KPAA 2026 Hidupkan Kembali Gedung Kesenian Wates, 40 Karya Seniman Dipamerkan

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Selasa, 13 Oktober 2026 15:17 WIB
KPAA 2026 Hidupkan Kembali Gedung Kesenian Wates, 40 Karya Seniman Dipamerkan

Pembukaan pameran seni rupa Kulonprogo Annual Art di Gedung Kesenian Wates, Selasa (13/10/2026) yang menghadirkan puluhan seniman dari berbagai latar belakang. Harian Jogja/Khairul Ma'arif.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Gedung Kesenian Wates kembali menjadi ruang pamer karya seni melalui penyelenggaraan Kulonprogo Annual Art (KPAA) 2026. Agenda tahunan yang melibatkan puluhan seniman lokal ini sekaligus menjadi upaya Dinas Kebudayaan Kulonprogo menghidupkan kembali gedung yang selama ini belum optimal digunakan.

Pameran yang mengusung tema Tatag tersebut menghadirkan 40 karya dari 40 seniman Kulonprogo. Masyarakat dapat menikmati karya-karya tersebut hingga 27 Oktober 2026.

Peserta pameran berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi seni, mahasiswa, guru, hingga seniman otodidak. Selain menjadi ruang apresiasi kreativitas, KPAA juga membuka peluang bagi karya perupa lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan pemilihan Gedung Kesenian Wates sebagai lokasi pameran bukan tanpa alasan. Menurut dia, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengoptimalkan kembali fungsi gedung sebagai ruang publik kebudayaan.

"Kita memilih tempat ini, ini adalah Gedung Kesenian Wates merupakan tempat paling megah yang dipunyai oleh Kulonprogo sebelum ada Taman Budaya Kulonprogo (TBK). Selama ini Gedung Kesenian belum optimal kembali penggunaannya harapannya KPAA di sini dapat membangkitkannya kembali," katanya kepada wartawan di Gedung Kesenian Wates, Selasa (13/10/2026).

Gedung Kesenian Wates Kembali Jadi Ruang Budaya

Pemanfaatan Gedung Kesenian Wates juga berkaitan dengan penggunaan Taman Budaya Kulonprogo (TBK) untuk mendukung persiapan Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2027.

Saat ini, TBK menjadi fasilitas sementara untuk latihan berbagai cabang olahraga (cabor) menjelang penyelenggaraan Porda DIY 2027, ketika Kulonprogo bertindak sebagai tuan rumah. Penggunaan sementara tersebut dilakukan karena GOR Cangkring di Wates sedang menjalani revitalisasi sebagai bagian dari persiapan ajang olahraga itu.

Di tengah kondisi tersebut, KPAA 2026 menghadirkan kembali ruang bagi aktivitas seni rupa di Gedung Kesenian Wates. Penyelenggaraan pameran diharapkan turut mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kebudayaan yang telah dimiliki Kulonprogo.

Tema Tatag untuk Hadapi Tantangan

KPAA 2026 mengangkat tema Tatag yang diwujudkan melalui 40 karya dari 40 seniman lokal. Menurut Joko, tema tersebut berkaitan dengan kesiapan mental dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama menjelang usia ke-75 Kabupaten Kulonprogo.

"Tatag adalah sebuah kondisi bagaimana kita harus siap menghadapi segala hal di hadapan kita—termasuk perekonomian, politik, hingga sosial. Harapannya, di usia ke-75 ini, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bisa tatag menghadapi tantangan dan hambatan agar Kulonprogo semakin maju dan lebih baik," ujarnya.

Karya-karya yang dipamerkan tidak hanya ditujukan untuk dinikmati pengunjung, tetapi juga dikompetisikan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya terbaik. Dengan mekanisme tersebut, pameran menjadi ruang bagi seniman untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperoleh pengakuan atas karya mereka.

Dinas Kebudayaan Kulonprogo juga menjajaki kerja sama dengan sejumlah pengelola hotel dan pihak Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Rencananya, karya para perupa lokal akan dipajang di lounge hotel dan ruang bandara.

Rencana tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar bagi seniman sekaligus mendorong dampak ekonomi langsung dari karya seni yang dihasilkan. Dengan demikian, pameran tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekspresi budaya, tetapi juga berpotensi membuka peluang pemasaran karya ke ruang publik dan sektor pariwisata.

Bupati Apresiasi Kualitas Karya Seniman Lokal

Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, mengapresiasi kualitas dan bobot estetika karya seni yang ditampilkan dalam KPAA 2026. Menurutnya, karya-karya tersebut memiliki nilai filosofis tinggi dan layak dinikmati masyarakat luas.

Agung juga mendorong para perupa lokal untuk terus berkarya serta melahirkan gagasan kreatif yang mengangkat kearifan lokal. Ia berharap kegiatan pameran seni seperti KPAA dapat terus diselenggarakan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenali potensi diri di bidang seni dan budaya.

"Ini sesuatu karya seni yang nilainya sangat tinggi. Saya berharap pameran seperti ini terus digalakkan agar masyarakat bisa menggali potensi diri di bidang seni dan budaya, sekaligus bisa menikmati kreativitas para seniman kita," tutur Agung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online