Pasar Murah Kota Jogja Digelar di 23 Titik, Siapkan 65 Ton Bahan Pokok

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Senin, 19 Oktober 2026 18:47 WIB
Pasar Murah Kota Jogja Digelar di 23 Titik, Siapkan 65 Ton Bahan Pokok

Ilustrasi, Gelaran pasar murah di Kemantren Umbulharjo./Dokumen Harian Jogja

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja menjadwalkan pasar murah di 23 titik selama Oktober hingga November 2026. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Jogja, Sri Riswanti, mengatakan pasar murah pada Oktober berlangsung di sembilan titik. Adapun pada November, kegiatan serupa direncanakan digelar di 14 titik.

“Pemkot support lewat APBD dengan memberikan bantuan biaya distribusi 2000/kg sebagai pengurang harga, sehingga bisa murah sampai ke masyarakat,” kata Riswanti saat dihubungi, Senin (19/10/2026).

Secara keseluruhan, volume komoditas bersubsidi yang disiapkan diperkirakan mencapai sekitar 65 ton. Pasar murah juga menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita yang dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Ketersediaan beras SPHP dan Minyakita mengikuti stok yang dimiliki Perum Bulog.

Pasar Murah Jetis Sediakan 2,5 Ton Bahan Pokok

Salah satu kegiatan pasar murah digelar di halaman Kemantren Jetis, Kota Jogja, dengan menyediakan 2,5 ton bahan kebutuhan pokok. Komoditas yang dijual meliputi beras, minyak goreng, telur, tepung terigu, bawang merah, dan bawang putih.

Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Oleg Yohan, berharap kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat yang kesulitan membeli kebutuhan pokok dengan harga di pasaran.

“Harapan kami dengan diadakannya pasar murah ini bisa memberikan dampak secara ekonomi kepada masyarakat. Utamanya masyarakat yang belum bisa menjangkau kebutuhan yang harganya mahal,” kata Oleg saat ditemui di DPRD Kota Jogja.

Sejumlah komoditas dalam pasar murah di Jetis dijual dengan harga bersubsidi. Minyak goreng dibanderol Rp15.500 per liter atau Rp31.000 untuk kemasan dua liter, sedangkan telur dijual seharga Rp21.500.

Meski mendapat sambutan antusias dari masyarakat, pembelian di lokasi tersebut dibatasi bagi warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) setempat.

Menurut Oleg, pembatasan itu dilakukan karena pasar murah akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah kemantren. Dengan demikian, warga di wilayah lain juga berkesempatan mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga bersubsidi.

Bagian dari Peringatan 270 Tahun Kota Jogja

Pelaksanaan pasar murah di Jetis merupakan aspirasi yang dibawa Oleg melalui Komisi B DPRD Kota Jogja bersama Disdag. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan 270 tahun Kota Jogja.

“Ini aspirasi dari saya di Komisi B bersama Dinas Perdagangan Kota Jogja dalam rangka 270 tahun Kota Jogja,” ucapnya.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Perum Bulog yang menyuplai beras serta sebagian kebutuhan minyak goreng.

Oleg menilai pasar murah bisa membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat, khususnya kelompok yang kesulitan membeli bahan pangan sesuai harga pasar. Namun, ia mengingatkan bahwa kegiatan dengan cakupan terbatas ini belum dapat dianggap sebagai upaya pengendalian inflasi secara menyeluruh.

“Kalau pengendalian inflasi, saya kira ini terlalu luas. Ini kan hanya lingkup tertentu saja, supaya masyarakat yang melihat beberapa bahan kebutuhan pokok ini mahal bisa sedikit terbantu,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online