7.500 Obor Bakal Menyala di Perayaan HUT ke-75 Kulonprogo, Ini Maknanya
Disbud Kulonprogo menyiapkan 7.500 obor untuk HUT ke-75 Kulonprogo. Api menyala sekitar dua menit dengan pengamanan petugas damkar.
Aktivitas pengolahan keripik tempe benguk yang menjadi lini usaha para penyandang disabilitas di Kaliagung, Selasa (20/10/2026). Harian Jogja/Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO— Kelompok Disabilitas Kalurahan (KDK) Kaliagung, Sentolo, Kulonprogo, mengembangkan usaha keripik tempe benguk dan peternakan untuk mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Berawal dari perkumpulan pada 2022, kelompok ini kini menjalankan kegiatan usaha yang melibatkan penyandang disabilitas beserta keluarganya.
Pengurus KDK Kaliagung, Susrita, mengatakan kelompok tersebut memiliki 128 penyandang disabilitas dalam data keanggotaan. Namun, jumlah yang terlibat langsung dalam kegiatan kelompok dan lini usaha saat ini baru 40 orang.
"Secara data keanggotaan terdapat 128 penyandang disabilitas tetapi sejauh ini keterlibatannya baru 40 orang," katanya saat ditemui di Kaliagung, Selasa (20/10/2026).
KDK Kaliagung tidak hanya menjadi tempat berkumpul bagi penyandang disabilitas dan keluarganya. Kelompok ini juga berupaya membuka kesempatan bagi anggotanya untuk tetap produktif dan memperoleh penghasilan melalui kegiatan ekonomi yang dikelola secara swadaya.
Berawal dari Patungan Modal untuk Keripik Tempe Benguk
Susrita menjelaskan usaha keripik tempe benguk menjadi lini bisnis pertama yang dirintis KDK Kaliagung. Modal awal usaha tersebut berasal dari patungan para pengurus untuk mencoba memproduksi dan menjual keripik.
Pada tahap awal, mereka tidak mencari bantuan dari pihak lain. Usaha dirintis dengan mengandalkan modal bersama dan dikembangkan secara bertahap hingga mulai berjalan.
"Awalnya kita dari pengurus patungan untuk trial error jualan keripik tempe benguk terus sudah mulai jalan bantuan mulai berdatangan dari Dinas Sosial, Dana Keistimewaan hingga Bank BSI. Alhamdulilah bantuan datang sendiri kita tidak pernah nyari misal bikin proposal gitu enggak," tuturnya.
Setelah usaha mulai berjalan, dukungan kemudian datang dari Dinas Sosial, Dana Keistimewaan, hingga Bank BSI. Bantuan tersebut turut mendukung pengembangan kegiatan usaha kelompok.
Selain keripik tempe benguk, KDK Kaliagung kemudian mengembangkan peternakan ayam kampung. Para penyandang disabilitas diberi ayam untuk dipelihara dan berkesempatan memperoleh keuntungan ketika ternak tersebut dijual.
Kelompok ini juga mengembangkan peternakan domba. Seluruh lini usaha tersebut dikelola secara swadaya oleh penyandang disabilitas maupun anggota keluarganya.
Keluarga Turut Terlibat dalam Kegiatan Usaha
Menurut Susrita, belum semua penyandang disabilitas di Kaliagung dapat terlibat langsung dalam kegiatan kelompok. Sebagian besar memiliki disabilitas mental atau kondisi fisik yang membuat mereka hanya bisa beraktivitas di tempat tidur.
Karena itu, kegiatan KDK Kaliagung juga dapat diikuti oleh anggota keluarga, seperti orang tua atau kakak dari penyandang disabilitas. Keterlibatan keluarga menjadi salah satu cara agar kegiatan ekonomi kelompok tetap dapat menjangkau mereka yang membutuhkan pendampingan.
Susrita sendiri merupakan orang tua dari anak dengan disabilitas tuli. Dia menegaskan kegiatan KDK Kaliagung bukan sekadar pertemuan rutin bulanan, melainkan juga mencakup aktivitas ekonomi yang dijalankan bersama.
"Jadi kegiatan KDK Kaliagung tidak hanya kumpulan bulanan tetapi memiliki aktivitas perekonomian berupa menjual keripik tempe benguk dan peternakan yang seluruhnya dikelola para penyandang disabilitas ataupun keluarganya," lanjutnya.
Dalam usaha keripik tempe benguk, anggota yang bekerja mendapatkan gaji setiap pekan. Besaran upah dihitung berdasarkan jam kerja sehingga aktivitas usaha tersebut dapat memberikan tambahan pendapatan bagi anggota yang terlibat.
Meski demikian, Susrita mengakui masih ada tantangan dalam memperluas partisipasi. Sejumlah keluarga penyandang disabilitas belum bersedia bergabung dengan kegiatan kelompok.
"Masih ada kendala juga, karena tidak semua keluarga disabilitas itu mau membuka dan itu hak mereka," jelasnya.
Usaha Keripik Jadi Sumber Penghasilan Tambahan
Salah satu anggota yang merasakan manfaat kegiatan usaha KDK Kaliagung adalah Suharti, penyandang disabilitas fisik berusia 58 tahun. Dia terlibat dalam kegiatan produksi keripik tempe benguk dan mengaku senang dapat memperoleh pendapatan tambahan.
Suharti telah menjadi penyandang disabilitas sejak lahir. Sebelum aktif dalam usaha KDK Kaliagung, dia sempat beberapa kali bekerja di perusahaan formal.
Kini, aktivitas di kelompok tersebut memberinya kesempatan untuk kembali bekerja sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski penghasilan yang diperoleh tidak besar, dia tetap mensyukurinya.
"Meskipun sedikit disyukuri daripada tidak ada sama sekali," ungkapnya.
Kegiatan KDK Kaliagung menunjukkan upaya pemberdayaan penyandang disabilitas dapat dilakukan melalui usaha yang dibangun bersama. Selain membuka kesempatan memperoleh penghasilan, keterlibatan keluarga juga menjadi bagian penting dalam menjalankan kegiatan ekonomi kelompok tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disbud Kulonprogo menyiapkan 7.500 obor untuk HUT ke-75 Kulonprogo. Api menyala sekitar dua menit dengan pengamanan petugas damkar.
Prakiraan cuaca DIY Rabu, 21 Oktober 2026, didominasi cerah berawan dan berawan. Suhu Kota Jogja tertinggi mencapai 33 derajat Celsius.
Presiden Prabowo menerima rekomendasi DEN terkait usulan MSCI mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market ke standalone market.
Erik ten Hag mengungkap alasan Cristiano Ronaldo kesulitan di MU pada 2022/2023. Ia menyoroti kebugaran dan persiapan sang megabintang.
KDK Kaliagung di Kulonprogo memberdayakan penyandang disabilitas lewat usaha keripik tempe benguk dan peternakan. Sebanyak 40 orang telah terlibat.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 21 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari dua arah. Cek jam keberangkatan lengkapnya.