Cegah Stunting di Sleman, Posyandu dan Gizi Keluarga Diperkuat

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Rabu, 21 Oktober 2026 22:27 WIB
Cegah Stunting di Sleman, Posyandu dan Gizi Keluarga Diperkuat

Ilustrasi anak-anak mengukur tinggi badan. - Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemenuhan gizi keluarga dan pemantauan tumbuh kembang anak menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam upaya mencegah stunting. Peran ibu hamil, keluarga yang memiliki balita, kader posyandu, dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sejak dini.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menekankan pencegahan stunting tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Upaya tersebut perlu didukung pola pengasuhan yang baik, ketersediaan makanan bergizi, serta lingkungan keluarga yang menunjang pertumbuhan anak.

Pesan itu disampaikan Harda dalam kegiatan peresmian Posyandu Lili dan Kebun Pangan Perempuan di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Rabu (21/10/2026).

“Upaya pencegahan dan penanganan stunting harus terus diperkuat,” demikian pesan Harda dalam sambutannya.

Menurut Harda, pendampingan kepada ibu dan keluarga perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pengetahuan mengenai kebutuhan gizi anak juga perlu ditingkatkan agar orang tua dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Pemenuhan kebutuhan tersebut menjadi perhatian sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita. Keluarga diharapkan tidak hanya memperhatikan makanan yang dikonsumsi, tetapi juga mengikuti pemantauan tumbuh kembang melalui layanan kesehatan yang tersedia di lingkungan tempat tinggal.

Posyandu Jadi Bagian Pencegahan Stunting

Peresmian Posyandu Lili menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat. Keberadaan posyandu diharapkan membantu keluarga mengakses layanan pemantauan tumbuh kembang sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.

Harda menilai upaya pencegahan stunting membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pendampingan kepada keluarga dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, keluarga juga diharapkan semakin memahami pentingnya memantau perkembangan anak dan memperhatikan kebutuhan gizinya. Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting karena pemenuhan kebutuhan anak berlangsung setiap hari di lingkungan keluarga.

Kebun Pangan Perempuan Dukung Gizi Keluarga

Selain pelayanan kesehatan, ketersediaan bahan pangan yang beragam dan bergizi turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Potensi pangan di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi juga menyoroti pentingnya periode 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut menjadi perhatian dalam upaya mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting.

Siti mendorong ibu hamil dan keluarga yang memiliki anak balita agar rutin memanfaatkan layanan posyandu. Pemantauan melalui layanan tersebut menjadi salah satu cara bagi keluarga untuk memperhatikan perkembangan anak sejak dini.

Ia juga mengajak kelompok wanita tani memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam sayuran dan sumber pangan bergizi lainnya. Hasil pemanfaatan lahan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Pengembangan Kebun Pangan Perempuan dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan lahan, tetapi juga dapat mendukung ketersediaan bahan pangan di lingkungan masyarakat. Keterkaitan antara ketahanan pangan keluarga dan pelayanan kesehatan menjadi salah satu pendekatan yang didorong dalam kegiatan di Hargobinangun.

“Sinergi antara pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi, dan keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting sejak tingkat keluarga,” katanya.

Melalui penguatan posyandu dan pemanfaatan potensi pangan lokal, pemerintah berharap keluarga semakin terlibat dalam upaya pencegahan stunting. Pendampingan yang berkelanjutan serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan ibu dan anak di Sleman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online