Kulon Progo Tambah 700 Tangki Bantuan Air Bersih, Kekeringan Berlanjut

Kiki Luqman
Kiki Luqman Rabu, 28 Oktober 2026 17:17 WIB
Kulon Progo Tambah 700 Tangki Bantuan Air Bersih, Kekeringan Berlanjut

Ilustrasi. /Antara foto- Okky Lukmansyah

Harianjogja.com, KULON PROGO—Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menambah alokasi bantuan air bersih lebih dari 700 tangki melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026. Tambahan ini diharapkan membantu warga yang masih kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan BPBD Kulon Progo, Eko Susanto, mengatakan tambahan anggaran tersebut memperkuat penanganan kekeringan. Sebelumnya, anggaran yang tersedia pada awal tahun hanya mencukupi pengadaan 20 tangki air bersih.

"Mulai saat ini sudah ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui APBD Perubahan 2026 berupa tambahan jumlah tangki air bersih yang akan disalurkan ke warga yang membutuhkan, yaitu mencapai lebih dari 700 tangki," kata Eko saat dihubungi, Rabu.

BPBD Salurkan 685 Tangki Air Bersih

Hingga saat ini, BPBD Kulon Progo telah menyalurkan 685 tangki air bersih dengan total volume sekitar 3,425 juta liter. Distribusi bantuan menjangkau 201 titik yang tersebar di 88 padukuhan, 26 kalurahan, dan delapan kapanewon.

Bantuan tersebut telah dirasakan 11.776 jiwa atau 4.179 kepala keluarga (KK). Cakupan distribusi ini menunjukkan kebutuhan air bersih masih tersebar di berbagai wilayah sehingga penyaluran bantuan perlu terus dilakukan.

Untuk mendukung distribusi, BPBD Kulon Progo juga meminjam satu unit mobil tangki dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) DIY. Dengan tambahan kendaraan itu, kini ada empat unit mobil tangki yang beroperasi menyalurkan air bersih.

Penambahan armada diharapkan mempercepat pengiriman bantuan ke lokasi terdampak, terutama ketika permintaan datang dari sejumlah wilayah secara bersamaan.

SDN Jatiroto Masih Menunggu Bantuan Air

Kebutuhan air bersih juga dialami SDN Jatiroto di Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo. Sekolah tersebut mengalami kekeringan parah sejak September sehingga membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air.

Kepala SDN Jatiroto, Rina Yulianti, mengatakan tingginya permintaan air bersih dari masyarakat sekitar turut memengaruhi waktu pengiriman bantuan. Akibatnya, pihak sekolah harus menunggu giliran distribusi.

"Informasi yang kami terima, rencananya bantuan air bersih akan diantarkan ke sekolah kami pada Senin pekan depan," kata Rina.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa dampak kekeringan tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga fasilitas pendidikan. Ketersediaan air dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sekaligus menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Distribusi Ditargetkan Berlanjut hingga Akhir Tahun

Melalui tambahan alokasi dalam APBD Perubahan 2026, BPBD Kulon Progo berharap penyaluran air bersih dapat terus berlangsung hingga akhir tahun. Dukungan pemerintah daerah juga diharapkan diperkuat kontribusi sektor swasta, lembaga, dan komunitas masyarakat.

Eko berharap tambahan anggaran dan bantuan dari berbagai pihak dapat memperkuat penanganan kekeringan sehingga kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

Perluasan jangkauan distribusi menjadi penting agar warga yang belum memperoleh pasokan air bersih dapat segera menerima bantuan sesuai kebutuhan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online