Musisi dan UMKM Mundur dari Rans Carnival di Maguwo, Polisi Bantah Kerahkan Massa
Sejumlah musisi dan UMKM mundur dari Rans Carnival. Kapolresta Sleman membantah isu pengerahan massa dan pembagian uang Rp50.000.
Ilustrasi, Dokter memeriksa anak yang mengalami gejala ISPA di Puskesmas Sukarami, Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (15/9/2026)./Antara-Nova Wahyudi/kye
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengimbau masyarakat mewaspadai risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah perubahan cuaca. Warga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mengurangi risiko penularan penyakit saluran pernapasan.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Sleman, dr. Khamidah Yuliati, mengatakan perubahan cuaca dapat memengaruhi risiko gangguan kesehatan saluran pernapasan, termasuk ISPA.
ISPA merupakan kelompok infeksi pada saluran pernapasan yang dapat disebabkan oleh berbagai virus maupun bakteri. Penularan sejumlah penyebab penyakit tersebut bisa terjadi melalui percikan pernapasan, aerosol, serta kontak dengan tangan atau permukaan yang terkontaminasi.
Karena itu, masyarakat diminta konsisten melakukan pencegahan, terutama saat beraktivitas di lingkungan berisiko.
“Untuk mencegah penularan, kami mengimbau masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan dengan sabun, menjaga ventilasi ruangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker ketika mengalami gejala pernapasan atau saat berada di lingkungan berisiko,” ujarnya Jumat (6/11/2026).
Selain menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penularan, masyarakat juga diimbau menjaga daya tahan tubuh. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mencukupi waktu istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari.
Khamidah mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala ISPA, terutama apabila kondisi kesehatan semakin memburuk. Beberapa gejala yang perlu mendapat perhatian serius antara lain sesak napas, napas cepat, dan penurunan kesadaran.
“Bagi masyarakat yang mengalami sesak napas, napas cepat, penurunan kesadaran, atau kondisi yang memburuk, segera mencari pertolongan medis,” katanya.
Dia juga meminta masyarakat memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti balita, lansia, dan warga yang memiliki penyakit penyerta. Kelompok tersebut diharapkan mendapatkan penanganan yang tepat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.
Dinkes Sleman turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi antibiotik tanpa indikasi dan resep tenaga kesehatan. Sebab, tidak semua kasus ISPA disebabkan oleh bakteri sehingga penggunaan antibiotik harus didasarkan pada kebutuhan medis.
Melalui berbagai langkah pencegahan tersebut, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap risiko ISPA selama perubahan cuaca. Penerapan PHBS dan kesadaran mengenali gejala sejak dini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah musisi dan UMKM mundur dari Rans Carnival. Kapolresta Sleman membantah isu pengerahan massa dan pembagian uang Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 7 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek waktu keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA 7 November 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek keberangkatan, kedatangan, dan waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 7 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.