikutip Minggu (18/9/2026).

Cholis menjelaskan besaran penghargaan bagi atlet disesuaikan dengan kategori dan medali yang berhasil diraih. Penghargaan juga diberikan kepada para pelatih sebagai pengakuan atas peran mereka dalam mendampingi, membina, dan mempersiapkan atlet selama proses latihan hingga kompetisi.

Pemkab Sleman Dorong Olahraga Inklusif

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Abu Bakar, mengatakan keikutsertaan kontingen Sleman dalam Peparpeda DIY menjadi kesempatan bagi atlet pelajar penyandang disabilitas untuk mengembangkan bakat dan kemampuan melalui kompetisi yang sehat dan berkelanjutan.

Dia menilai prestasi yang diraih merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, keberanian, dan ketekunan atlet, serta dukungan para pelatih selama proses pembinaan.

Abu menambahkan Pemkab Sleman berkomitmen mendorong pembinaan olahraga yang inklusif. Upaya tersebut ditujukan agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dan mengembangkan potensi sesuai dengan bakat masing-masing.

Menurut dia, pembinaan olahraga tidak hanya berorientasi pada perolehan medali. Proses tersebut juga berperan dalam membentuk karakter, kemandirian, sportivitas, ketangguhan, dan kepercayaan diri generasi muda.

Melalui dukungan tersebut, dia berharap semakin banyak atlet pelajar penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, berkompetisi, dan meraih prestasi di tingkat daerah maupun jenjang berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online