PSIM Jogja Vs PSM Makassar di Stadion Sultan Agung Tanpa Suporter, Ini Alasannya
PSIM Jogja menjamu PSM Makassar tanpa penonton di SSA, Bantul, pada pekan kelima Super League 2026/2027. Simak alasan dan jadwalnya.
Pengurus berfoto bersama di lahan pertanian KT Laras Asri di Warungboto, Umbulharjo, Kota Jogja, beberapa waktu lalu. Ist/ Dok. KT Laras Asri
Harianjogja.com, JOGJA—Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tak menyurutkan produktivitas Kelompok Tani (KT) Laras Asri di Warungboto, Umbulharjo, Jogja. Beranggotakan 30 orang, kelompok ini mengoptimalkan kebun dan ruang di rumah warga untuk membudidayakan berbagai sayuran, dengan selada hidroponik sebagai komoditas unggulan yang telah memiliki mitra penyerapan hasil panen.
Upaya memanfaatkan lahan terbatas tersebut mengantarkan KT Laras Asri meraih Juara II Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas tingkat DIY. Kelompok tani ini memperoleh nilai 852,07 dan hadiah sebesar Rp5 juta.
Ketua KT Laras Asri, Neny Eko Purnama, menjelaskan kelompoknya menerapkan dua metode bercocok tanam, yakni hidroponik dan penanaman konvensional menggunakan polibag. Pemilihan metode disesuaikan dengan ketersediaan lahan di tengah padatnya permukiman perkotaan.
“Jadi ada yang ditaruh di rumah-rumah, ada yang di kebun,” kata Neny, Senin (19/10/2026).
Selada Hidroponik Jadi Komoditas Unggulan
Dari sejumlah jenis sayuran yang dibudidayakan, selada menjadi andalan KT Laras Asri. Tanaman tersebut dikembangkan dengan sistem hidroponik dan hasil panennya telah memiliki mitra yang membantu menyerap produksi kelompok.
Neny menjelaskan selada umumnya dipasarkan kepada rumah makan. Adanya mitra penyerapan hasil panen menjadi bagian dari pengelolaan komoditas unggulan kelompok tani yang beroperasi di wilayah Warungboto, Umbulharjo, tersebut.
Selain selada, KT Laras Asri menanam seledri, kangkung, cabai, tomat, dan terong. Berbagai tanaman itu tidak hanya ditujukan untuk penjualan, tetapi juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan anggota kelompok dan masyarakat sekitar.
Sayuran yang dibudidayakan secara konvensional memiliki pola pemanfaatan berbeda. Hasilnya digunakan untuk kebutuhan anggota kelompok, dibagikan kepada warga sekitar, serta dipasok untuk angkringan yang dikelola pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Dengan demikian, kegiatan pertanian KT Laras Asri turut mendukung pemenuhan kebutuhan sayuran di lingkungan sekitar. Hasil budidaya tidak seluruhnya diarahkan ke pasar, tetapi juga dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
Keterbatasan Tanah dan Serangan Hama Jadi Kendala
Meski telah mengoptimalkan berbagai ruang yang tersedia, KT Laras Asri masih menghadapi persoalan dalam kegiatan budidaya. Keterbatasan lahan perkotaan menjadi tantangan, terutama untuk penanaman konvensional yang membutuhkan media tanah.
Neny menyebut ketersediaan media tanam dan serangan hama menjadi kendala yang perlu dihadapi anggota kelompok dalam merawat tanaman.
“Kalau kendalanya itu kita karena di perkotaan, jadi lahannya terbatas. Kalau yang konvensional, kita kekurangan media tanah, sama hama tanaman,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat pemanfaatan ruang yang tersedia menjadi bagian penting dalam kegiatan pertanian kelompok. KT Laras Asri mengembangkan budidaya di kebun maupun rumah warga agar aktivitas menanam sayuran tetap berjalan meski lahan terbatas.
Libatkan Generasi Muda untuk Keberlanjutan Pertanian
Pengelolaan pertanian KT Laras Asri melibatkan anggota laki-laki dan perempuan. Kelompok tersebut juga mulai membuka kesempatan bagi generasi muda untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan mereka.
Menurut Neny, sejumlah anak muda telah dilibatkan, salah satunya dalam pengelolaan dokumentasi kegiatan kelompok. Walaupun jumlahnya belum banyak, partisipasi generasi muda menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian di lingkungan perkotaan.
Keterlibatan anggota dengan beragam latar belakang tersebut berjalan beriringan dengan upaya mengoptimalkan lahan yang tersedia. Kelompok tani tetap mengembangkan budidaya sayuran sekaligus menghadapi keterbatasan media tanam dan gangguan hama.
Raih Juara II Lomba Tingkat DIY
Upaya KT Laras Asri memanfaatkan lahan terbatas mendapat pengakuan melalui Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas tingkat DIY. Kelompok tani dari Warungboto itu meraih Juara II dengan nilai 852,07 dan membawa pulang hadiah sebesar Rp5 juta.
Pengumuman hasil lomba sekaligus penyerahan penghargaan berlangsung di Jogja Agro Park, Kemiri, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo, Jumat (2/10/2026).
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan KT Laras Asri dalam mengembangkan pertanian di kawasan perkotaan. Dengan mengandalkan selada hidroponik, menanam beragam sayuran secara konvensional, serta memanfaatkan kebun dan rumah warga, kelompok ini menjalankan kegiatan budidaya di tengah keterbatasan lahan yang masih menjadi tantangan utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja menjamu PSM Makassar tanpa penonton di SSA, Bantul, pada pekan kelima Super League 2026/2027. Simak alasan dan jadwalnya.
DPRD Sleman mendorong UMKM Padukuhan Sedogan meningkatkan kualitas produk dan pemasaran untuk menangkap peluang ekonomi Exit Tol Banyurejo.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, realisasi Program 3 Juta Rumah tercatat 324.213 unit. Pemerintah menggenjot FLPP, BSPS, dan KUR Perumahan.
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
Polisi mengevakuasi enam aktivis Greenpeace Indonesia dari Monumen Selamat Datang di Bundaran HI. Seorang aktivis perempuan mendapat penanganan medis.
WNA Italia berinisial PZ dideportasi melalui Bandara YIA setelah diperiksa BNNP DIY terkait temuan cairan yang diduga mengandung etomidate.