Pembukaan Cupu Panjala, Muncul 34 Gambar, Ada Semar hingga Pulau Sulawesi

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 20 Oktober 2026 13:27 WIB
Pembukaan Cupu Panjala, Muncul 34 Gambar, Ada Semar hingga Pulau Sulawesi

Prosesi pembukaan Cupu Panjala di Padukuhan Mendak, Girisekar, Panggang, Selasa (20/10/2026) malam./Istimewa

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 34 gambaran ditemukan saat tradisi pembukaan Cupu Panjala berlangsung di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Senin (19/10/2026) malam. Gambaran pada kain pembungkus cupu tersebut dipercaya masyarakat dapat memberikan petunjuk mengenai peristiwa yang akan terjadi pada masa mendatang, meski juru waris tidak memberikan tafsir atas temuan itu.

Prosesi pembukaan dimulai sekitar pukul 23.00 WIB setelah rangkaian kegiatan yang diawali dengan ziarah ke makam Kyai Sayid Panjolo pada siang hari. Sebelum tiga cupu dibuka, warga mengikuti kenduri makan sebanyak dua kali, yakni hidangan pertama disantap sendiri, sedangkan hidangan kedua berupa satu piring makanan disantap oleh dua orang.

Tiga cupu yang kemudian dibuka masih terbungkus kain kafan. Ketiganya adalah Cupu Semar Kinandu, yang menggambarkan keadaan penguasa dan pejabat tinggi; Cupu Palang Kinantang, yang menjadi gambaran masyarakat menengah ke bawah; serta Cupu Kenthiwiri, yang menggambarkan rakyat jelata.

Setelah seluruh prosesi pembukaan selesai, ketiga cupu dikembalikan ke dalam peti dan dibungkus menggunakan kain kafan yang telah disiapkan. Bungkusan tersebut kemudian dikembalikan ke tempat penyimpanan di dalam rumah.

Daftar 34 Gambaran dalam Pembukaan Cupu Panjala
Sebanyak 34 temuan terdiri atas berbagai gambar pada kain kafan, kondisi kain pembungkus dan peti, hingga posisi ketiga cupu. Berikut rincian gambaran yang ditemukan dalam prosesi tersebut.

Gambar pada kain kafan
1. Sisi timur: Gambar Pulau Sulawesi.
2. Sisi barat daya: Gambar lima ikan.
3. Sisi barat daya: Bercak berwarna merah yang sudah kering.
4. Sisi tenggara: Gambar gunung.
5. Sisi barat: Gambar wanita dengan potongan rambut pendek.
6. Sisi timur: Gambar dua anak sedang berlari.
7. Sisi barat: Gambar Semar.
8. Sisi barat: Gambar garuda.
9. Sisi timur: Gambar perahu kecil.
10. Sisi selatan: Rambut.
11. Sisi timur: Gambar angka delapan.
12. Sisi barat: Gambar burung menghadap ke selatan.
13. Sisi timur: Gambar Semar, Petruk, dan Bagong.
14. Sisi barat: Gambar anjing laut.
15. Sisi barat laut: Gambar tokoh wayang Batara Narada menghadap ke utara.
16. Sisi barat: Gambar tikus.
17. Sisi barat laut: Gambar anjing.
18. Sisi barat daya: Gambar tokoh wayang Burisrawa.
19. Sisi timur: Gambar mulut.
20. Sisi tenggara: Gambar isi cabai.
21. Sisi utara: Gambar unggas entok.
22. Sisi timur: Gambar gunung dengan puncak berlubang.
23. Sisi selatan: Gambar perempuan menghadap ke timur.
24. Sisi barat laut: Gambar gajah.
25. Sisi timur laut: Gambar kepala kuda.
26. Sisi tidak disebutkan: Gambar angka tiga.
27. Sisi utara: Gambar perempuan menghadap ke utara.
28. Kain kafan terakhir: Gambar sepasang ayam.

Kondisi kain, peti, dan posisi ketiga cupu
29. Kain kafan penutup peti: Mayoritas basah, dengan hanya dua bagian yang kering.
30. Tutup peti sisi timur: Ditemukan berlubang.
31. Bunga di dalam peti: Seluruhnya dalam kondisi hangus.
32. Cupu Semar Kinandu: Berdiri tegak.
33. Cupu Palang Kinantang: Berdiri tegak.
34. Cupu Kenti Wiri: Condong ke arah tenggara.


Juru Waris Tidak Menafsirkan Temuan Cupu Panjala
Lurah Girisekar, Sutarpan, mengatakan masyarakat memiliki kepercayaan bahwa hasil pembukaan Cupu Panjala dapat menjadi gambaran mengenai masa depan. Namun, pihak kalurahan maupun juru waris tidak pernah memberikan tafsir atas gambar-gambar yang muncul pada kain pembungkus cupu.

Menurutnya, masyarakat dipersilakan memaknai sendiri temuan tersebut. Ia menegaskan pihaknya tidak ingin mendahului kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa dan berharap tradisi itu membawa keberkahan.

“Biarlah masyarakat yang mengartikan sendiri. Kami tidak ingin mendahului Tuhan Yang Maha Kuasa. Yang jelas, kami juga berharap bahwa semuanya bisa memberikan keberkahan,” kata Sutarpan, Selasa (20/10/2026).

Bupati Gunungkidul Apresiasi Pelestarian Tradisi
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, turut mengapresiasi keberlangsungan tradisi pembukaan Cupu Panjala. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Ia mengutip pesan Bung Karno mengenai kebudayaan yang sejati, yakni kebudayaan yang tumbuh secara alami dari kehidupan masyarakat, bukan sesuatu yang dipaksakan dari luar. “Ini menjadi bagian dari pelestarian dan warisan budaya, khususnya bagi masyarakat di Padukuhan Mendak, Girisekar,” katanya.

Tradisi pembukaan Cupu Panjala pun terus dilaksanakan sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Gunungkidul.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online