Sunmor Ledok Asri Grajegan Seyegan Jadi Peluang Baru UMKM Sleman

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Sabtu, 24 Oktober 2026 14:17 WIB
Sunmor Ledok Asri Grajegan Seyegan Jadi Peluang Baru UMKM Sleman

Foto ilustrasi Sunmor. /Instagram.

Harianjogja.com, SLEMAN—Sunday Morning (Sunmor) di wilayah barat Sleman tepatnya di Ledok Asri Grajegan di Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, mendapat apresiasi dari DPRD Sleman. Pasar mingguan ini dinilai dapat membuka akses pemasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus menggerakkan perekonomian warga.

Anggota DPRD Sleman, Suryono, mengatakan Sunmor memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk mempromosikan dan menjual produk secara langsung kepada konsumen. Kehadiran pasar mingguan tersebut juga menjadi alternatif bagi UMKM yang belum mampu menanggung biaya sewa tempat usaha permanen.

“Sunmor memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar bagi kebangkitan UMKM. Ini menjadi wadah promosi dan penjualan langsung karena pelaku usaha bisa bertemu dengan konsumen tanpa perantara,” katanya, Rabu (21/10/2026).

Menurut Suryono, interaksi langsung dengan konsumen memungkinkan pelaku UMKM menguji produk baru sekaligus memperoleh gambaran mengenai respons pasar. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas produk dan menyesuaikan kebutuhan konsumen sebelum mengembangkan usaha.

Sunmor juga dinilai relevan bagi pengusaha pemula yang belum memiliki modal untuk menyewa rumah toko atau membuka gerai sendiri. Selain membantu penjualan, kegiatan ini berpotensi memperluas jejaring bisnis antarpelaku usaha.

Suryono turut mendorong pemanfaatan teknologi dalam transaksi, termasuk penggunaan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Digitalisasi pembayaran diharapkan memudahkan konsumen dan membantu pelaku UMKM mengikuti perubahan kebiasaan belanja masyarakat.

Pengelola Diminta Menjaga Keberlanjutan Sunmor

Sunmor Ledok Asri Grajegan diluncurkan oleh perwakilan Forum Komunikasi (Forkom) Desa Wisata Kabupaten Sleman, Ageng Wijaya. Dia mengingatkan pengelola agar menjaga keberlangsungan pasar dengan menghadirkan inovasi dan kegiatan tematik yang mampu menarik pengunjung.

Menurut Ageng, keberhasilan pasar mingguan tidak cukup dinilai dari kemeriahan saat peluncuran. Pengelola perlu memastikan kegiatan tersebut berjalan secara konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dia berharap Ledok Asri Grajegan menghadirkan kegiatan yang beragam sekaligus menjadi ruang pemasaran bagi produk lokal.

“Keberlanjutan pasar tersebut diharapkan membuka peluang usaha sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat setempat,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online