Exit Tol Banyurejo Segera Dibuka, UMKM Sedogan Diminta Bersiap dan Berbenah
DPRD Sleman mendorong UMKM Padukuhan Sedogan meningkatkan kualitas produk dan pemasaran untuk menangkap peluang ekonomi Exit Tol Banyurejo.
Warga memotong pohon tumbang yang melintang di tengah jalan sebagai dampak hujan deras dan angin kencang yang melanda Sleman, Sabtu (8/3/2025)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman meminta masyarakat memeriksa kondisi pohon di sekitar rumah dan membersihkan saluran drainase untuk mengantisipasi bencana selama musim hujan. Langkah mitigasi sejak dini diperlukan untuk mengurangi risiko pohon tumbang, banjir, dan dampak cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan warga perlu mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing. Salah satu hal yang harus diperhatikan ialah pohon berukuran tinggi dan rindang yang berisiko tumbang ketika terjadi angin kencang.
“Pohon yang rindang dan tinggi untuk segera dimitigasi. Kalau tidak bisa langsung, ke kami akan kami bantu,” kata Bambang pada Senin (26/10/2026).
Dia mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu bencana terjadi untuk melakukan pencegahan. Pohon yang berpotensi membahayakan perlu ditangani lebih awal karena dapat menimpa rumah, kendaraan, maupun pengguna jalan.
Selokan Tersumbat Berisiko Picu Banjir
Selain memeriksa pohon, warga diminta memastikan saluran air di sekitar tempat tinggal tidak tersumbat. Sampah dan material lain yang menghambat aliran air dapat meningkatkan risiko genangan hingga banjir ketika hujan deras.
“Selokan untuk dibersihkan agar tidak banjir,” ujarnya.
Bambang menekankan bahwa mitigasi bencana membutuhkan keterlibatan masyarakat. Pemeriksaan lingkungan dan pembersihan saluran air secara berkala menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi potensi bahaya selama musim hujan.
Warga Diminta Pantau Prakiraan Cuaca BMKG
BPBD Sleman juga mengingatkan masyarakat agar rutin memantau informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi tersebut dapat membantu warga meningkatkan kewaspadaan sebelum beraktivitas, terutama ketika terdapat potensi cuaca ekstrem.
“Perhatikan, sering melihat cuaca dari laporan BMKG. Siapa tahu nanti ada cuaca ekstrem, petir, angin,” kata dia.
Ketika terjadi petir atau angin kencang, masyarakat diminta segera mencari tempat yang aman. Warga sebaiknya menjauhi area terbuka, pohon besar, serta bangunan atau benda yang berpotensi roboh akibat terpaan angin.
“Harus menghindar, cari tempat yang aman,” ujarnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, BPBD Sleman berharap masyarakat lebih siap menghadapi risiko bencana selama musim hujan. Pengenalan potensi bahaya, pemantauan informasi cuaca, dan penanganan sejak dini menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko serta dampak bencana di Kabupaten Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mendorong UMKM Padukuhan Sedogan meningkatkan kualitas produk dan pemasaran untuk menangkap peluang ekonomi Exit Tol Banyurejo.
DPRD Sleman menekankan pola asuh, pemenuhan gizi, sanitasi, dan layanan kesehatan untuk mendukung tumbuh kembang anak serta mencegah stunting.
BPS mencatat harga cabai merah naik 23,47% dan cabai rawit 12,49% dibandingkan September 2026. Keduanya melampaui HAP nasional.
Pegadaian menggelar Badai Emas 2026 hingga 31 Desember dengan hadiah saldo emas 500 gram dan 150 gram untuk kategori syariah.
AiMOGA memperkenalkan Mobo, robot humanoid setinggi 0,9 meter yang mampu menjalankan 16 tugas paralel dan mendukung lebih dari 20 bahasa.
BPBD Sleman meminta warga memeriksa pohon rawan tumbang, membersihkan selokan, dan memantau prakiraan cuaca BMKG saat musim hujan.