Sleman Kekurangan 83.726 Lampu Jalan, Anggaran Naik Rp30,6 Miliar
Sleman masih kekurangan 83.726 lampu jalan. Anggaran pembangunan APJ direncanakan naik menjadi Rp30,6 miliar pada 2027.
Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, SLEMAN— Keterbatasan komputer dan jaringan internet menjadi kendala penerapan pendidikan teknologi informasi (IT) di sekolah dasar (SD) di Sleman. DPRD Sleman mendorong penambahan materi IT melalui kurikulum muatan lokal, tetapi penerapannya masih perlu menyesuaikan kesiapan fasilitas setiap sekolah.
Ketua Komisi D DPRD Sleman, Arif Priyosusanto, mengatakan pendidikan IT di SD sedang diupayakan secara bertahap. Salah satu langkah yang direncanakan adalah memulai penerapan melalui sejumlah sekolah percontohan sebelum diperluas.
“Untuk penggunaan IT ini sedang kita upayakan di masing-masing sekolah. Kemarin kita baru mengusulkan untuk percontohan dulu, beberapa SD kita kasih percontohan untuk penerapan IT,” katanya Senin (19/10/2026).
Komputer dan Internet Jadi Kendala
Arif menjelaskan, belum semua SD di Sleman memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Ketersediaan komputer dan jaringan Wi-Fi menjadi salah satu persoalan yang perlu diselesaikan.
Bahkan, masih ada sekolah yang mengandalkan jaringan internet dari lingkungan sekitar karena belum memiliki akses Wi-Fi sendiri yang memadai. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menyiapkan pembelajaran IT di sekolah dasar.
Menurut Arif, jumlah sekolah yang masih kekurangan perangkat komputer cukup banyak. Namun, dia belum dapat menyampaikan angka pasti mengenai jumlah sekolah yang membutuhkan tambahan fasilitas.
Karena itu, pemenuhan sarana dan prasarana perlu dipersiapkan sebelum pendidikan IT diterapkan secara menyeluruh. Dukungan anggaran juga menjadi bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan fasilitas tersebut.
Muatan Lokal IT Diusulkan Masuk Kurikulum SD
Selain menyiapkan fasilitas, DPRD Sleman berencana mendorong materi IT masuk dalam kurikulum sekolah melalui muatan lokal. Langkah ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan pembelajaran teknologi di tingkat sekolah dasar.
Selama ini, pembelajaran di sekolah masih mengacu pada kurikulum dari pemerintah pusat. Penambahan materi IT melalui muatan lokal menjadi salah satu rencana untuk mengembangkan pembelajaran sesuai kebutuhan di daerah.
“Belum. Kita masih mengacu dari kurikulum pusat, cuma nanti ada kurikulum muatan lokal yang mau kita selipkan ke situ,” ujarnya.
Arif menambahkan, muatan lokal IT direncanakan dapat diterapkan secara menyeluruh di SD. Meski demikian, pelaksanaannya masih menunggu kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Pemenuhan fasilitas dan pengembangan kurikulum tersebut diharapkan dapat memperluas akses siswa terhadap pembelajaran teknologi sejak dini. Upaya ini sekaligus ditujukan untuk mendukung kesiapan sekolah negeri menghadapi perkembangan era digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman masih kekurangan 83.726 lampu jalan. Anggaran pembangunan APJ direncanakan naik menjadi Rp30,6 miliar pada 2027.
Komisi III DPRD Kulonprogo memantau proyek jalan, jembatan, dan rehabilitasi sekolah untuk memastikan kualitas sesuai spesifikasi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 20 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan dari kedua arah.
Sebanyak 280 pemuda dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti Jambore Pemuda Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Surakarta pada 19–22 Oktober 2026.
DPRD Sleman mendorong muatan lokal IT di SD. Penerapannya bertahap karena keterbatasan komputer dan jaringan internet di sekolah
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 20 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan, terdiri dari 12 rute YIA-Tugu dan 12 rute Tugu-YIA.