Konsumsi 40% Penduduk Terbawah DIY Naik Jadi 16,91% pada 2026
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 214 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah beroperasi dan melakukan transaksi hingga Oktober 2026. Dinas Koperasi dan UKM DIY menargetkan sedikitnya 80% dari total 438 kalurahan di DIY sudah mengoperasikan KDMP hingga akhir tahun ini.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono, mengatakan koperasi yang telah beroperasi tersebut sudah menjalankan kegiatan usaha dan menghasilkan pendapatan. Dengan demikian, operasional KDMP tidak hanya ditandai dengan keberadaan gerai, tetapi juga aktivitas transaksi.
“[jumlah] 214, sudah ada transaksi,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).
Agus menjelaskan, sejumlah KDMP di DIY mulai mengembangkan usaha sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi wilayah masing-masing. Beberapa di antaranya membuka gerai kebutuhan pokok, sedangkan koperasi lainnya memasarkan produk pertanian dan komoditas pangan.
KDMP di Bangunharjo, Tamanmartani, dan Sidomulyo, misalnya, telah membuka gerai sembako. Sementara itu, KDMP di Kembang mulai menjual pupuk dan produk potensi lokal.
Adapun KDMP di Purwosari mengembangkan usaha penjualan ikan lele, sedangkan KDMP di Ngestiharjo memasarkan telur. Ragam kegiatan tersebut menjadi contoh usaha yang telah dijalankan koperasi di sejumlah wilayah DIY.
“Sudah contohnya buka gerai sembako Bangunharjo, Tamanmartani, Sidomulyo, jual pupuk Kembang jual produk potensi lokal, Purwosari lele, telur Ngestiharjo,” ucapnya.
Meski ratusan koperasi telah bertransaksi, Dinkop DIY masih mengejar target operasional hingga akhir 2026. Dengan jumlah 438 kalurahan sebagai acuan, pemerintah daerah menargetkan minimal 80% di antaranya sudah mengoperasikan KDMP.
Agus menyebut pelaksanaan program KDMP menghadapi kendala, terutama karena sejumlah regulasi terbit dalam waktu yang berdekatan. Kondisi tersebut membuat pelaksana di lapangan harus menyesuaikan pelaksanaan program dengan berbagai ketentuan yang muncul.
“Kendalanya/permasalahan lebih pada regulasi yang datangnya cepat hampir bersamaan pelaksanaan dilapangan kerepotan, minimal 80% [sampai akhir tahun]. Sesuai jumlah kalurahan DIY 438 kalurahan,” jelasnya.
Target minimal 80% tersebut menjadi sasaran Dinkop DIY hingga penghujung tahun. Sementara itu, koperasi yang sudah beroperasi mulai menjalankan kegiatan usaha dengan komoditas yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal.
Di sisi lain, kesiapan gerai masih menjadi persoalan dalam pelaksanaan program KDMP di Kabupaten Kulonprogo. Pemeriksaan terhadap 22 gerai sebelumnya menemukan sejumlah kekurangan, mulai dari kondisi bangunan yang berisiko terhadap keselamatan hingga fasilitas dasar yang belum memenuhi persyaratan.
Wakil Ketua Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) KDMP Kulonprogo, Iffah Mufidati, mengatakan pemeriksaan lapangan terhadap seluruh 22 gerai tersebut telah selesai dilakukan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, gerai-gerai itu masuk kategori layak dengan catatan perbaikan dan tidak layak operasional.
Temuan tim antara lain berkaitan dengan kondisi fisik bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan. Selain itu, terdapat gerai yang belum memiliki fasilitas air bersih dengan aliran memadai serta pasokan listrik yang belum memenuhi standar minimal 5.500 volt ampere (VA).
Iffah menjelaskan, hasil verifikasi dan validasi digunakan untuk menentukan kesiapan gerai sebelum dioperasikan. Tim teknis membagi hasil pemeriksaan menjadi tiga kategori, yakni layak dan siap operasional, layak dengan catatan perbaikan, serta tidak layak operasional.
“Rekomendasi dari tim teknis verval membagi kondisi gerai dalam tiga kategori: layak dan siap operasional, layak dengan catatan perbaikan, serta tidak layak operasional. Di Kulonprogo, temuan kita berada di kategori dua dan tiga,” ujar Iffah kepada wartawan.
Temuan di Kulonprogo tersebut menunjukkan bahwa kesiapan gerai masih perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program KDMP. Selain mendorong koperasi mulai bertransaksi, pemenuhan persyaratan bangunan dan fasilitas dasar menjadi bagian penting sebelum gerai dinyatakan siap beroperasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
Radithya Bayu Wardhana mengalahkan Fardhan Rainanda Joe dalam final Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 di Kairo, Mesir.
OpenAI memperluas GPT-6 ke pengguna ChatGPT gratis dan berbayar. Simak fitur Intelligent UI, kecepatan respons, keamanan, dan jadwal rilisnya.
Salah transfer uang ke rekening orang lain? Simak cara melapor ke bank, melacak dana, dan memahami ancaman pidana bagi penerima.
Hasil Everton vs Chelsea berakhir 0-2. Pedro Neto mencetak dua gol dan membawa Chelsea naik ke posisi keempat klasemen Liga Inggris.
Mitchell Baker mengoleksi delapan gol dan empat assist dari 10 laga bersama Georgetown University. Ia juga mencatatkan sembilan gol untuk Timnas Indonesia.