Dari Pupuk hingga Nelayan, Relawan Anggota DPR Totok Daryanto Serap Keluhan Warga

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Selasa, 20 Oktober 2026 20:57 WIB
Dari Pupuk hingga Nelayan, Relawan Anggota DPR Totok Daryanto Serap Keluhan Warga

Totok Daryanto (ketiga dari kiri memegang mic) mengukuhkan relawan di Kabupaten Kulonprogo untuk perkuat penyerapan aspirasinya sebagai anggota DPR RI. Pengukuhan relawan ini dilakukan di Hotel Morazen YIA belum lama ini. /Istimewa.

Harianjogja.com, KULONPROGO— Anggota DPR RI Totok Daryanto membentuk jaringan relawan di Kulonprogo untuk menyerap persoalan masyarakat dan mengawal penyampaian aspirasi hingga tingkat pusat. Hingga pertengahan Oktober 2026, jumlah relawan yang telah dikukuhkan mendekati 1.000 orang.

Relawan tersebut diproyeksikan menjadi penghubung antara masyarakat dan wakil rakyat di DPR RI. Mereka diharapkan aktif melaporkan berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari kelangkaan pupuk, pasokan irigasi pertanian, persoalan sampah, hingga kebutuhan nelayan.

Totok mengatakan jaringan relawan diperlukan agar persoalan masyarakat dapat diketahui secara langsung tanpa harus menunggu proses formal. Informasi yang dihimpun relawan selanjutnya akan menjadi bahan untuk memperjuangkan aspirasi warga di tingkat legislatif.

"Tugas politik relawan ini adalah membantu peran DPR dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Mereka berada langsung di tengah masyarakat, sehingga tanpa harus melalui riset ilmiah yang rumit, mereka sudah tahu dinamika dan persoalan harian yang terjadi," ujar Totok kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

Jaringan Relawan Kulonprogo Mendekati 1.000 Orang

Totok menjelaskan pengukuhan relawan tersebut merupakan gelombang kedua. Pada tahap pertama, lebih dari 400 relawan telah dilantik, kemudian ditambah sekitar 200 relawan pada gelombang berikutnya.

Dengan penambahan tersebut, total jaringan relawan binaannya di Kulonprogo kini mendekati 1.000 orang.

Para relawan diharapkan dapat mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungan masing-masing. Keluhan warga kemudian disampaikan kepada Totok untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme kerja di DPR RI.

Meski bertugas di Komisi XII DPR RI yang membidangi sektor energi, sumber daya mineral, dan pertambangan, Totok menilai persoalan masyarakat tidak terbatas pada lingkup komisi tertentu.

Salah satu bidang yang menjadi perhatian Komisi XII adalah pengawasan BBM bersubsidi bersama BPH Migas. Namun, menurut Totok, persoalan sosial, pertanian, irigasi, dan lingkungan juga perlu mendapat perhatian wakil rakyat.

"Secara institusi, DPR itu satu. Masalah sosial, pertanian, irigasi, hingga isu lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab moral legislatif. Informasi yang dikumpulkan relawan di Kulonprogo akan saya salurkan dan perjuangkan, baik secara langsung maupun lintas komisi melalui fraksi," tegasnya.

Relawan Jadi Penghubung Aspirasi Masyarakat

Keberadaan jaringan relawan juga diharapkan membantu masyarakat mengetahui jalur penyampaian aspirasi dan tindak lanjut atas persoalan yang mereka hadapi.

Dalam konsep yang disampaikan Totok, relawan memiliki peran dua arah. Mereka menyampaikan keluhan warga kepada wakil rakyat di tingkat pusat sekaligus menjelaskan kerja dan advokasi politik yang dilakukan untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

Dengan pola tersebut, aspirasi warga diharapkan tidak berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi dapat diteruskan melalui mekanisme kerja legislatif.

Persoalan seperti kebutuhan pupuk, ketersediaan air untuk irigasi, pengelolaan sampah, dan kondisi nelayan menjadi contoh isu yang dapat dihimpun dari masyarakat Kulonprogo.

Totok Singgung Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Totok juga menyinggung agenda politik jangka panjang menuju Pemilu 2029. Menurut dia, konsolidasi basis massa melalui ikatan kerja sosial, seperti yang dibangun di Kulonprogo, merupakan hal yang alamiah.

Dia menilai kepercayaan masyarakat dapat tumbuh ketika wakil rakyat hadir dan merespons kebutuhan sehari-hari warga. Meski demikian, Totok menekankan pentingnya memastikan aspirasi masyarakat benar-benar terdengar dan diperjuangkan.

"Jika hubungan kerja pengabdian ini terbangun dengan baik, maka dukungan politik di masa mendatang akan mengalir secara organis. Yang terpenting saat ini adalah memastikan setiap suara warga di TPS betul-betul terdengar dan diperjuangkan," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online