Diduga Bawa Etomidate, WNA Italia Dideportasi Lewat Bandara YIA
WNA Italia berinisial PZ dideportasi melalui Bandara YIA setelah diperiksa BNNP DIY terkait temuan cairan yang diduga mengandung etomidate.
Foto ilustrasi tanah longsor dibuat menggunakan artificial intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Proyek revitalisasi SD Negeri Kokap, Kabupaten Kulonprogo, yang dilakukan setelah sekolah terdampak tanah longsor kini mencapai progres sekitar 90 persen. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo memastikan pemulihan fasilitas sekolah berjalan sesuai perencanaan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung di lingkungan yang aman dan nyaman.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Nur Wahyudi, meninjau langsung pengerjaan revitalisasi tersebut untuk memantau perkembangan pembangunan sarana dan prasarana sekolah. Berdasarkan hasil pemantauan, pengerjaan fisik kini telah memasuki tahap akhir.
"Berdasarkan hasil monitoring bersama tim di lapangan, progres pengerjaan revitalisasi SD Negeri Kokap saat ini telah mencapai kurang lebih 90 persen. Kami ingin memastikan seluruh proses pemulihan berjalan sesuai dengan perencanaan agar sarana dan prasarana pendidikan dapat segera difungsikan kembali," ujar Nur Wahyudi saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2026).
Revitalisasi SDN Kokap Ditargetkan Pulihkan Keamanan Sekolah
Disdikpora Kulonprogo memberi perhatian pada pemulihan lingkungan sekolah secara menyeluruh setelah terdampak bencana tanah longsor. Revitalisasi diharapkan membuat fasilitas pendidikan dapat kembali digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Nur Wahyudi mengatakan pemulihan tersebut penting untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh murid. Dengan hampir selesainya pengerjaan, pihaknya berharap proses pembelajaran dapat berjalan optimal tanpa kekhawatiran akibat dampak bencana sebelumnya.
"Revitalisasi ini merupakan langkah penting dalam memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana tanah longsor. Melalui program ini, kita menargetkan lingkungan SD Negeri Kokap kembali menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, serta mampu mendukung kelancaran proses pembelajaran bagi seluruh murid," tambahnya.
Kepala Sekolah Apresiasi Bantuan Revitalisasi
Kepala SD Negeri Kokap, Surohim, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat Disdikpora Kulonprogo serta dukungan pemerintah pusat dalam memulihkan kondisi sekolah. Ia mengatakan bantuan revitalisasi sangat penting karena bangunan sekolah sempat mengalami kerusakan serius akibat longsor.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan revitalisasi ini. Sekolah yang sebelumnya terdampak tanah longsor kini sudah jauh lebih baik. Nantinya, murid-murid dapat kembali belajar di lingkungan yang jauh lebih aman dan nyaman," tutur Surohim.
Sebelumnya, halaman SDN Kokap mengalami pergerakan tanah pada awal 2026 sehingga membahayakan kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut sempat memaksa kegiatan pembelajaran dilakukan menggunakan halaman sekolah yang dipasangi tenda dari BPBD Kulonprogo.
Dengan progres revitalisasi yang telah mencapai sekitar 90 persen, pemulihan fasilitas SDN Kokap kini mendekati tahap penyelesaian. Sekolah diharapkan kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WNA Italia berinisial PZ dideportasi melalui Bandara YIA setelah diperiksa BNNP DIY terkait temuan cairan yang diduga mengandung etomidate.
Gunungkidul menerima bantuan benih durian untuk lahan 25 hektare. Distribusi menyasar Ponjong hingga Panggang dan Tanjungsari.
Yayaya Fest 2026 digelar di Stadion Kridosono, Jogja, dengan konsep musik inklusif dan ramah lingkungan, dilengkapi fasilitas difabel serta program pengelolaan
Omoda X diperkenalkan sebagai crossover bergaya off-road dengan pilihan BEV, PHEV, dan HEV. Simak desain dan bocoran spesifikasinya.
Pegadaian membagikan enam tips menghindari penipuan berkedok rekrutmen, mulai dari memeriksa kanal resmi hingga mewaspadai permintaan biaya seleksi.
Polisi membongkar dua pabrik obat keras ilegal di Sukoharjo, menyita 7,86 juta tablet, 69,27 ton bahan baku, dan uang Rp9 miliar.