UMK Gunungkidul 2026 Rp2,46 Juta, Berapa Besaran Tahun Depan?
Komisi D DPRD Gunungkidul berharap UMK 2027 disesuaikan dengan biaya hidup, kemampuan perusahaan, dan formula pengupahan yang berlaku.
Petugas memasang plang penanda Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Banguntapan di kompleks kalurahan setempat, Selasa (14/10/2025). Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bantul didorong tidak hanya menjalankan usaha jual beli barang, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk unggulan di setiap kalurahan. DPRD Bantul meminta kegiatan usaha koperasi disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), karakteristik, serta potensi ekonomi wilayah masing-masing.
Dorongan tersebut muncul di tengah wacana perluasan peran KDMP sebagai penyalur berbagai program pemerintah. Selain berpeluang terlibat dalam penyaluran bantuan sosial dan gaji aparatur sipil negara (ASN), koperasi ini juga disebut bakal menjadi tempat penyelenggaraan salah satu program prioritas presiden melalui klinik KDMP atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Ketua Komisi B DPRD Bantul, Arif Haryanto, menilai pengembangan usaha KDMP perlu memiliki arah yang jelas. Pasalnya, sejumlah koperasi hingga kini masih menghadapi kesulitan menentukan produk yang akan dipasarkan.
Menurut Arif, KDMP seharusnya menjadi wadah pengembangan usaha masyarakat sekaligus memperkuat pemasaran produk lokal. Karena itu, setiap koperasi perlu memiliki bidang usaha yang sesuai dengan keunggulan wilayah tempatnya beroperasi.
"Kalau nanti sudah berjalan, ya harus sesuai dengan core-nya masing-masing. Dihubungkan dengan karakteristik keunggulan di wilayah masing-masing," katanya, Jumat (30/10/2026).
Produk Unggulan Jadi Tantangan KDMP di Bantul
Arif menyoroti belum banyaknya KDMP yang mempunyai produk unggulan sendiri. Sebagian koperasi masih menjalankan kegiatan usaha secara normatif dengan mengikuti panduan dari pemerintah pusat.
Akibatnya, sejumlah pengurus belum memiliki gambaran mengenai komoditas yang bisa dijual secara berkelanjutan. Padahal, peluang usaha setiap kalurahan dapat berbeda bergantung pada potensi ekonomi dan karakteristik masyarakatnya.
Dia mencontohkan koperasi yang bergerak di sektor pertanian dapat mengembangkan usaha berbasis agro. Sementara itu, KDMP yang memilih perdagangan alat tulis kantor (ATK) perlu membangun kemitraan dengan pihak-pihak yang membutuhkan produk tersebut.
Beberapa jenis usaha yang telah dicoba juga belum tentu memberikan hasil optimal. Salah satunya penjualan perangko yang memiliki keterbatasan pasar karena jumlah penggunanya semakin sedikit.
"Ada juga yang jual gas elpiji 3 kilogram tapi belum berjalan optimal. Karena margin keuntungannya relatif kecil dan izinnya juga kompleks. Makanya saya dorong KDMP ini bisa kreatif menangkap peluang," ujarnya.
KDMP Bisa Gandeng KWT untuk Memasarkan Produk Lokal
Untuk mengatasi keterbatasan produk unggulan, Arif mendorong KDMP menjalin kerja sama dengan kelompok wanita tani (KWT) maupun kelompok usaha masyarakat yang sudah memiliki produk siap jual.
Melalui pola kemitraan tersebut, koperasi dapat membantu memasarkan hasil produksi masyarakat. Dengan demikian, pengurus KDMP tidak harus membangun produk unggulan maupun memulai seluruh proses produksi dari awal.
Skema ini juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas jangkauan pemasaran melalui jaringan koperasi yang tersedia di kalurahan.
"Kalau itu kan realistis, jadi tidak perlu lagi bangun produk unggulan baru. Yang sudah ada saja dikembangkan," jelasnya.
Pendampingan dan Partisipasi Anggota Perlu Diperkuat
Arif mengakui sebagian KDMP masih menjalankan pola usaha tradisional. Kondisi tersebut membuat koperasi belum mampu menghasilkan produk yang dapat dipasarkan secara luas.
Oleh karena itu, pendampingan diperlukan agar pengurus KDMP memiliki kemampuan membaca peluang usaha dan meningkatkan pengelolaan manajemen koperasi. Pengembangan kegiatan usaha juga perlu mempertimbangkan potensi yang sudah dimiliki masyarakat setempat.
Di sisi lain, partisipasi anggota menjadi faktor penting dalam memperkuat permodalan. Arif berharap KDMP dapat mengoptimalkan iuran dan keterlibatan anggota sebagai salah satu sumber pendanaan untuk mengembangkan usaha.
Koperasi dengan anggota aktif dan simpanan pokok yang memadai dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kegiatan usaha dibandingkan koperasi yang tingkat partisipasi anggotanya masih rendah.
Dengan penguatan produk lokal, kemitraan masyarakat, pendampingan pengurus, serta permodalan anggota, KDMP diharapkan mampu menjalankan fungsi koperasi secara lebih optimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga di masing-masing kalurahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi D DPRD Gunungkidul berharap UMK 2027 disesuaikan dengan biaya hidup, kemampuan perusahaan, dan formula pengupahan yang berlaku.
Gibran mengaku telah menyiapkan dokumen untuk membuktikan keaslian ijazahnya di PTUN sebelum gugatan Denny Indrayana dicabut.
Telkom meraih dua penghargaan dalam ALB Indonesia Law Awards dan In-House Counsel Summit & Awards 2026 atas keunggulan fungsi legal serta inovasi digital melalu
WNI bernama Taufiq Muhammad dilaporkan tewas dalam pertempuran pertama setelah direkrut menjadi tentara Rusia di Ukraina.
Polda DIY menyatakan 34 orang yang mendapat perlindungan saat kericuhan di Gedung DPRD DIY telah dipulangkan dan dijemput keluarga.
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pelaku perusakan saat demonstrasi di Jogja diproses hukum dan mengingatkan massa tidak melakukan kekerasan.