Eks Lurah Garongan Gugat Bupati Kulonprogo soal Penonaktifan
Eks Lurah Garongan Ngadiman menggugat Bupati Kulonprogo ke PTUN Yogyakarta terkait penonaktifan setelah ditetapkan sebagai tersangka pungli.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan melihat ondisi pagar tembok SMPN 4 Pengasih yang miring sehingga membahayakan peserta didik dan tenaga pendidik, Jumat (16/10/2026)/Istimewa-Pemkab Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pagar tembok SMP Negeri 4 Pengasih, Kulonprogo, dalam kondisi miring dan berpotensi ambruk sewaktu-waktu. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo memastikan perbaikan pagar tersebut menjadi salah satu prioritas untuk menjaga keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah.
Untuk menahan kemiringan agar tidak bertambah parah, pagar tembok itu saat ini ditopang menggunakan tiang sementara dari kayu. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tembok yang rawan roboh dapat membahayakan siapa pun yang berada di sekitarnya.
Peserta didik dan tenaga pendidik pun diminta tidak beraktivitas di sekitar pagar selama kondisinya masih membahayakan.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, mengatakan dirinya telah mengecek langsung kondisi pagar SMPN 4 Pengasih sebagai tindak lanjut laporan masyarakat. Ia memastikan pembenahan pagar tersebut telah masuk dalam perencanaan anggaran daerah untuk 2027.
"Saya pernah mendapatkan pelaporan tembok doyong di SMP N 4 Pengasih. Saya mencoba memastikan ulang dan alhamdulillah masih stay ada di penganggaran 2027 ini masuk untuk besok tahun besok digarap. Jadi memang menjadi skala prioritas kita untuk keamanan anak-anak agar tidak membahayakan anak-anak dalam berinteraksi di lingkungan sekolahnya," ujar Agung kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).
Perbaikan Pagar SMPN 4 Pengasih Masuk Anggaran 2027
Agung menegaskan, penanganan pagar miring tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga sekolah. Kepastian penganggaran diharapkan membuka jalan bagi pelaksanaan perbaikan pada tahun depan.
Kondisi pagar yang ditopang kayu sementara menunjukkan perlunya penanganan lebih lanjut agar risiko ambruk tidak membahayakan aktivitas belajar mengajar. Karena itu, perbaikan fisik bangunan menjadi kebutuhan yang harus segera ditindaklanjuti sesuai perencanaan pemerintah daerah.
Kepala SMPN 4 Pengasih, Rahmi Atiningrum, menyambut baik kepastian tersebut. Ia menyampaikan bahwa perbaikan pagar depan sekolah merupakan salah satu aspirasi utama yang diharapkan mendapat perhatian pemerintah.
"Harapannya nanti bisa mendapat perhatian khusus dan penanganan di tahun 2027, dan ternyata tadi sudah dipastikan oleh beliau bahwa insyaallah nanti di awal tahun 2027 kami akan mendapat bantuan untuk refit di pagar depan sekolah," terangnya.
Bupati Soroti Jumlah Siswa SMPN 4 Pengasih
Selain persoalan infrastruktur, Agung juga menyoroti jumlah peserta didik SMPN 4 Pengasih yang dinilai masih kurang. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan pola penerimaan siswa serta perubahan demografi penduduk di Kulonprogo, khususnya di sekitar sekolah.
Ia menilai sistem seleksi masuk sekolah perlu dievaluasi agar dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan sekolah di wilayah setempat. Menurut Agung, pola penerimaan yang terlalu terbuka berpotensi membuat calon siswa memilih sekolah lain yang dinilai memiliki kualitas lebih baik.
"Mengenai yang kurang siswa, ini karena pola perekrutan siswanya kemarin dirasa tidak memberikan satu proteksi kepada daerah setempat karena menjadi sangat terbuka untuk ke SMP-SMP yang secara graduasi lebih baik. Saya berharap nanti ada pembenahan. Selain itu, program yang paling sukses itu adalah Keluarga Berencana, sehingga jumlah siswa akan selalu mengikuti, dari TK kurang, SD kurang, SMP pun kurang, hingga nanti ke SMA karena kita mengalami penyusutan angka kelahiran," jelasnya.
Sekolah Berharap Evaluasi SPMB
Rahmi berharap pemerintah daerah juga mengevaluasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) agar SMPN 4 Pengasih dapat memperoleh jumlah siswa yang memadai pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, pembenahan sistem penerimaan murid diperlukan agar kebutuhan sekolah setempat dapat menjadi pertimbangan dalam proses penerimaan peserta didik baru.
Dengan demikian, penanganan SMPN 4 Pengasih tidak hanya berkaitan dengan perbaikan pagar yang rawan ambruk, tetapi juga upaya menjaga keberlangsungan sekolah melalui kebijakan penerimaan murid yang sesuai dengan kondisi wilayah.
Pemerintah daerah diharapkan dapat menindaklanjuti kedua persoalan tersebut, dengan keselamatan warga sekolah melalui perbaikan pagar menjadi salah satu prioritas dalam perencanaan anggaran 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Eks Lurah Garongan Ngadiman menggugat Bupati Kulonprogo ke PTUN Yogyakarta terkait penonaktifan setelah ditetapkan sebagai tersangka pungli.
NCT DREAM dikabarkan merilis album keenam DREAM AFTER DREAM pada 9 November 2026. Album ini disebut berisi 10 lagu dengan Boogie Woogie sebagai lagu utama.
Pemkot Jogja menaikkan tarif parkir kawasan II dan III. Motor menjadi Rp2.000 dan mobil Rp5.000 untuk mendukung pendapatan daerah.
Istana memantau gejolak IHSG akibat isu MSCI. Pemerintah dan otoritas keuangan bersiap membahas dampak perubahan klasifikasi pasar saham RI.
Sebanyak 41 sekolah di Bantul belum menerima pencairan dana revitalisasi 2026. Disdikpora masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
Universitas Sanata Dharma dan Georgetown University menggelar Georgetown Global Dialogues 2026 di Yogyakarta untuk membahas peran Global South