Kunjungan Pasien Tinggi, Puskesmas Girimulyo II Butuh Tambahan Nakes

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Rabu, 04 November 2026 17:47 WIB
Kunjungan Pasien Tinggi, Puskesmas Girimulyo II Butuh Tambahan Nakes

Ilustrasi, warga antre untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas./Antara-Raisan Al Farisi/agr

Harianjogja.com, KULONPROGO—Puskesmas Girimulyo II, Kabupaten Kulonprogo, masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan di tengah tingginya kunjungan pasien. Jumlah pasien yang datang rata-rata mencapai 80 orang per hari dan dapat meningkat hingga 150 orang ketika berlangsung kegiatan imunisasi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonprogo saat melakukan kunjungan pengawasan ke fasilitas kesehatan tersebut, Rabu (4/11/2026).

Peninjauan dipimpin Wakil Ketua II DPRD Kulonprogo, Suharto. Kegiatan itu dilakukan untuk melihat secara langsung kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di wilayah Kapanewon Girimulyo.

Suharto mengatakan pengawasan difokuskan pada kondisi pelayanan di lapangan, termasuk kapasitas fasilitas kesehatan serta ketersediaan tenaga medis dan tenaga penunjang.

"Kami ingin mengetahui secara langsung kondisi pelayanan kesehatan, termasuk kapasitas fasilitas yang ada serta sejauh mana kebutuhan tenaga kesehatan dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat terpenuhi," ujar Suharto kepada wartawan, Rabu (4/11/2026).

 Layani 10.500 Peserta JKN
Kepala Puskesmas Girimulyo II, dr. Pinky Lucia Dewi, menjelaskan fasilitas kesehatan tersebut telah berdiri sejak 1989. Saat ini, puskesmas itu juga menyediakan layanan rawat inap dengan kapasitas 10 kamar.

Jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan yang terdaftar di Puskesmas Girimulyo II tercatat sekitar 10.500 jiwa.

Di tengah jumlah peserta yang cukup besar, puskesmas masih harus menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan. Padahal, jumlah kunjungan pasien setiap hari membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memadai.

Pinky menyebut rata-rata pasien yang datang untuk mendapatkan pelayanan mencapai 80 orang per hari.

"Rata-rata kunjungan pasien mencapai 80 orang per hari."

Jumlah tersebut dapat meningkat ketika puskesmas menggelar kegiatan imunisasi. Pada kondisi tersebut, kunjungan pasien bahkan bisa mencapai 150 orang dalam sehari.

"Angka tersebut bahkan bisa melonjak hingga 150 orang per hari saat ada pelaksanaan kegiatan imunisasi," ucap Pinky.

Hipertensi Jadi Kasus Penyakit yang Mendominasi
Selain mencermati kapasitas pelayanan dan kebutuhan tenaga kesehatan, DPRD Kulonprogo juga memperoleh gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat yang dilayani Puskesmas Girimulyo II.

Berdasarkan catatan rekam medis puskesmas, hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi kasus penyakit yang paling banyak ditemukan di wilayah tersebut.

Temuan itu menjadi bagian dari gambaran layanan kesehatan primer di kawasan perbukitan Menoreh. Komisi IV DPRD Kulonprogo telah mengantongi catatan mengenai kondisi fasilitas, jumlah kunjungan pasien, serta kebutuhan tenaga kesehatan di puskesmas tersebut.

DPRD Kulonprogo Jadikan Kekurangan Nakes Bahan Evaluasi
Hasil peninjauan akan menjadi bahan evaluasi bagi DPRD Kulonprogo, terutama terkait kebutuhan tenaga kesehatan yang dinilai belum sebanding dengan volume kunjungan pasien.

DPRD berharap kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan langkah konkret berupa pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Dengan dukungan tersebut, masyarakat di Kapanewon Girimulyo diharapkan dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang cepat, adil, dan berkualitas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online