Demo Mahasiswa di DPRD DIY Ricuh, Ini Respons Anggota Dewan

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Rabu, 21 Oktober 2026 10:57 WIB
Demo Mahasiswa di DPRD DIY Ricuh, Ini Respons Anggota Dewan

Polda DIY mengamankan sejumlah demonstran saat aksi di DPRD DIY pada Selasa (20/10/2026). Polisi menyebut terjadi pelemparan batu dan petasan. /Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono.

Harianjogja.com, JOGJA— DPRD DIY berharap pemerintah pusat mendengar aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPRD DIY, Selasa (20/10/2026). Aspirasi tersebut berkaitan dengan evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, termasuk sejumlah kebijakan nasional yang menjadi sorotan mahasiswa.

Anggota Komisi B DPRD DIY, Yan Kurnia Kustanto, mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan pendapat dalam aksi tersebut. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu mendapat perhatian, terutama dari para pengambil kebijakan yang berwenang.

"Kami berharap aspirasi ini bisa didengar oleh semuanya, khususnya para pengambil kebijakan yang berwenang," kata Yan di Gedung DPRD DIY, Selasa malam.

Yan juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang berupaya menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung. Namun, dia menyayangkan kericuhan yang terjadi pada malam hari dan menyampaikan permohonan maaf kepada warga sekitar gedung DPRD yang terdampak aktivitas unjuk rasa.

"Kami juga menyayangkan pada malam hari ini ada insiden, kami mohon maaf kepada warga sekitar Gedung DPRD DIY yang terganggu," ujarnya.

DPRD DIY Ingatkan Pentingnya Ketertiban Saat Menyampaikan Aspirasi

Anggota Komisi A DPRD DIY, Syarief Guska Laksana, mengatakan Gedung DPRD DIY merupakan rumah rakyat yang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Ia menilai hak menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

Meski demikian, Guska mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi perlu tetap mengikuti ketentuan perundang-undangan. Ketertiban dan keamanan bersama juga harus dijaga agar aspirasi dapat diterima dengan baik.

"Kita menerima dengan baik, kita mengimbau dan berharap agar semua aspirasi ini sesuai dengan peraturan perundangan yang sudah ada, menjaga ketertiban dan keamanan bersama agar semuanya nyaman, dan aspirasi dapat diterima dengan baik," kata Guska.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah aksi mahasiswa di Gedung DPRD DIY berlangsung sejak siang hingga malam hari. Dalam aksi itu, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat.

Kronologi Aksi Mahasiswa di Gedung DPRD DIY

Aksi unjuk rasa digelar untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Situasi yang semula kondusif mulai memanas pada sore hari ketika massa berusaha masuk ke Gedung DPRD DIY, tetapi dihalau aparat kepolisian.

Setelah sempat mereda saat petang, kericuhan kembali terjadi pada malam hari. Situasi tersebut turut menjadi perhatian anggota DPRD DIY, yang menyampaikan harapan agar aspirasi mahasiswa tetap dapat diterima tanpa mengabaikan ketertiban dan keamanan.

Tujuh Tuntutan Mahasiswa kepada Pemerintah Pusat

Koordinator Umum Aksi Mahasiswa UII, Troy Amirul Akhmad, mengatakan mahasiswa membawa tujuh tuntutan dalam aksi tersebut. Tuntutan itu mencakup berbagai persoalan, mulai dari penanganan kasus masa lalu hingga evaluasi program pemerintah.

Berikut pokok tuntutan yang disampaikan mahasiswa:

1. Evaluasi penanganan Tragedi Kanjuruhan.
2. Peninjauan program strategis nasional.
3. Transparansi pengelolaan BBM bersubsidi.
4. Penegakan hukum atas kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu.
5. Moratorium, evaluasi, dan transparansi program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
6. Evaluasi komunikasi pemerintah.
7. Efisiensi birokrasi dan anggaran negara serta evaluasi pelibatan militer dalam ranah sipil.

Tuntutan tersebut menjadi bagian dari kritik mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah pusat selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Melalui aksi di Gedung DPRD DIY, mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka harapkan mendapat perhatian dari para pengambil kebijakan.

DPRD DIY pun berharap aspirasi tersebut dapat diteruskan dan didengar pemerintah pusat. Pada saat yang sama, para anggota dewan mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan agar penyampaian pendapat di ruang demokrasi dapat berlangsung dengan baik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online