SEMA UGM Surati ASEAN soal Kabut Asap, Desak Evaluasi Penanganan Karhutla
SEMA UGM menyurati Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn untuk mendesak evaluasi kepatuhan Indonesia dalam penanganan karhutla dan kabut asap lintas negara.
Wisatawan berada di kawasan wisata lereng Gunung Merapi, Bungker Kaliadem, Sleman/Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman memperkuat mitigasi bencana di kawasan rawan Gunung Merapi, khususnya wilayah pegunungan di Cangkringan dan sekitarnya. Upaya tersebut mencakup perbaikan jalur evakuasi, penambahan sistem peringatan dini, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan mitigasi dilakukan melalui dua pendekatan, yakni struktural dan nonstruktural. Mitigasi struktural berfokus pada penguatan infrastruktur fisik, sementara mitigasi nonstruktural dilakukan melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat.
“Untuk perbaikan jalur evakuasi, penambahan rambu-rambu evakuasi, peringatan-peringatan, kemudian early warning system (EWS) diperbanyak dan diperbaiki,” kata Bambang pada Selasa (20/10/2026).
BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga
Selain membenahi infrastruktur, BPBD Sleman meningkatkan kapasitas relawan yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Edukasi kepada masyarakat juga dilakukan melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) agar warga memahami risiko bencana serta mengetahui langkah penyelamatan saat kondisi darurat.
Bambang mengatakan warga yang tinggal di kawasan rawan Gunung Merapi perlu beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan memahami prosedur evakuasi. Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi kebencanaan melalui saluran resmi BPBD maupun informasi dari relawan.
Kesiapan lingkungan tempat tinggal turut menjadi perhatian ketika menghadapi kemungkinan keadaan darurat. Bambang mengingatkan warga agar memarkir kendaraan dengan posisi menghadap jalan sehingga bisa segera digunakan untuk evakuasi jika diperlukan.
Masyarakat juga diminta mematuhi rekomendasi radius bahaya yang ditetapkan otoritas terkait. Berdasarkan penjelasan Bambang, batas yang disebutkan meliputi tujuh kilometer, lima kilometer di sektor selatan dan tenggara, serta tiga kilometer di sektor barat dan timur.
Warga di kawasan rawan Merapi perlu mengikuti informasi resmi mengenai zona bahaya yang berlaku.
Simulasi Bencana Digelar Minimal Setahun Sekali
Untuk menguji kesiapan menghadapi situasi darurat, BPBD Sleman menggelar simulasi penanggulangan bencana skala besar minimal satu kali dalam setahun.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemadam kebakaran, Basarnas, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD, hingga relawan di kawasan rawan bencana.
Menurut Bambang, simulasi menjadi bagian dari mitigasi nonstruktural untuk menguji kesiapan serta koordinasi antarpihak ketika menghadapi kondisi darurat.
Di sisi lain, mitigasi struktural juga dilakukan melalui perbaikan jalan yang menjadi akses evakuasi. Salah satu upayanya adalah memperlebar sisi kanan dan kiri jalan masing-masing sekitar 15 sentimeter pada ruas yang ditangani.
Perbaikan tersebut diharapkan membuat akses kendaraan lebih memadai saat proses evakuasi berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SEMA UGM menyurati Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn untuk mendesak evaluasi kepatuhan Indonesia dalam penanganan karhutla dan kabut asap lintas negara.
DPRD Sleman mendorong UMKM Padukuhan Sedogan meningkatkan kualitas produk dan pemasaran untuk menangkap peluang ekonomi Exit Tol Banyurejo.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, realisasi Program 3 Juta Rumah tercatat 324.213 unit. Pemerintah menggenjot FLPP, BSPS, dan KUR Perumahan.
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
Polisi mengevakuasi enam aktivis Greenpeace Indonesia dari Monumen Selamat Datang di Bundaran HI. Seorang aktivis perempuan mendapat penanganan medis.
WNA Italia berinisial PZ dideportasi melalui Bandara YIA setelah diperiksa BNNP DIY terkait temuan cairan yang diduga mengandung etomidate.