Pembangunan Markas TNI di Gunungkidul Tunggu Izin Sultan, Ini Rencananya

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 19 Oktober 2026 19:17 WIB
Pembangunan Markas TNI di Gunungkidul Tunggu Izin Sultan, Ini Rencananya

Foto ilustrasi dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Pembangunan markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kalurahan Banyusoco, Kapanewon Playen, Gunungkidul, masih menunggu izin penggunaan tanah Sultan Ground (SG). Sementara itu, sekitar 400 personel TNI telah disiapkan untuk mendukung rencana pembangunan markas yang direncanakan berdiri di lahan seluas 70 hektare tersebut.

Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, mengatakan persiapan pembangunan Markas Komando (Mako) Yon TP masih berlangsung. Penggunaan lahan berstatus Sultan Ground mengharuskan adanya izin dari Sultan HB X sebelum pembangunan dapat dilaksanakan.

“Inginnya cepat bisa segera dibangun, tapi ada aturan yang harus ditaati berkaitan dengan penggunaan Tanah SG,” kata Alfian, Senin (19/10/2026).

Menurut Alfian, koordinasi terus dilakukan untuk memperlancar rencana pembangunan batalyon di Kabupaten Gunungkidul. Meski demikian, pelaksanaan pembangunan tetap harus mengikuti prosedur yang berlaku terkait pemanfaatan lahan.

400 Personel TNI Siaga di Banyusoco

Sambil menunggu proses perizinan, sekitar 400 personel TNI telah diterjunkan untuk mendukung persiapan pembangunan Yon TP. Para prajurit tersebut ditempatkan di barak persiapan yang dilengkapi 16 tenda sebagai tempat tinggal selama kegiatan persiapan berlangsung.

Keberadaan personel tersebut tidak hanya untuk mendukung tahapan persiapan. Alfian mengatakan para prajurit nantinya juga akan membantu proses pembangunan markas Yon TP di Banyusoco.

“Para prajurit ini nantinya juga akan membantu dalam proses pembanguann Yon TP di Banyusoco,” katanya.

Rencana pembangunan markas ini menjadi bagian dari penyiapan fasilitas batalyon di wilayah Gunungkidul. Namun, realisasi pembangunan masih bergantung pada penyelesaian perizinan penggunaan tanah yang menjadi lokasi proyek.

Dilengkapi Pertanian dan Peternakan

Lahan yang disiapkan untuk pembangunan Yon TP di Banyusoco tidak hanya diperuntukkan bagi markas batalyon. Menurut Alfian, kawasan tersebut juga direncanakan memiliki fasilitas pertanian dan peternakan.

“Ada program pertanian didalamnya, maka dilengkapi dengan area peternakan dan lahan pertanian. Pembangunan juga tidak terburu-buru karena, kami akan mengikuti prosedur yang berlaku,” katanya.

Dengan demikian, rencana pemanfaatan lahan seluas 70 hektare itu mencakup pembangunan markas sekaligus penyediaan area untuk kegiatan pertanian dan peternakan. Meski demikian, seluruh tahapan pembangunan tetap akan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.

Rencana Pembangunan

Lurah Banyusoco, Damanhuri, mengatakan pemerintah kalurahan telah mendengar rencana TNI membangun markas di wilayahnya. Survei lokasi untuk pembangunan juga telah dilakukan di area lahan yang berada di Padukuhan Ketangi dengan Kepek.

“Meski belum ada sosialisasi secara resmi, tapi kami sudah mendengar rencana TNI membangun markas di Banyusoco,” kata Damanhuri saat dihubungi Rabu (15/7/2026).

Meski sudah mendengar rencana tersebut, Damanhuri mengaku belum mengetahui secara terperinci mengenai rencana pembangunan maupun pemanfaatan lokasi yang akan dijadikan markas.

“Yang beredar di masyarakat, TNI akan bangun markas dengan luasan 70 hektare. Lahannya akan menggunakan tanah milik kehutanan,” katanya.

Hingga Senin (19/10/2026), pembangunan Mako Yon TP di Banyusoco masih dalam tahap persiapan. Selain koordinasi yang terus dilakukan, izin penggunaan tanah menjadi salah satu hal yang harus diselesaikan sebelum pembangunan dapat dilaksanakan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online