Kebakaran Lahan Kulonprogo Capai 75 Kejadian, 16 Kasus Terjadi pada Oktober
BPBD Kulonprogo mencatat 75 kejadian kebakaran lahan selama musim kemarau 2026. Sebanyak 16 kejadian dilaporkan sepanjang awal Oktober.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 37 manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah ditempatkan di Kulonprogo sejak 1 Oktober 2026. Namun, gerai KDMP di wilayah tersebut belum ada yang dioperasionalkan karena belum dilakukan berita acara serah terima (BAST) dari pemerintah pusat ke daerah.
Penempatan manajer di tengah belum beroperasinya gerai memunculkan persoalan koordinasi, salah satunya di KDMP Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan. Ketua KDMP Kembang, Anjar Fitri Asmoko, menilai pembagian tugas antara manajer dan pengurus belum berjalan selaras sehingga peran manajer belum dirasakan secara maksimal.
Anjar mengatakan penempatan manajer dilakukan tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan pengurus koperasi yang sudah menjalankan kegiatan usaha. Kondisi tersebut membuat pembagian tugas pokok dan fungsi (tupoksi) antara manajer dan pengurus berpotensi tumpang tindih.
"Di KDMP Kembang sudah ada manajernya tetapi peran manajer belum maksimal masih carut marut tidak ada koordinasi yang baik jadi drop-dropan langsung dari Agrinas tidak kulo nuwun ke dinas terkait dan serta pengurus KDMP. Belum ada kesepahaman untuk harmonisasi bekerja," tegas Anjar saat dikonfirmasi, Minggu (18/10/2026).
Pengurus KDMP Kembang Soroti Pembagian Tugas
Anjar menuturkan manajer KDMP Kembang mulai bertugas pada 1 Oktober 2026. Namun, menurut dia, belum ada keselarasan dalam pelaksanaan tugas karena manajer menganggap tupoksinya berbeda dengan pekerjaan yang selama ini dijalankan pengurus KDMP Kembang.
Padahal, menurut Anjar, kehadiran manajer diharapkan dapat membantu pengelolaan koperasi meskipun gerai yang dibangun belum dapat digunakan. Terlebih, KDMP Kembang telah berjalan hampir setahun dan membutuhkan tenaga untuk mengelola kegiatan organisasi maupun usaha.
Anjar menyebut pihaknya menyambut baik penempatan manajer. Namun, ia berharap manajer dapat membantu kegiatan usaha yang sudah berjalan, termasuk pengelolaan gerai sementara.
"Sama-sama bekerja untuk satu KDMP kok belum berkenan bantu sama sekali dengan alasan bukan Tupoksi. Kami punya gerai sementara yang sudah jalan dan kehadiran manajer ini diharapkan dapat bantu untuk menjalankan gerai yang sudah jalan, saya butuh orang untuk memanage, katanya kan manajer. Sekarang memanage keuangan dan tim masih under saya," lanjut Anjar.
Ia menegaskan kehadiran manajer sangat dibutuhkan untuk membantu mengelola kegiatan koperasi tanpa harus menunggu gerai yang sedang dibangun selesai dan bisa digunakan.
Menurut Anjar, persoalan tersebut muncul karena koordinasi antarpihak belum berjalan dengan baik. Ia menilai proses transisi penempatan manajer dapat berlangsung lebih lancar apabila ada penjelasan mengenai pembagian tugas sejak awal.
"Sebenarnya bisa lebih smooth lagi kalau ada koordinasi dan dijelaskan lebih lengkap anatar Agrinas Kodim pemerintah daerah serta pengurus setempat itu tak jamin dapat mulus dan berjalan dengan baik tanpa intrik apapun," tegasnya.
Kulonprogo Tempatkan 37 Manajer untuk 30 Gerai
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kulonprogo, Iffah Mufidati, mengungkapkan sebanyak 37 manajer KDMP telah mendapat penempatan di wilayahnya.
Jumlah tersebut lebih banyak tujuh orang dibandingkan total gerai KDMP di Kulonprogo yang mencapai 30 unit. Para manajer tersebut mulai bekerja pada 1 Oktober 2026, sedangkan gerai belum beroperasi karena proses serah terima belum dilakukan.
Iffah mengatakan uraian pekerjaan atau job desk para manajer telah ditetapkan sesuai arahan Agrinas.
"TMT 1 Oktober lalu, terkait gerai KDMP belum operasional, kita sampaikan kepada ketua koperasi untuk dapat memberdayakan manajer untuk persiapan pemanfaatn gerai ataupun koperasi yang sudah memiliki kegiatan usaha," tandasnya.
Dengan arahan tersebut, pengurus koperasi diminta memberdayakan manajer untuk mempersiapkan pemanfaatan gerai maupun mendukung koperasi yang telah memiliki kegiatan usaha, meskipun gerai belum resmi beroperasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Kulonprogo mencatat 75 kejadian kebakaran lahan selama musim kemarau 2026. Sebanyak 16 kejadian dilaporkan sepanjang awal Oktober.
Boyamin Saiman dari MAKI menduga Nusron Wahid berada di Malaysia saat mangkir dari panggilan KPK terkait dugaan korupsi di ATR/BPN.
Lebih dari 1.800 orang ditangkap setelah demo di Prancis berakhir ricuh. Ratusan petugas terluka dan sejumlah bangunan rusak.
Empat suporter PSS Sleman tewas dalam kecelakaan di Tol Madiun. Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa dan mengimbau suporter away menggunakan bus.
Stok Pertalite turun dari 20–23 hari menjadi 16–18 hari. Pengamat mendesak pemerintah memperkuat cadangan dan mengawasi penyaluran BBM.
Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte meninggal dunia pada 18 Oktober 2026. Jenazahnya dijadwalkan dimakamkan di TMPNU Cikeas.