Musim Hujan Tiba, BPBD Sleman Ingatkan Ancaman Banjir dan Pohon Tumbang
BPBD Sleman meminta warga memeriksa pohon rawan tumbang, membersihkan selokan, dan memantau prakiraan cuaca BMKG saat musim hujan.
Ilustrasi pasar tradisional di DIY. – Antara/Eka AR
Harianjogja.com, SLEMAN—Keterbatasan anggaran membuat revitalisasi pasar rakyat di Sleman belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman untuk sementara memprioritaskan pemeliharaan rutin dan perbaikan kerusakan ringan di 32 pasar kabupaten.
Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari, mengatakan pembangunan maupun revitalisasi pasar membutuhkan biaya hingga miliaran rupiah. Sementara itu, kemampuan anggaran daerah belum mencukupi untuk membiayai perbaikan pasar secara menyeluruh.
“Kalau untuk revitalisasi belum karena anggaran dari APBD juga, revitalisasi itu membutuhkan miliaran rupiah,” kata Dwi, Jumat (30/10/2026).
Pada 2026, Disperindag Sleman mengalokasikan anggaran pemeliharaan sekitar Rp1,7 miliar untuk 32 pasar kabupaten. Jumlah tersebut bertambah menjadi sekitar Rp1,8 miliar setelah adanya tambahan melalui APBD perubahan.
Anggaran itu digunakan untuk menangani kerusakan ringan, antara lain atap dan talang bocor, kamar mandi, serta lantai pasar. Menurut Dwi, kerusakan pada bagian atap menjadi salah satu persoalan yang banyak dijumpai karena sebagian pasar sudah berusia cukup tua.
“Sebagian besar pasar kita sudah lama. Kerusakannya banyak pada atap. Kalau bocor, genteng atau seng yang sudah tidak bagus kami perbaiki atau ganti,” ujarnya.
Dengan anggaran yang tersedia, pemerintah daerah memprioritaskan perbaikan agar fasilitas pasar tetap dapat digunakan. Revitalisasi secara menyeluruh belum menjadi pilihan karena membutuhkan pembiayaan yang jauh lebih besar.
Salah satu pasar yang masuk rencana revitalisasi adalah Pasar Pakem. Disperindag Sleman telah mengusulkan dukungan pembiayaan kepada pemerintah pusat, tetapi hingga kini belum memperoleh kepastian persetujuan anggaran.
Rencana penataan Pasar Pakem mencakup pemindahan lokasi pasar ke arah timur. Langkah tersebut ditujukan untuk mengatasi aktivitas perdagangan yang meluber hingga mengganggu arus lalu lintas.
Selain penataan lokasi, Pemkab Sleman berencana mengembangkan Pasar Pakem sebagai pasar wisata. Konsep itu disiapkan dengan mempertimbangkan potensi kawasan di sekitarnya.
Namun, pelaksanaan rencana tersebut masih menghadapi kendala pendanaan dan pematangan perencanaan teknis, termasuk penyusunan detail engineering design (DED). Salah satu konsep awal yang dipertimbangkan adalah pembangunan pasar satu lantai agar sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan.
Dwi mengakui masih ada sejumlah pasar rakyat di Sleman yang membutuhkan perbaikan. Meski demikian, keterbatasan anggaran membuat revitalisasi belum bisa dilakukan secara menyeluruh.
Untuk sementara, Disperindag akan memaksimalkan dana pemeliharaan yang tersedia. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi pasar tetap layak digunakan oleh pedagang maupun pengunjung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman meminta warga memeriksa pohon rawan tumbang, membersihkan selokan, dan memantau prakiraan cuaca BMKG saat musim hujan.
DPRD Kulon Progo mendorong pemerataan perbaikan jalan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, usaha UMKM, dan ekonomi warga.
Suara Ibu Indonesia Yogyakarta menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah dalam aksi kreatif di Titik Nol Kilometer Jogja.
PSS Sleman membenahi detail bertahan dan menyerang demi membalas kekalahan dari Garudayaksa FC pada pekan ke-8 Super League 2026/2027.
UGM melatih petani di Wonosari, Gunungkidul, mengenali dan mengendalikan hama serta penyakit tanaman pangan dan hortikultura.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mendukung pengembangan Kabupaten Magelang sebagai sentra sapi perah baru untuk memperkuat upaya mencapai swasembada susu