Ekonomi Kulon Progo Tumbuh 5,4 Persen, Pertanian dan UMKM Digenjot

Kiki Luqman
Kiki Luqman Kamis, 29 Oktober 2026 10:57 WIB
Ekonomi Kulon Progo Tumbuh 5,4 Persen, Pertanian dan UMKM Digenjot

Agenda Manunggal Fair 2026 yang digelar Perumda Aneka Usaha Kulonprogo, beberapa waktu lalu./Istimewa

Harianjogja.com, KULON PROGO—Pertumbuhan ekonomi Kulon Progo mencapai 5,4% pada triwulan II. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kini mendorong penguatan sektor pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar capaian tersebut berimbas langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulon Progo, Aris Nugroho, mengatakan kinerja ekonomi daerah menunjukkan perkembangan positif. Infrastruktur dan pertanian menjadi dua sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan tersebut.

"Capaian pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 5,4 persen, di mana sumbangan terbesar berasal dari sektor infrastruktur dan pertanian. Secara keseluruhan, kinerja makro daerah terus menunjukkan tren yang sangat positif," ujar Aris, Kamis (29/10/2026).

Menurut Aris, sejumlah indikator pembangunan daerah dan penurunan tingkat kemiskinan secara umum juga berhasil dicapai. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berupaya mempertahankan capaian tersebut sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Realisasi Pendapatan Daerah Lampaui Target

Selain mencatatkan pertumbuhan ekonomi, Kulon Progo meraih sejumlah penghargaan di tingkat regional hingga nasional. Penghargaan tersebut mencakup peningkatan akses layanan pendidikan, penataan ruang, transformasi digital, pengelolaan arsip aparatur sipil negara (ASN), hingga peningkatan kualitas pelayanan terpadu di bidang investasi.

Dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan tercatat melampaui target yang ditetapkan. Pencapaian tersebut didukung optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dan dana transfer.

Pelaksanaan anggaran juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga triwulan III, deviasi antara target dan realisasi fisik maupun keuangan tercatat sangat kecil. Kinerja tersebut disebut menjadi salah satu yang terbaik di wilayah Daerah Istimewa Jogja (DIY).

Capaian anggaran itu turut mendukung penyelesaian sejumlah proyek yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Beberapa di antaranya pembangunan fasilitas sekolah, perbaikan jalan antarkawasan, serta penataan sarana olahraga daerah.

Meski demikian, pemerintah daerah menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, realisasi anggaran, maupun penghargaan. Program pemerintah juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan membuka peluang usaha.

Pertanian dan UMKM Jadi Perhatian

Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap program kerja pemerintah. Ia meminta setiap organisasi perangkat daerah memastikan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak bagi warga, bukan sekadar memenuhi target administratif.

"Kita harus terus bergerak dan memastikan bahwa seluruh program kerja berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Sektor UMKM dan pertanian harus diperkuat secara komprehensif agar pendapatan masyarakat bisa terangkat secara ril," tegas Bupati.

Penguatan pertanian dan UMKM menjadi perhatian karena kedua sektor tersebut berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis sekaligus memperkuat produktivitas pertanian agar pendapatan warga ikut berkembang.

Agung juga meminta pengembangan pariwisata dilakukan secara lebih terarah. Salah satu langkah yang didorong adalah keterbukaan kalender kegiatan atau calendar of events sehingga informasi agenda wisata dapat diakses masyarakat dan wisatawan.

Keterbukaan informasi agenda wisata tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Selain mengoptimalkan potensi daerah, Agung menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih aktif mengakses anggaran pemberdayaan dari pemerintah pusat. Dukungan pendanaan tersebut diharapkan memperluas pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Dasbor Terpadu untuk Memperkuat Pelayanan

Di bidang pelayanan publik, Pemkab Kulon Progo mengintegrasikan pusat data seluruh OPD melalui sistem dasbor terpadu yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Sistem tersebut diarahkan untuk memperkuat transparansi, memudahkan pemantauan program, serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data.

Pemkab Kulon Progo berharap pertumbuhan ekonomi, pengelolaan anggaran, dan peningkatan kualitas pelayanan publik dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, capaian pembangunan tidak hanya terlihat dalam indikator makro, tetapi juga dirasakan melalui peningkatan kesejahteraan dan peluang ekonomi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online