Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Jalur Pasar Peternak Unggas

Newswire
Newswire Minggu, 18 Oktober 2026 13:37 WIB
Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Jalur Pasar Peternak Unggas

Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik Koko Haryono (kiri) dan Ketua Umum Pinsar Indonesia Singgih Januratmoko (kanan) seusai acara Chicken and Egg Run 2026, di Yogyakarta, Minggu (18/10/2026). /Antara.

Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong integrasi peternak ayam dan telur dengan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperkuat ekosistem bisnis perunggasan dari hulu hingga hilir. Skema ini diharapkan membantu peternak mengakses pembiayaan, memperbaiki tata kelola usaha, sekaligus membuka jalur pemasaran hasil ternak secara langsung.

Dukungan tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik Koko Haryono di sela kegiatan lari Chicken and Egg Run 2026 yang digelar Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia di Jogja, Minggu.

"Pinsar ini bisa menguatkan organisasinya melalui koperasi karena koperasi akan menjadi ekosistem di mana akan membantu dari hulu sampai hilir, sekaligus kita akan mendukung tata kelolanya dan mendorong akses pembiayaannya," ujar Koko Haryono.

Menurut Koko, koperasi dapat menjadi bagian dari penguatan usaha peternak, mulai dari pengelolaan bisnis hingga pemasaran produk. Integrasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga diharapkan memperkuat keterhubungan antara peternak lokal dan pasar di wilayah masing-masing.

Koperasi Merah Putih Berpotensi Menjadi Jalur Pemasaran

Koko mengatakan pembangunan fisik Koperasi Merah Putih saat ini tengah berlangsung di berbagai daerah. Setelah bisnis koperasi berjalan, peternak diharapkan dapat bergabung dan memasarkan hasil ternaknya melalui jaringan koperasi tersebut.

"Nanti kalau sudah berjalan bisnisnya, peternak-peternak bisa masuk ke dalam Koperasi Merah Putih dan hasil peternakannya berupa ayam maupun telur bisa dipasarkan langsung ke wilayah Koperasi Merah Putih sekitar," kata dia.

Melalui skema tersebut, ayam dan telur hasil produksi peternak lokal berpeluang dipasarkan langsung di wilayah sekitar koperasi. Pemerintah juga menyatakan dukungannya terhadap penguatan tata kelola dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha perunggasan.

Koko turut mengapresiasi penyelenggaraan Chicken and Egg Run 2026. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mengampanyekan peningkatan konsumsi protein hewani, khususnya ayam dan telur, kepada masyarakat.

Pinsar Soroti Konsumsi Ayam dan Telur di Indonesia

Ketua Umum Pinsar Indonesia Singgih Januratmoko menyambut baik dukungan pemerintah untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi sektor perunggasan nasional.

Singgih menilai rendahnya konsumsi ayam dan telur per kapita di Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, edukasi mengenai pentingnya asupan protein hewani perlu terus diperkuat, termasuk melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat.

"Harapan kita dengan acara ini meningkatkan pembelajaran lebih awal pengetahuan kepada masyarakat bahwa ayam dan telur adalah protein termurah, terutama untuk generasi kita ke depan supaya mereka mempunyai kualitas kecerdasan yang baik," tutur Singgih.

Melalui kegiatan tersebut, Pinsar Indonesia berharap masyarakat semakin memahami peran ayam dan telur sebagai sumber protein yang terjangkau. Edukasi sejak dini juga menjadi perhatian agar generasi mendatang memperoleh pemahaman mengenai pentingnya konsumsi protein hewani.

Harga Jagung Jadi Tantangan Peternak Unggas

Selain persoalan konsumsi, Singgih menyoroti mahalnya bahan baku pakan, terutama jagung, yang menjadi salah satu kendala bagi peternak unggas.

Ia berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan persoalan harga jagung agar biaya pakan lebih terjangkau. Menurut Singgih, penurunan harga pakan diharapkan turut membuat harga ayam dan telur lebih murah bagi masyarakat.

"Harapan pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah jagung ini, sehingga dengan pakan murah, maka harga ayam dan telur juga murah bagi masyarakat," tutup Singgih.

Dengan demikian, penguatan koperasi, perluasan pemasaran hasil ternak, peningkatan konsumsi protein hewani, serta persoalan harga bahan baku pakan menjadi sejumlah hal yang disoroti Pinsar Indonesia dan Kemenkop dalam upaya mendukung sektor perunggasan nasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online