Kulonprogo Bersiap Hadapi Banjir, Sungai dan Drainase Disorot

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Senin, 26 Oktober 2026 08:57 WIB
Kulonprogo Bersiap Hadapi Banjir, Sungai dan Drainase Disorot

Foto ilustrasi banjir. - Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO—DPRD Kulonprogo mendorong pemerintah kabupaten segera mempersiapkan langkah mitigasi banjir menjelang musim penghujan. Masa kemarau yang masih berlangsung dinilai menjadi kesempatan untuk membenahi sungai dan drainase agar mampu menampung serta mengalirkan air dengan optimal ketika hujan tiba.

Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifuddin, menilai antisipasi banjir perlu dilakukan sejak dini melalui kerja sama lintas sektor. Sejumlah sungai besar dan saluran drainase harus mendapat perhatian, terutama di wilayah Kulonprogo bagian selatan yang rawan banjir saat musim hujan.

Saat ini, kemarau masih menimbulkan kesulitan air bersih bagi warga di delapan kapanewon. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah juga perlu memanfaatkan waktu untuk memastikan sarana dan prasarana pengendalian banjir siap digunakan.

Aris mengatakan penanganan sungai membutuhkan koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan. Pengelolaan sungai, menurut dia, masih menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), tetapi kolaborasi dengan Pemkab Kulonprogo terus dibangun untuk mempersiapkan sungai dan drainase menghadapi musim hujan.

"Pengelolaan sungai masih menjadi kewenangan BBWS Serayu Opak (BBWSO). Namun demikian, saat ini terus dibangun kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Kulonprogo untuk mempersiapkan kondisi sungai dan drainase menghadapi musim penghujan. Sejumlah titik juga mulai dilakukan perawatan, khususnya di Sungai Serang dan Sungai Peni, melalui pengangkat eceng gondok serta pembersihan sampah yang berpotensi menghambat aliran udara," ujar Aris kepada wartawan, Minggu (25/10/2026).

Selain perawatan sungai, pembenahan drainase juga perlu dilakukan selama kemarau. Aris menilai saluran yang tidak berfungsi optimal dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko luapan ketika curah hujan meningkat.

Pengerukan sedimentasi di sejumlah titik rawan banjir juga dinilai penting untuk menjaga kelancaran aliran air. Dengan begitu, sarana dan prasarana pendukung pengendalian banjir dapat berfungsi sebagaimana mestinya saat musim penghujan.

“Penanganan banjir tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama antarinstansi dan lembaga yang memiliki kewenangan, agar sistem drainase dan sungai benar-benar siap menghadapi musim penghujan,” tegas Aris.

Menurut Aris, koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mencegah genangan dan banjir, khususnya di Kulonprogo bagian selatan. Kesiapan infrastruktur drainase juga perlu dipastikan agar pembangunan yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, wilayah Kulonprogo bagian utara memiliki kerawanan berbeda saat musim hujan, yakni pergerakan tanah. Karena itu, kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan perlu memperhatikan potensi bencana sesuai karakteristik wilayah.

Aris menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat di antara lembaga terkait agar Kulonprogo lebih siap menghadapi musim hujan dan risiko bencana yang menyertainya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online