Kemarau Panjang, Sungai-Sungai Kecil di Kulonprogo Mengering

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Selasa, 27 Oktober 2026 19:17 WIB
Kemarau Panjang, Sungai-Sungai Kecil di Kulonprogo Mengering

Ilustrasi, Sungai Tinalah di Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulonprogo/Istimewa-Desa Wisata Tinalah

Harianjogja.com, KULONPROGO— Sejumlah sungai kecil di Kabupaten Kulonprogo mengering akibat musim kemarau berkepanjangan. Hujan yang sempat turun beberapa waktu lalu belum mampu mengembalikan aliran air di anak-anak sungai yang kini terdampak kekeringan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulonprogo, Silvi Irvi Yanti, mengatakan mengeringnya sungai kecil merupakan kondisi yang kerap terjadi saat kemarau. Durasi musim kering menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi aliran sungai.

"Musim kemarau sekarang yang lebih panjang berdasarkan pengamatan kami sebagian besar sungai-sungai kecil atau anak sungai kering," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026).

Silvi menjelaskan kekeringan kali ini berkaitan dengan periode tanpa hujan yang berlangsung lebih panjang. Namun, pihaknya belum dapat menyebutkan jumlah sungai kecil yang mengering karena pendataan lebih difokuskan pada intake Kalibawang dan Sungai Serang yang masuk kategori sungai besar.

Sungai Besar di Kulonprogo Masih Memiliki Debit Air

Di tengah kondisi anak-anak sungai yang mengering, sejumlah sungai besar di Kulonprogo masih memiliki aliran air. Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak, Vicky Ariyanti, mengatakan pemantauan terhadap sungai-sungai di wilayah tersebut terus dilakukan.

Pemantauan antara lain mencakup Sungai Progo, Sungai Serang, Kali Papah, serta Kali Ngrancah yang berada di hulu Waduk Sermo.

Berdasarkan data terakhir petugas operasi, Bendung Pengasih di Kali Serang masih mencatat debit air sebesar 1 meter kubik per detik (m³/detik). Sementara itu, Kali Papah di Bendung Papah dan Kali Kayujaran masing-masing memiliki debit sekitar 0,4 m³/detik.

"Untuk Kali Progo di sekitaran Intake Kalibawang dan Bendung Karangtalun masih terdapat debit kisaran 11-12 m3/detik berdasarkan data seminggu terakhir," ungkapnya.

Vicky menegaskan sungai-sungai tersebut merupakan sungai berukuran besar. Adapun anak-anak sungai yang lebih kecil berpotensi sudah mengering karena tidak mendapatkan pasokan air dari waduk maupun sungai lainnya.

"Untuk anak-anak sungai kecil bisa jadi sekarang kondisinya sudah mengering dan itu normal terjadi saat kemarau karena memang tidak ada suplai dari waduk/sungai lainnya," ucapnya.

Hulu Waduk Sermo Kerap Mengalami Kekeringan

Perbedaan kondisi juga terlihat antara sungai di bagian hulu dan hilir. Vicky menjelaskan sungai di wilayah hilir tidak pernah kering karena memperoleh tambahan pasokan air dari Waduk Sermo dan Daerah Irigasi Kalibawang yang bersumber dari Sungai Progo.

Sebaliknya, Kali Ngrancah yang berada di bagian hulu Waduk Sermo pada umumnya mengering setiap musim kemarau. Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran dampak musim kering terhadap aliran sungai di wilayah Kulonprogo.

Menurut Vicky, kemarau kali ini terasa lebih kering dibandingkan periode sebelumnya. Penyebabnya adalah periode tanpa hujan yang berlangsung lebih panjang.

"Namun sungai-sungai di daerah Kulonprogo masih dalam status aman dikarenakan masih ada limpasan," lanjut Vicky.

Ia juga membenarkan anak-anak sungai di Kulonprogo berpotensi mengalami kekeringan ketika kemarau berlangsung seperti saat ini. Kondisi tersebut berkaitan dengan habisnya pasokan air dari mata air yang selama ini menopang aliran sungai kecil.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online