Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 26 Oktober 2026 06:17 WIB
Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul

Geopark Gunung Sewu./Solopos-gln.kemdikbud.go.id

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyiapkan Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama sebagai lokasi kunjungan tim asesor UNESCO, Selasa (27/10/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pra-revalidasi Geopark Gunungsewu untuk mempertahankan statusnya dalam jaringan UNESCO Global Geopark (UGG).

Penilaian lapangan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi revalidasi yang dijadwalkan pada 2027. Pemkab Gunungkidul bersama pemerintah daerah lain yang terlibat juga telah melakukan sejumlah perbaikan berdasarkan catatan penilaian sebelumnya.

Sub Koordinator Promosi Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Sofyan Dwi Aryanto, mengatakan rangkaian pra-revalidasi sudah dimulai tahun ini. Salah satu tahapannya berupa kunjungan tim asesor ke sejumlah situs geopark.

Menurut Sofyan, penilaian lapangan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) hingga Selasa (27/10/2026). Penilaian dilakukan oleh Profesor Ibrahim Komoo dari Malaysia yang didampingi Profesor Hanang Samodra.

“Kunjungan geosite sudah dimulai dari Pacitan, kemudian ke Wonogiri dan pada 27 Oktober berkunjung ke Gunungkidul,” katanya.

Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama Jadi Lokasi Penilaian

Untuk kunjungan di Gunungkidul, pemerintah kabupaten menyiapkan dua lokasi, yakni Luweng Jomblang di Kalurahan Pacarejo, Semanu, serta Hutan Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen.

Sofyan berharap seluruh rangkaian kunjungan berjalan lancar karena kegiatan tersebut menjadi bagian dari penilaian ulang kepesertaan Geopark Gunungsewu dalam jaringan UNESCO Global Geopark.

“Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar karena ini menjadi bagian penilaian ulang untuk kepesertaan Geopark Gunungkidul dalam jaringan UNESCO Global Geopark,” katanya.

Status UNESCO Global Geopark Ditinjau Setiap Empat Tahun

Kepala Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanta, menjelaskan revalidasi kepesertaan UGG dilaksanakan setiap empat tahun sekali.

Geopark Gunungsewu pertama kali memperoleh status UGG pada 2015. Penilaian ulang kemudian dilaksanakan pada 2019 dan 2023, sehingga revalidasi berikutnya dijadwalkan pada 2027.

“Tahun depan merupakan penilaian ulang yang ketiga untuk status UGG Geopark Gunungsewu. Sebelum penilaian dilakukan akan diawali dengan pra revalidasi yang dilaksanakan tahun ini,” kata Supriyanta.

Ia menjelaskan, tim asesor UNESCO memberikan sejumlah catatan dalam penilaian pada 2023. Tindak lanjut atas catatan tersebut tidak hanya melibatkan Pemkab Gunungkidul, tetapi juga Pemkab Wonogiri, Pemkab Pacitan, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.

Perbaikan Geosite hingga Kelengkapan Dokumen

Salah satu upaya yang dilakukan berkaitan dengan dokumen Masterplan Rencana Induk Geopark Gunungsewu. Pada tahun lalu, pemerintah membangun papan informasi dan panel di 11 geosite serta dua biosite di Kabupaten Gunungkidul.

Perbaikan juga dilakukan melalui pembangunan papan informasi petunjuk arah di Tugu Selamat Datang pada perbatasan Gunungkidul-Klaten, tepatnya di Padukuhan Jentir, Sambirejo, Ngawen.

Selain pembenahan sarana informasi, pemerintah daerah sedang menyusun itinerary dan melengkapi dokumen untuk laporan Geopark.

“Kita juga sedang menyusun intenary dan kelengkapan dokumen untuk laporan Geopark,” katanya.

Pemkab Gunungkidul Fokus Menindaklanjuti Catatan Asesor

Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta, menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk mempertahankan status UGG Geopark Gunungsewu yang akan menjalani penilaian ulang pada 2027.

Berdasarkan hasil revalidasi 2023, terdapat sejumlah catatan yang perlu ditindaklanjuti, meliputi penguatan boundaries, visibility, infrastructure, dan facilities.

Aspek lain yang menjadi perhatian mencakup geotourism, sustainable development, partnership, hingga networking. Berbagai catatan tersebut menjadi bagian dari upaya perbaikan yang dilakukan menjelang penilaian berikutnya.

“Poin penting dalam tindaklanjut mengenai peningkatan kapasitas dan pemahaman pengelola berkaitan dengan geopark. Tentunya dengan perbaikan-perbaikan ini, maka status UGG dapat dipertahankan dengan baik,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online