Gunungkidul Disiapkan Jadi Lokasi Pabrik Bioetanol DIY, Petani Peroleh Bantuan Benih

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 16 Oktober 2026 11:57 WIB
Gunungkidul Disiapkan Jadi Lokasi Pabrik Bioetanol DIY, Petani Peroleh Bantuan Benih

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih (dua dari kiri) saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (15/10/2026)./Antara-Humas Pemkab Gunungkidul

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kabupaten Gunungkidul mendapat tambahan bantuan benih jagung untuk mendukung program ketahanan energi terbarukan yang digagas Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut menjadi bagian dari pengembangan tanaman penghasil bahan baku bioetanol sekaligus upaya memperkuat pemanfaatan sumber energi berbasis hayati.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan, tetapi juga mendorong penguatan ketahanan energi melalui pengembangan sejumlah komoditas pertanian, yakni jagung, singkong, dan tebu.

“Bapak Presiden sudah perintahkan untuk penguatan energi melalui biofuel etanol. Itu doakan agar berjalan dengan baik,” kata Amran saat berkunjung ke PT Widodo Makmur Unggas di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Kamis (15/10/2026).

Menurut Amran, sesuai arahan Presiden, terdapat tiga komoditas utama yang dikembangkan untuk mendukung produksi energi bioetanol. Ketiga tanaman tersebut adalah singkong, tebu, dan jagung.

“Tanaman yang dikembangkan sudah sangat erat dengan masyarakat, khususnya para petani,” katanya.

Pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat melibatkan petani secara langsung dalam penyediaan bahan baku energi terbarukan. Dengan demikian, sektor pertanian tidak hanya menopang kebutuhan pangan, tetapi juga berperan dalam mendukung ketersediaan energi.

Gunungkidul Jadi Lokus Pengembangan Bioetanol di DIY

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntarningsih, menyatakan pemerintah kabupaten siap mendukung program ketahanan energi terbarukan dari Kementerian Pertanian. Ia menyebut Gunungkidul menjadi salah satu dari 42 kabupaten yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai daerah penopang energi terbarukan.

Menurut Endah, Gunungkidul menjadi satu-satunya wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang masuk dalam lokasi pengembangan energi berbasis tanaman hayati tersebut.

“Untuk DIY hanya Gunungkidul. Sedangkan, Jawa Tengah yang ikut program adalah Kabupaten Pati dan Wonogiri,” kata Mbak Endah.

Ia menjelaskan, kunjungan Menteri Amran ke Gunungkidul salah satunya berkaitan dengan rencana pengembangan pabrik bioetanol. Gunungkidul menjadi salah satu lokasi yang akan dibangun fasilitas pengolahan tersebut.

“Beliau [Menteri Amran] ingin memastikan Gunungkidul sebagai calon lokus pabrik bioethanol sudah melakukan sosialisasi ke petani untuk penanaman jagung sebagai bahan baku dari sumber energi terbarukan ini,” katanya.

Kesiapan petani dalam menanam jagung menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam pengembangan program tersebut. Pasalnya, ketersediaan bahan baku pertanian diperlukan untuk mendukung rencana pengembangan industri bioetanol di daerah.

Bantuan Benih Jagung Disiapkan untuk 9.500 Hektare

Endah mengatakan sosialisasi kepada petani telah dilakukan dan bantuan benih juga sudah diberikan. Namun, penanaman masih menunggu datangnya musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada akhir tahun.

“Ada bantuan benih sebanyak 8.500 hektare dan akan ditanam di awal musim hujan,” katanya.

Selain bantuan tersebut, Gunungkidul akan memperoleh tambahan bantuan benih jagung untuk lahan seluas 1.000 hektare. Tambahan ini diberikan dalam rangka mendukung pengembangan komoditas pertanian sebagai bahan baku energi terbarukan.

“Ini masih dalam proses pendataan calon petani dan calon lahan untuk mendapatkan bantuan guna mendukung program ketahanan energi di Gunungkidul,” katanya.

Dengan demikian, bantuan benih yang disebutkan mencakup alokasi awal untuk 8.500 hektare dan tambahan 1.000 hektare yang masih dalam proses pendataan. Pelaksanaan penanaman direncanakan mengikuti awal musim hujan agar sesuai dengan kondisi pertanian di wilayah tersebut.

Program ini menempatkan Gunungkidul sebagai salah satu daerah yang dipersiapkan untuk mendukung pengembangan energi berbasis tanaman. Selain menyiapkan petani dan lahan, ketersediaan bahan baku jagung akan menjadi bagian penting dalam mendukung rencana pembangunan pabrik bioetanol di kabupaten tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online