Bantul Catat Hari Tanpa Hujan Terpanjang di Indonesia, 6,6 Juta Liter Air Disalurkan

Yosef Leon
Yosef Leon Selasa, 20 Oktober 2026 18:07 WIB
Bantul Catat Hari Tanpa Hujan Terpanjang di Indonesia, 6,6 Juta Liter Air Disalurkan

Foto ilustrasi kekeringan. - Magnific

Harianjogja.com, BANTUL—Kabupaten Bantul mencatat hari tanpa hujan (HTH) terpanjang di Indonesia selama fenomena El Nino 2026. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul meyakini dampak kekeringan dan krisis air bersih masih dapat ditangani melalui distribusi air serta pemanfaatan sumur pompa di masyarakat.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan kemarau panjang yang dirasakan wilayahnya baru terjadi tahun ini. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan faktor cuaca yang tidak dapat dikendalikan manusia.

"Saya yakin dengan adanya penyediaan air, baik dropping maupun sumur-sumur pompa yang ada di masyarakat, kami masih bisa mengatasi krisis air ini," ujarnya, Selasa (20/10/2026).

Halim mengatakan penyaluran air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan masih berlangsung. Pemkab Bantul, menurutnya, masih mampu menangani krisis air melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak.

"Ya, kami masih mampu untuk terus melakukan dropping air di daerah-daerah yang mengalami kekeringan," ucapnya.

Bantul Salurkan 6,6 Juta Liter Air Bersih

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Peralatan, Rehabilitasi, dan Konstruksi BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan penanganan kekeringan melalui distribusi air bersih telah dilaksanakan sejak 20 Juni 2026.

Hingga saat ini, total bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 6.658.000 liter melalui 1.301 pengiriman tangki.

"Total bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 6.658.000 liter melalui 1.301 pengiriman tangki," ujarnya.

Dari total pengiriman tersebut, sebanyak 256 tangki berasal dari BPBD Bantul, 186 tangki dari Palang Merah Indonesia (PMI), 44 tangki dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan 815 tangki lainnya berasal dari donasi.

Distribusi air bersih telah menjangkau sembilan kapanewon, 19 kalurahan, dan 52 dusun. Bantuan tersebut tercatat menyasar 3.579 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 14.332 jiwa.

Pundong Terima Distribusi Air Bersih Terbanyak

Pundong menjadi wilayah dengan distribusi air bersih terbanyak di Bantul. BPBD bersama pihak pendukung telah menyalurkan 424 tangki atau setara 2.120.000 liter air bersih di wilayah tersebut.

Bantuan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bagi 331 KK atau 604 jiwa.

"Setelah Pundong, distribusi terbanyak ada di Imogiri dengan 371 tangki, disusul Dlingo sebanyak 292 tangki," ungkap Antoni.

Selain memastikan ketersediaan air bersih, BPBD Bantul juga menaruh perhatian terhadap potensi kekeringan di wilayah perbukitan dan dataran tinggi. Kondisi geografis tersebut dapat memicu persoalan pasokan air bagi masyarakat.

Antoni menyebut kekeringan tidak hanya meningkatkan risiko krisis air bersih, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran lahan. Karena itu, penanganan dampak kemarau tetap menjadi perhatian pemerintah daerah bersama pihak-pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online