HIPMI Kulonprogo Minta Program Prioritas Pusat Diperluas ke Daerah

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Rabu, 21 Oktober 2026 01:37 WIB
HIPMI Kulonprogo Minta Program Prioritas Pusat Diperluas ke Daerah

Ilustrasi UMKM - Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO— Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kulonprogo mendorong pemerintah pusat memperluas program prioritas ke daerah untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus memperkuat usaha lokal. Langkah tersebut dinilai penting bagi Kabupaten Kulonprogo yang masih menghadapi tantangan rendahnya daya beli masyarakat.

Ketua HIPMI Kulonprogo, Riemas Ginong Pratidina, mengapresiasi sejumlah program prioritas pemerintah pusat yang dinilai mendukung penguatan ekonomi kerakyatan. Program tersebut mencakup pemberdayaan ekonomi riil berbasis komunitas, penguatan sektor kelautan dan perikanan, serta investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Menurut Riemas, program-program tersebut relevan dengan kebutuhan daerah karena berpotensi mengoptimalkan potensi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal. Stimulus ekonomi yang menjangkau masyarakat dinilai dapat membuka peluang bagi pertumbuhan usaha dan kemandirian ekonomi daerah.

"Program-program ini tidak hanya membangkitkan sektor perikanan lokal, tetapi juga menjadi pemacu kreativitas dan kemandirian ekonomi daerah," ujar Riemas kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).

Program Perikanan Dinilai Dorong Ekonomi Lokal

Riemas mencontohkan bantuan kolam ikan intensif dengan sistem bioflok dan pengembangan Kampung Nelayan sebagai program yang dinilai dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Inisiatif tersebut berpotensi memperkuat sektor perikanan sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya kegiatan usaha berbasis potensi lokal.

Bagi HIPMI Kulonprogo, pemberdayaan sektor produktif menjadi bagian penting dalam mendorong ekonomi daerah. Pengembangan usaha berbasis komunitas juga dinilai dapat meningkatkan kemandirian masyarakat apabila didukung pelaksanaan program yang berkelanjutan.

HIPMI Kulonprogo menilai pendekatan ekonomi yang menyentuh kebutuhan masyarakat dapat membantu menggerakkan aktivitas ekonomi dari tingkat bawah. Namun, perluasan jangkauan program ke daerah tetap menjadi perhatian agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Sekolah Unggulan Dinilai Penting untuk Masa Depan

Selain program ekonomi dan perikanan, HIPMI Kulonprogo menyoroti investasi jangka panjang di sektor pendidikan. Riemas menilai pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda sebagai langkah antisipatif menghadapi perubahan tren ekonomi global.

Menurut dia, perekonomian masa depan semakin bertumpu pada penelitian dan pengembangan atau Research & Development (R&D), serta inovasi. Karena itu, fasilitas pendidikan unggulan dinilai berpotensi mendukung lahirnya sumber daya manusia dari daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

"Tren ekonomi masa depan adalah ekonomi berbasis riset dan inovasi. Kehadiran fasilitas pendidikan unggulan ini akan memacu lahirnya talenta-talenta hebat dari daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," tambahnya.

Investasi pendidikan tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang memiliki kemampuan untuk menghadapi perubahan kebutuhan ekonomi. Penguatan SDM juga menjadi salah satu aspek yang dinilai relevan dengan pembangunan ekonomi daerah dalam jangka panjang.

HIPMI Soroti Daya Beli Masyarakat Kulonprogo

Di balik apresiasi terhadap program prioritas pemerintah pusat, HIPMI Kulonprogo menekankan pentingnya keberlanjutan dan pemerataan alokasi program ke berbagai daerah. Riemas menyoroti kondisi masyarakat Kulonprogo yang secara umum masih memiliki daya beli atau purchasing power relatif rendah.

Menurut dia, daya beli masyarakat dan pertumbuhan pengusaha daerah memiliki hubungan timbal balik. Ketika daya beli meningkat, aktivitas pasar lokal berpeluang tumbuh dan memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.

"Daya beli masyarakat dan tumbuhnya pengusaha daerah yang tangguh (robust) serta berkelanjutan (sustain) adalah dua hal yang saling mempengaruhi. Jika daya beli masyarakat terangkat melalui program prioritas yang masif, pasar lokal akan hidup, dan pengusaha daerah pun akan tumbuh perkasa," jelasnya.

Atas dasar itu, HIPMI Kulonprogo berharap pemerintah pusat memperbesar porsi dan intensitas penyaluran program prioritas ke daerah, khususnya Kabupaten Kulonprogo. Perluasan program diharapkan dapat membantu memutus rantai ketimpangan ekonomi sekaligus memperkuat fondasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Bagi pelaku usaha daerah, peningkatan daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Karena itu, HIPMI Kulonprogo mendorong agar program prioritas tidak hanya berjalan sebagai stimulus jangka pendek, tetapi juga memberikan dukungan berkelanjutan bagi masyarakat dan dunia usaha di daerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online