Anggaran Infrastruktur Kulon Progo 2027 Disiapkan untuk Jalan hingga RTLH
APBD Kabupaten Kulon Progo untuk tahun anggaran 2027 masih dalam proses pengesahan dan sekarang tahapannya baru sampai merampungkan KUA-PPAS sehingga pos aloka
Foto ilustrasi kekeringan. - Magnific
Harianjogja.com, KULON PROGO—Kapanewon Galur, Kulon Progo, tercatat mengalami 148 hari tanpa hujan hingga 20 Oktober 2026 berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kondisi ini terjadi ketika hujan mulai turun di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tetapi belum merata hingga kawasan selatan Kulon Progo.
Kapoksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi DIY, Etik, mengatakan data hari tanpa hujan (HTH) menunjukkan pos hujan PSDA Brosot di Kapanewon Galur menjadi titik dengan periode tanpa hujan terpanjang di Kulon Progo.
“Berdasarkan data monitoring hari tanpa hujan update 20 Oktober 2026, di wilayah Kulonprogo hari tanpa hujan terpanjang terjadi di pos hujan PSDA Brosot, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulonprogo selama 148 hari,” ujar Etik saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2026).
Etik menjelaskan pemantauan HTH diperbarui setiap dasarian atau periode 10 hari. Jika dihitung hingga Senin (26/10/2026), jumlah hari tanpa hujan di wilayah Brosot, Galur, diperkirakan telah mencapai 150 hari.
Staf Prakirawan BMKG DIY, Bambang Herwanto, menjelaskan hujan yang turun di sejumlah wilayah DIY beberapa hari sebelumnya dipengaruhi fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO). Pergerakan gelombang atmosfer tersebut melewati Pulau Jawa dan DIY sehingga memicu pertumbuhan awan hujan.
Selain MJO, terdapat faktor konvergensi angin di wilayah Pulau Jawa yang turut menambah massa uap air. Kombinasi kondisi atmosfer tersebut mendukung terjadinya hujan di sejumlah wilayah DIY, meskipun distribusinya belum merata.
“Selain faktor MJO, terdapat pula faktor konvergensi angin khususnya di wilayah Pulau Jawa yang menambah massa uap air. Hal ini menyebabkan turunnya hujan, terutama di wilayah DIY,” ucap Bambang.
Di Kabupaten Kulon Progo, hujan dilaporkan turun di Kapanewon Samigaluh yang berada di wilayah utara. Sementara itu, sejumlah wilayah di bagian tengah hingga selatan, seperti Pengasih, Wates, Panjatan, dan Temon, belum mengalami hujan berdasarkan keterangan Bambang.
Bambang menjelaskan wilayah utara Kulon Progo memiliki banyak vegetasi. Kondisi tersebut, menurut dia, membuat peluang penguapan lebih besar dan dapat mendukung proses pembentukan hujan.
“Ada beberapa faktor, terutama faktor regional, sehingga dalam satu sampai tiga hari ini kemungkinan besar akan turun hujan khususnya di utara DIY,” lanjut Bambang.
Bambang mengatakan November menjadi periode peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Pada masa transisi tersebut, hujan belum turun secara dominan sehingga masyarakat masih dapat menjumpai perubahan cuaca dalam waktu singkat.
Ia menjelaskan kondisi cuaca selama masa peralihan dapat berubah dari panas pada pagi hari menjadi hujan pada malam hari. Namun, hujan yang turun bisa berlangsung singkat, misalnya sekitar 30–40 menit.
“Kalau mulai masih transisi itu, makanya itu tadi sebentar-sebentar, tiba-tiba panas paginya, tiba-tiba nanti misalnya malam hujan, tapi durasinya misalnya cuman setengah jam atau 40 menit, biasanya begitu ciri-ciri masa transisi itu,” tuturnya.
Prakiraan awal musim hujan juga perlu memperhatikan perbedaan waktu antardaerah. Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan BPBD DIY pada 19 Oktober 2026, hujan diprakirakan mulai memasuki Kulon Progo bagian utara pada dasarian III November, sedangkan wilayah Kulon Progo bagian selatan diprakirakan menyusul pada dasarian II Desember.
Dengan demikian, turunnya hujan di beberapa wilayah DIY belum berarti seluruh wilayah telah memasuki musim hujan. Masyarakat, terutama di wilayah yang masih mengalami hari tanpa hujan berkepanjangan, perlu tetap memperhatikan informasi cuaca dan perkembangan prakiraan resmi BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD Kabupaten Kulon Progo untuk tahun anggaran 2027 masih dalam proses pengesahan dan sekarang tahapannya baru sampai merampungkan KUA-PPAS sehingga pos aloka
Hakim memutuskan eksepsi Febrie Adriansyah dipertimbangkan bersama putusan akhir. Sidang dugaan pemerasan dan TPPU berlanjut pada November.
Galur, Kulon Progo, mencatat 148 hari tanpa hujan hingga 20 Oktober 2026. BMKG menjelaskan penyebab hujan belum merata dan prakiraan musim hujan.
ESDM membuka rekrutmen Pengawal Energi 2026 untuk 108 personel. Simak syarat, dokumen, cara daftar, dan jadwal seleksi sebelum 1 November.
Pemegang hak lagu Elvis Presley menggugat Anthropic atas dugaan penggunaan 274 lagu untuk melatih AI Claude. Nilai tuntutan mencapai US$41 juta.
Celah WPSplinter pada perangkat lunak Wi-Fi Broadcom berpotensi membahayakan router. Simak risiko dan cara mengamankan jaringan rumah.