Lantik 63 Pejabat Sleman, Harda Kiswaya Tekankan Falsafah Golong Gilig

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Rabu, 21 Oktober 2026 16:47 WIB
Lantik 63 Pejabat Sleman, Harda Kiswaya Tekankan Falsafah Golong Gilig

Bupati Sleman, Harda Kiswaya melantik 63 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di lingkungan Pemkab Sleman, di Pendopo Parasamya, Selasa (20/10/2026)./Istimewa-Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman\r\n\r\n

Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman, Harda Kiswaya, melantik 63 pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Selasa (20/10/2026). Dalam pelantikan di Pendopo Parasamya tersebut, Harda meminta para pejabat mengamalkan falsafah Golong Gilig untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pelantikan itu menjadi bagian dari penataan birokrasi Pemkab Sleman untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mendorong penerapan sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara (ASN).

Harda menegaskan Pemkab Sleman berkomitmen mewujudkan pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat penerapan sistem merit dalam pengelolaan ASN.

"Guna penerapan sistem meritokrasi, kita ingin penataan tata kelola pemerintahan yang jauh lebih baik, profesional, akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik," tutur Harda.

Menurutnya, penataan birokrasi perlu dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan lebih baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Pejabat Baru Diminta Tingkatkan Integritas
Harda meminta para pejabat yang baru dilantik tidak memandang pelantikan hanya sebagai pergantian posisi atau peningkatan karier. Sebaliknya, jabatan yang diemban harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, menjaga integritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dia juga mengingatkan para pejabat agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Optimalisasi pelayanan kepada masyarakat harus menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

Selain itu, para pejabat diminta memperkuat kolaborasi agar setiap program pemerintah dapat berjalan efektif dan memberikan hasil maksimal. Menurut Harda, koordinasi antarlembaga dan antarunit kerja diperlukan supaya pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri.

Dalam menjalankan kepemimpinan, dia turut mengingatkan pentingnya menerapkan piwulang Ki Hajar Dewantara yang terangkum dalam trilogi kepemimpinan.

Falsafah Golong Gilig untuk Perkuat Kolaborasi
Harda secara khusus menekankan falsafah Golong Gilig sebagai pedoman bagi seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Sleman. Falsafah tersebut mengajarkan semangat persatuan yang utuh, bulat, dan tanpa sekat dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Dia menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus bekerja sebagai satu kesatuan. Baik pejabat yang bertugas di sekretariat, dinas, kapanewon, maupun puskesmas, semuanya memiliki tanggung jawab untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

"Kita mengenal falsafah "Golong Gilig" yang mengajarkan semangat persatuan yang utuh, bulat dan tanpa sekat. Baik yang bertugas di sekretariat, dinas, kapanewon, maupun di puskesmas, kita adalah satu kesatuan yang tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Hilangkan ego sektoral dan pastikan setiap langkah memberikan hasil nyata bagi masyarakat Kabupaten Sleman," tandasnya.

Melalui pelantikan 63 pejabat tersebut, Pemkab Sleman mendorong penguatan tata kelola birokrasi yang profesional dan akuntabel. Para pejabat diharapkan mampu membangun kerja sama lintas sektor, menjaga integritas, serta memastikan program pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online