Jelang Musim Hujan, DPUPKP Jogja Soroti Genangan di XT Square hingga Jogokaryan
DPUPKP Kota Jogja memetakan titik rawan genangan di Jambon, XT Square, Giwangan hingga Jogokaryan untuk mengantisipasi hujan deras.
Penandatangan perjanjian proyek PSEL dengan kepala daerah Yogyakarta, Sleman, dan Bantul (Kartamantul) serta Gubernur DIY di Gedhong Wilis Kompleks Kepatihan, Selasa (11/8/2026). Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua DPRD Kota Jogja, FX Wisnu Sabdono Putro, berharap persoalan sampah di Kota Jogja dapat dituntaskan pada 2027. Salah satu solusi yang diharapkan mampu menjawab persoalan tersebut adalah pemanfaatan teknologi pengolahan sampah melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Piyungan yang disiapkan Danantara.
Wisnu menilai penanganan sampah membutuhkan dukungan teknologi agar permasalahan yang selama ini dihadapi pemerintah daerah dapat diselesaikan. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pola penanganan yang sudah berjalan selama ini.
“Kita tunggu karena tahun 2027 itu kan rencana pihak Danantara mau membuat alat untuk sampah itu,” kata Wisnu saat ditemui di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Jogja, Senin (19/10/2026).
Dia berharap teknologi tersebut dapat menjadi solusi untuk mengatasi persoalan sampah, termasuk permasalahan yang berkaitan dengan tempat pemrosesan akhir (TPA).
Wisnu optimistis penanganan sampah di Kota Jogja dapat diselesaikan apabila rencana pemanfaatan teknologi tersebut terealisasi dan bisa diterapkan sesuai kebutuhan.
“Karena sebenarnya itu alih teknologi. Kalau bicara sampah itu pasti bicaranya teknologi,” ujarnya.
Anggaran Lingkungan Hidup 2027 Diperkirakan 30%
Selain mengandalkan teknologi, dukungan anggaran juga menjadi salah satu aspek yang disoroti dalam penanganan persoalan sampah di Kota Jogja.
Wisnu memperkirakan alokasi anggaran untuk sektor lingkungan hidup pada 2027 dapat berada di kisaran 30%. Meski demikian, dia tidak merinci nilai anggaran maupun komponen belanja yang secara khusus akan digunakan untuk penanganan sampah.
Harapan penyelesaian persoalan sampah pada 2027 tersebut sejalan dengan rencana pengembangan fasilitas PSEL di Piyungan. Proyek ini diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap pengelolaan sampah di Kota Jogja dan wilayah sekitarnya.
Namun, berdasarkan jadwal yang sebelumnya disampaikan Danantara Indonesia, fasilitas tersebut ditargetkan mulai dibangun pada akhir 2026 dan baru beroperasi penuh pada 2028.
PSEL Piyungan Ditargetkan Beroperasi pada 2028
Direktur Investasi Danantara Indonesia, Fadli Rahman, sebelumnya menjelaskan proyek PSEL Daerah Istimewa Jogja ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2026.
Fasilitas tersebut selanjutnya ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal III atau kuartal IV 2028.
"Target kita akan peletakan batu pertama atau groundbreaking di akhir tahun ini, yaitu pada bulan Desember 2026. Sehingga di kuartal III atau kuartal IV tahun 2028 nanti sudah bisa mengolah sampah untuk kawasan Yogyakarta," kata Fadli.
Pernyataan itu disampaikan dalam acara penandatanganan kerja sama pengembangan PSEL oleh Wali Kota Jogja, Bupati Sleman, dan Bupati Bantul di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Selasa (11/8/2026).
PSEL tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari. Kapasitas itu diharapkan dapat membantu mengurangi beban pemerintah daerah dalam menangani timbulan sampah, khususnya yang berasal dari kawasan perkotaan Jogja dan wilayah aglomerasinya.
Dengan kapasitas pengolahan tersebut, proyek PSEL diharapkan menjadi bagian penting dari upaya mengatasi persoalan sampah lintas wilayah. Meski demikian, target penyelesaian persoalan sampah pada 2027 yang diharapkan DPRD Kota Jogja perlu dilihat bersama jadwal operasional fasilitas yang saat ini ditargetkan baru dimulai pada 2028.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPKP Kota Jogja memetakan titik rawan genangan di Jambon, XT Square, Giwangan hingga Jogokaryan untuk mengantisipasi hujan deras.
Prabowo menyebut Indonesia berada dalam kondisi survival dan menegaskan kepentingan nasional serta rakyat menjadi prioritas pemerintah.
Peta NASA menunjukkan sebaran karbon monoksida di Indonesia pada 13–15 Oktober 2026. BMKG mengingatkan data satelit tidak langsung menggambarkan kualitas udara
Bupati Sleman Harda Kiswaya melantik 63 pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator. Pejabat diminta memegang falsafah Golong Gilig dan mengutamakan pelay
Pemkab Kulonprogo dan Kemendag melatih 60 UMKM agar mampu menembus pasar ekspor. Program pendampingan intensif disiapkan selama delapan bulan.
Ketua DPRD Jogja FX Wisnu Sabdono Putro berharap persoalan sampah tuntas pada 2027. PSEL Piyungan dirancang mengolah 1.000 ton sampah per hari.