Efisiensi Anggaran Berlanjut, Kulonprogo Siapkan 12 Event Wisata

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Selasa, 03 November 2026 19:17 WIB
Efisiensi Anggaran Berlanjut, Kulonprogo Siapkan 12 Event Wisata

Para pengunjung berwisata di Taman Bendungan Kamijoro, Dusun Kaliwiru, Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, beberapa waktu lalu - dok/Harian Jogja

Harianjogja.com, KULONPROGO—DPRD Kulonprogo mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menghilangkan agenda event wisata pada 2027 meskipun efisiensi anggaran masih berlanjut. Kegiatan pariwisata dinilai tetap diperlukan untuk mendatangkan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di destinasi wisata.

Wakil Ketua II DPRD Kulonprogo, Suharto, mengatakan event wisata tidak hanya berfungsi meningkatkan jumlah kunjungan. Kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang menjalankan usaha di kawasan destinasi.

"Kami mendorong agar event wisata tetap terus ada di 2027 jangan sampai nihil karena itu dapat meningkatkan kunjungan wisatawan termasuk dampak ekonomi kerakyatan bagi pelaku UMKM di destinasi," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026).

Menurut Suharto, efisiensi anggaran tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengurangi event wisata secara drastis. Sebab, jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi turut berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

"Kami mendorong agar event di destinasi wisata Kulonprogo pada 2027 akan lebih banyak dan semarak," tuturnya.

Jumlah Event Wisata Turun dari 19 Menjadi 12

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Septi Adi, memastikan agenda wisata tetap digelar pada 2027. Namun, jumlah kegiatan yang tercatat saat ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Septi menyebut pada 2026 terdapat 19 event wisata, sedangkan untuk 2027 baru tercatat 12 agenda. Adapun pada sisa 2026 masih terdapat sejumlah kegiatan, di antaranya Kulonprogo Half Marathon dan Tour de Menoreh.

"Untuk 2027 masih ada (event) tetapi berkurang dari 2026 dari sekitar 19 enjadi 12 saja yang penyelenggaraannya di destinasi wisata serta Alun-alun Wates," ungkapnya.

Event Besar Disiapkan untuk Tarik Wisatawan Luar Daerah

Kepala Dispar Kulonprogo, Sutarman, menjelaskan arah kebijakan pariwisata pada 2027 akan difokuskan pada pengembangan spot turisme dan penyelenggaraan event berskala besar.

Strategi tersebut diarahkan untuk menghadirkan kegiatan yang memiliki multiplier effect serta dampak ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat. Pemerintah daerah juga ingin memperluas jangkauan wisatawan, terutama dari luar daerah.

"Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2027 itu kegiatan yang memang berskala besar dan bisa mendatangkan wisatawan utamanya dari luar daerah," ujar Sutarman.

Sejumlah agenda unggulan yang disiapkan antara lain Menoreh Trail Run, Festival Paralayang, dan Arung Progo Festival. Khusus Arung Progo Festival, kegiatan yang selama ini dikenal berskala nasional tersebut pada tahun depan akan menjadi babak kualifikasi resmi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Melalui agenda tersebut, Kulonprogo diperkirakan menjadi tempat berkumpulnya pengurus dan atlet arung jeram dari berbagai daerah. Sutarman memperkirakan sekitar 27 provinsi akan hadir untuk mengikuti babak kualifikasi PON 2028 yang pertandingannya dipusatkan di Bumi Binangun.

Dengan perubahan strategi tersebut, kegiatan yang sebelumnya menjangkau wisatawan lokal secara bertahap akan dikemas ulang menjadi agenda berskala lebih besar. Pemerintah daerah berharap penyelenggaraan event mampu memperluas pasar wisata sekaligus meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online