UMKM Jogja Bakal Terhubung ke Hotel Lewat Koperasi Merah Putih

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Minggu, 18 Oktober 2026 14:57 WIB
UMKM Jogja Bakal Terhubung ke Hotel Lewat Koperasi Merah Putih

Ilustrasi, petugas menata beras SPHP dan berbagai kebutuhan di gerai KDMP syariah Geuce Komplek, Banda Aceh, Aceh, Rabu (23/9/2026)./Antara-Irwansyah Putra

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisperinkopUKM) Kota Jogja mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bergabung dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Melalui koperasi, produk UMKM diharapkan bisa menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk memenuhi kebutuhan sektor perhotelan.

Kepala DisperinkopUKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, mengatakan koperasi dapat berperan sebagai agregator yang mempertemukan produk UMKM dengan calon pembeli. Dengan pola ini, pelaku usaha tidak harus memasarkan produk secara mandiri karena koperasi dapat membantu membangun jaringan bisnis.

Kebutuhan hotel menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan. Koperasi berpotensi menghubungkan UMKM dengan hotel yang membutuhkan pemasok makanan, minuman, hingga produk cendera mata.

Melalui skema tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat lebih berfokus pada produksi. Sementara itu, koperasi membantu pemasaran, membangun koneksi usaha, serta mendorong peningkatan kualitas produk.

45 Kelurahan Sudah Memiliki Koperasi Merah Putih

Riyanto menyebut seluruh 45 kelurahan di Kota Jogja telah memiliki KKMP. Namun, belum semua koperasi menjalankan kegiatan usaha secara aktif.

Dari total tersebut, sebanyak 28 koperasi telah beroperasi. Sebanyak 14 koperasi di antaranya sudah menghasilkan omzet, sedangkan 14 lainnya telah beroperasi tetapi belum memperoleh keuntungan.

Salah satu koperasi yang mencatatkan omzet terbesar adalah KKMP Giwangan. Koperasi tersebut membukukan omzet sekitar Rp215 juta dan telah membagikan sisa hasil usaha (SHU) kepada anggotanya.

"SHU dari KKMP Giwangan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2025 sekitar Rp14 juta. Lumayan juga kan," kata Riyanto saat ditemui di Jalan Tegalpanggung, Danurejan, Sabtu (18/10/2026).

Capaian KKMP Giwangan tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan usaha koperasi kelurahan di Jogja. Selain menghasilkan omzet, koperasi juga telah membagikan SHU kepada anggota melalui Rapat Anggota Tahunan.

Pemkot Jogja Siapkan 16 KKMP sebagai Proyek Percontohan

Untuk mempercepat operasionalisasi koperasi, Pemerintah Kota Jogja berencana menjadikan 16 KKMP sebagai proyek percontohan atau prototipe. Kelurahan Bausasran menjadi salah satu lokasi yang disiapkan dalam program tersebut.

Riyanto juga menyampaikan Wakil Wali Kota Jogja terlibat sebagai penanggung jawab satuan tugas (Satgas) operasionalisasi KKMP. Keterlibatan tersebut diharapkan membantu mendorong koperasi agar dapat menjalankan fungsi usaha secara lebih optimal.

Koperasi Diharapkan Perluas Pasar UMKM Lokal

DisperinkopUKM Kota Jogja berharap semakin banyak pelaku UMKM bergabung dengan KKMP. Dengan menghimpun potensi usaha melalui koperasi, pemasaran produk dan pengembangan jaringan bisnis diharapkan bisa dilakukan secara lebih terkoordinasi.

Koperasi juga diharapkan menjadi penghubung antara pelaku usaha lokal dan pasar yang membutuhkan pasokan produk secara berkelanjutan, termasuk hotel. Dengan demikian, UMKM memiliki peluang memperluas jangkauan pemasaran, sementara koperasi dapat memperkuat perannya dalam mengembangkan ekonomi di tingkat kelurahan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online