Exit Tol Banyurejo Segera Dibuka, UMKM Sedogan Diminta Bersiap dan Berbenah

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Selasa, 20 Oktober 2026 16:37 WIB
Exit Tol Banyurejo Segera Dibuka, UMKM Sedogan Diminta Bersiap dan Berbenah

Foto ilustrasi jalan tol. - Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—DPRD Sleman mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Padukuhan Sedogan mempersiapkan diri menjelang rencana pembukaan Exit Tol Banyurejo. Penguatan kualitas produk hingga perluasan pemasaran dinilai penting agar pelaku usaha lokal mampu menangkap peluang pasar dan meningkatkan perekonomian warga.

Anggota DPRD Sleman, Wahyudi Kurniawan, meminta pelaku UMKM menerapkan metode amati, tiru, dan modifikasi (ATM) untuk mengembangkan potensi usaha secara konsisten dan berkelanjutan.

Menurut Wahyudi, kegiatan studi tiru tidak seharusnya berhenti pada kunjungan semata. Pelaku usaha perlu menerapkan hasil pembelajaran tersebut dalam pengelolaan usaha dengan mempelajari praktik yang telah berhasil, kemudian menyesuaikannya dengan kemampuan serta potensi daerah masing-masing.

“Tidak cukup hari ini kita hanya melihat. Kita harus belajar, mengamati, meniru, dan memodifikasi sesuai dengan kemampuan serta potensi yang kita miliki. Kalau panjenengan mau belajar, insyaallah pasti akan ada jalan. Yang penting istiqamah,” kata Wahyudi, Selasa (20/10/2026).

UMKM Sedogan Perlu Bersiap Sambut Peluang Ekonomi

Wahyudi menilai Padukuhan Sedogan memiliki modal sosial, budaya, dan ekonomi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat perekonomian warga. Namun, potensi tersebut membutuhkan perencanaan program yang matang agar pengembangannya berjalan secara berkelanjutan.

Dia juga mengingatkan pelaku UMKM agar mulai mempersiapkan diri menghadapi peluang ekonomi dari rencana pembukaan Exit Tol Banyurejo. Sejumlah langkah yang perlu dilakukan antara lain meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, mengefisienkan biaya produksi, serta memperluas pemasaran melalui kanal digital maupun konvensional.

Menurut Wahyudi, kesiapan pelaku usaha menjadi faktor penting agar keberadaan infrastruktur baru dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat setempat.

Pembangunan infrastruktur, lanjut dia, perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal. Karena itu, pendampingan dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing.

Dengan begitu, pelaku usaha lokal diharapkan tidak sekadar menjadi penonton ketika peluang ekonomi baru terbuka di sekitar Exit Tol Banyurejo.

“Potensi yang ada ini tidak cukup hanya dengan ketersediaan infrastruktur, tetapi juga perlu bagaimana program yang selama ini dirancang memiliki keberlanjutan,” ujarnya.

DPRD Sleman Kawal Pemberdayaan Ekonomi Warga

Wahyudi menyatakan akan terus mengawal dan memfasilitasi program pemberdayaan ekonomi warga. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha sekaligus menghadapi perubahan peluang pasar.

Melalui persiapan yang terarah dan pendampingan berkelanjutan, UMKM Padukuhan Sedogan diharapkan mampu memanfaatkan peluang ekonomi dari keberadaan Exit Tol Banyurejo secara optimal. Peningkatan kualitas produk, efisiensi produksi, dan perluasan pemasaran menjadi bagian penting agar usaha lokal semakin kompetitif dan berkontribusi terhadap perekonomian warga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online