Revitalisasi Pasar di Sleman Terkendala Anggaran, Dana Pemeliharaan Rp1,8 Miliar

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Jum'at, 30 Oktober 2026 17:17 WIB
Revitalisasi Pasar di Sleman Terkendala Anggaran, Dana Pemeliharaan Rp1,8 Miliar

Ilustrasi pasar tradisional di DIY. – Antara/Eka AR

Harianjogja.com, SLEMAN—Keterbatasan anggaran membuat revitalisasi pasar rakyat di Sleman belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman untuk sementara memprioritaskan pemeliharaan rutin dan perbaikan kerusakan ringan di 32 pasar kabupaten.

Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari, mengatakan pembangunan maupun revitalisasi pasar membutuhkan biaya hingga miliaran rupiah. Sementara itu, kemampuan anggaran daerah belum mencukupi untuk membiayai perbaikan pasar secara menyeluruh.

“Kalau untuk revitalisasi belum karena anggaran dari APBD juga, revitalisasi itu membutuhkan miliaran rupiah,” kata Dwi, Jumat (30/10/2026).

Pemeliharaan 32 Pasar Dianggarkan Rp1,8 Miliar

Pada 2026, Disperindag Sleman mengalokasikan anggaran pemeliharaan sekitar Rp1,7 miliar untuk 32 pasar kabupaten. Jumlah tersebut bertambah menjadi sekitar Rp1,8 miliar setelah adanya tambahan melalui APBD perubahan.

Anggaran itu digunakan untuk menangani kerusakan ringan, antara lain atap dan talang bocor, kamar mandi, serta lantai pasar. Menurut Dwi, kerusakan pada bagian atap menjadi salah satu persoalan yang banyak dijumpai karena sebagian pasar sudah berusia cukup tua.

“Sebagian besar pasar kita sudah lama. Kerusakannya banyak pada atap. Kalau bocor, genteng atau seng yang sudah tidak bagus kami perbaiki atau ganti,” ujarnya.

Dengan anggaran yang tersedia, pemerintah daerah memprioritaskan perbaikan agar fasilitas pasar tetap dapat digunakan. Revitalisasi secara menyeluruh belum menjadi pilihan karena membutuhkan pembiayaan yang jauh lebih besar.

Revitalisasi Pasar Pakem Masih Menunggu Kepastian

Salah satu pasar yang masuk rencana revitalisasi adalah Pasar Pakem. Disperindag Sleman telah mengusulkan dukungan pembiayaan kepada pemerintah pusat, tetapi hingga kini belum memperoleh kepastian persetujuan anggaran.

Rencana penataan Pasar Pakem mencakup pemindahan lokasi pasar ke arah timur. Langkah tersebut ditujukan untuk mengatasi aktivitas perdagangan yang meluber hingga mengganggu arus lalu lintas.

Selain penataan lokasi, Pemkab Sleman berencana mengembangkan Pasar Pakem sebagai pasar wisata. Konsep itu disiapkan dengan mempertimbangkan potensi kawasan di sekitarnya.

Namun, pelaksanaan rencana tersebut masih menghadapi kendala pendanaan dan pematangan perencanaan teknis, termasuk penyusunan detail engineering design (DED). Salah satu konsep awal yang dipertimbangkan adalah pembangunan pasar satu lantai agar sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan.

Dwi mengakui masih ada sejumlah pasar rakyat di Sleman yang membutuhkan perbaikan. Meski demikian, keterbatasan anggaran membuat revitalisasi belum bisa dilakukan secara menyeluruh.

Untuk sementara, Disperindag akan memaksimalkan dana pemeliharaan yang tersedia. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi pasar tetap layak digunakan oleh pedagang maupun pengunjung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online