IDAI Ungkap Bahaya PM2,5 dari Asap Karhutla bagi Kesehatan Anak
IDAI mengingatkan anak lebih rentan terdampak asap karhutla karena sistem pernapasan belum matang dan partikel PM2,5 berbahaya bagi paru-paru.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat mengungjungi stand BPJS Katenagakerjaan Jogja dalam kegiatan Financial Expo (FinExpo) 2026, Senin (19/10/2026) ist
Harianjogja.com, JOGJA—BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta memanfaatkan ajang Financial Expo (FinExpo) 2026 untuk memperluas edukasi jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat, terutama pekerja mandiri dan pelaku usaha kecil yang membutuhkan perlindungan dari risiko pekerjaan.
Dalam kegiatan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY di kawasan Monumen Serangan Umum 1 Maret, Jogja, Minggu (18/10/2026), BPJS Ketenagakerjaan membuka stan layanan dan edukasi. Pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai manfaat program serta layanan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.
FinExpo 2026 merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan 2026 yang mengusung tema “Inklusi Keuangan Cerdas, Menuju Indonesia Emas”. Kegiatan ini menghadirkan lembaga jasa keuangan, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperluas pemahaman serta akses terhadap berbagai layanan keuangan.
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kepala OJK DIY Eko Yunianto, dan Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY Santoso Rohmad.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta, Rudi Susanto, mengatakan perlindungan jaminan sosial perlu menjadi bagian dari kesadaran finansial masyarakat. Menurutnya, kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memperoleh penghasilan, tetapi juga kepastian perlindungan ketika pekerja menghadapi risiko.
“Ketika kita berbicara tentang kesejahteraan, bukan hanya bagaimana masyarakat bisa memperoleh penghasilan, tetapi juga bagaimana penghasilan dan keberlangsungan hidup keluarganya tetap terjaga ketika risiko pekerjaan terjadi. Karena itu, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan perlu menjadi bagian dari kesadaran finansial masyarakat,” kata Rudi.
Pekerja Mandiri Perlu Perlindungan
Rudi menilai edukasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan perlu menjangkau lebih banyak pekerja di sektor informal. Kelompok tersebut mencakup pedagang, pekerja harian, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pekerja mandiri lainnya.
Menurutnya, risiko pekerjaan tidak hanya dihadapi pekerja yang memiliki hubungan kerja dengan perusahaan. Pekerja mandiri juga perlu memahami pilihan perlindungan yang tersedia sesuai ketentuan program BPJS Ketenagakerjaan.
“Melalui kegiatan seperti FinExpo ini, kami ingin masyarakat semakin memahami bahwa BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya untuk pekerja perusahaan. Pedagang, pekerja harian, pelaku UMKM, hingga pekerja mandiri juga dapat memperoleh perlindungan sesuai ketentuan program yang berlaku. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya melindungi diri sejak dini,” ujar Rudi.
Selain stan edukasi jaminan sosial, FinExpo 2026 menghadirkan kegiatan edukasi keuangan, pameran produk dan layanan jasa keuangan, bazar UMKM, serta hiburan bagi masyarakat.
Partisipasi BPJS Ketenagakerjaan dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan perlindungan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat secara langsung. Edukasi ini diharapkan membantu pekerja memahami pentingnya mengantisipasi risiko yang dapat memengaruhi penghasilan dan kondisi ekonomi keluarga.
BPJS Ketenagakerjaan menyediakan sejumlah program perlindungan, di antaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Pekerja bukan penerima upah atau pekerja mandiri dapat mengikuti program sesuai persyaratan dan ketentuan kepesertaan yang berlaku.
Melalui perluasan pemahaman tersebut, pekerja diharapkan semakin menyadari bahwa perlindungan jaminan sosial merupakan bagian penting dari perencanaan keuangan. Dengan demikian, upaya meningkatkan kesejahteraan tidak hanya bertumpu pada kesempatan memperoleh penghasilan, tetapi juga pada kesiapan menghadapi risiko pekerjaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDAI mengingatkan anak lebih rentan terdampak asap karhutla karena sistem pernapasan belum matang dan partikel PM2,5 berbahaya bagi paru-paru.
Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM nasional aman. Cadangan Pertalite 16-18 hari, sedangkan BBM RON 92 ke atas dan solar di atas 20 hari.
Bioskop NSC kembali hadir di Wates, Kulonprogo, setelah lebih dari 20 tahun. Tiket mulai Rp37.000 termasuk minuman, dengan dua studio.
OJK melaporkan reformasi pasar modal kepada Prabowo, meliputi penguatan integritas, transparansi, dan penegakan aturan, termasuk persoalan MSCI.
BGN menegaskan tidak akan mengintervensi proses hukum kasus pencambukan di KPPG Bogor dan membuka kanal pengaduan anonim untuk mencegah kekerasan.
Dua orang meninggal dunia setelah sepeda motor diduga tergelincir saat menyalip truk trailer di dekat Palang Krapyak, Klaten, Senin sore.