Tentara dan Polisi Akan Dilibatkan dalam Pendataan Bansos Lewat Perlinsos di Bantul
Dinsos Bantul menyiapkan pelibatan TNI-Polri dalam pendataan bansos melalui Perlinsos. Data yang telah diinput mencapai sekitar 4.500.
Ilustrasi gedung sekolah rusak - JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komisi D DPRD Gunungkidul mengingatkan sekolah agar mengerjakan program revitalisasi sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku. Peringatan ini disampaikan setelah dewan meninjau tiga sekolah penerima bantuan pemerintah pusat, yakni SDN Purwodadi, SMP Negeri 3 Tepus, dan SMP PGRI Semanu.
Dari hasil peninjauan pada Kamis (22/10/2026), DPRD menilai proses pembangunan dan bahan yang digunakan di sejumlah sekolah tersebut sejauh ini masih dalam kondisi normal. Meski demikian, pengelolaan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan tetap harus diperhatikan agar tidak menimbulkan persoalan saat pemeriksaan.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto, mengatakan kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan revitalisasi sekolah, sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.
“Menurut pengamatan kami normal-normal saja. Bahan-bahannya juga cukup berkualitas,” kata Heri pada Kamis (22/10/2026).
DPRD Cek Langsung Revitalisasi SMP Negeri 3 Tepus
Peninjauan Komisi D DPRD Gunungkidul dilakukan di tiga satuan pendidikan, yaitu SDN Purwodadi, SMP Negeri 3 Tepus, dan SMP PGRI Semanu. Ketiganya merupakan sekolah yang mendapatkan program bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.
Heri menjelaskan, kunjungan tersebut juga bertujuan memastikan pengerjaan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Langkah itu sekaligus merespons informasi miring yang sebelumnya beredar di media sosial mengenai pekerjaan revitalisasi di SMP Negeri 3 Tepus.
Setelah memeriksa kondisi di lapangan, Heri menilai pengerjaan di sekolah tersebut berlangsung sebagaimana mestinya. Menurut dia, pelaksanaan pembangunan masih sesuai dengan spesifikasi atau perencanaan yang telah ditentukan.
Meski hasil peninjauan menunjukkan kondisi yang dinilai normal, Heri meminta pihak sekolah tetap berhati-hati dalam mengelola program revitalisasi. Ia mengingatkan bahwa anggaran yang digunakan merupakan uang rakyat sehingga pelaksanaannya harus dapat dipertanggungjawabkan.
"Namun kami tetap mengingatkan pihak sekolah agar tetap berhati-hati dalam mengelola program revitalisasi. Sebab anggaran itu dari rakyat jangan sampai ke depan jadi temuan dan malah jadi masalah," ujarnya.
Sekolah Diminta Pastikan Pekerjaan Sesuai Spesifikasi
Heri menekankan bahwa kepatuhan terhadap ketentuan menjadi hal penting dalam pelaksanaan revitalisasi sekolah. Dengan pengerjaan yang sesuai perencanaan, sekolah diharapkan dapat menghindari persoalan ketika program tersebut diperiksa.
Perhatian terhadap pelaksanaan pembangunan juga berkaitan dengan mekanisme yang digunakan. Program revitalisasi tersebut dilaksanakan secara swakelola, dengan sekolah sebagai pihak yang mengerjakan kegiatan.
Karena itu, sekolah perlu memastikan pembangunan dilakukan secara benar dan sesuai kebutuhan. Heri berharap hasil revitalisasi mampu meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus mencegah kerusakan kembali dalam waktu singkat.
Sebanyak 131 Satuan Pendidikan Direvitalisasi
Di luar peninjauan terhadap tiga sekolah tersebut, Heri menyebut sebanyak 131 satuan pendidikan di Gunungkidul mendapatkan program revitalisasi pada tahun ini. Penerima program mencakup jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP.
Program tersebut berada di luar pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sementara itu, Heri menilai alokasi APBD untuk perbaikan sarana pendidikan di Gunungkidul masih terbatas.
Menurut dia, masih banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana. Kondisi tersebut membuat perhatian pemerintah terhadap kebutuhan rehabilitasi sekolah menjadi penting agar fasilitas pendidikan yang memerlukan penanganan dapat diperbaiki.
"Memang masih banyak sarana dan prasarana pendidikan yang membutuhkan perbaikan di Gunungkidul. Karena itu, pemerintah diharapkan lebih peka terhadap kebutuhan sekolah, terutama yang kondisinya memerlukan rehabilitasi," kata Heri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Bantul menyiapkan pelibatan TNI-Polri dalam pendataan bansos melalui Perlinsos. Data yang telah diinput mencapai sekitar 4.500.
BPD DIY meraih tiga prestasi di Frontliner Championship BPDSI 2026. Capaian ini menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan nasabah.
Hari Santri Nasional menjadi momentum memperkuat literasi digital di pesantren untuk membentengi generasi muda dari intoleransi dan radikalisme.
DPRD DIY memperjuangkan kenaikan Danais 2027 setelah alokasi turun menjadi Rp1 triliun. APBD DIY ditargetkan ditetapkan 20 November 2026.
IHSG sempat anjlok 11,57% pada Oktober 2026. BEI DIY mengingatkan investor memahami risiko, sementara ekonom UGM menjelaskan usulan MSCI.
DPRD Gunungkidul meninjau revitalisasi tiga sekolah dan mengingatkan pelaksana agar sesuai spesifikasi serta tidak bermasalah saat pemeriksaan.